Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Krim Malam


__ADS_3

Yuan Lin membuka matanya dan melihat ketiga temannya dengan pandangan bingungnya apalagi ketika ia melihat jika air yang tadi sangat banyak sekarang sudah tidak ada lagi.


"Kenapa airnya tidak ada." ucap Yuan Lin dengan bingungnya.


"Nona anda baik-baik saja." kata naga Yang .


"Apa yang kau katakan tentu saja aku baik-baik saja." ujar Yuan Lin semakin bingung.


"Bagaimana ini mungkin." ucap naga Yang dengan tidak percayanya.


"Apa kau sedang mendoakan ku agar aku terluka begitu?" tanya Yuan Lin dengan sinisnya.


"Ti tidak bukan begitu nona. hanya saja kolam ini bukan kolam Sembarangan. jika orang yang mempunyai kultivasi masuk kedalam sini maka Kultivasinya bisa hancur dalam sekejap." kata naga Yang membuat Yuan Lin terkejut. dengan segera Yuan Lin memeriksanya.


"Hah mana ada jangan bercanda kau ini. aku bahkan sudah mencapai tahap surgawi akhir." seru Yuan Lin dengan kesalnya.


Ucapan Yuan Lin tentu saja membuat ketiganya terkejut bukan main. naga Yang sendiri tidak bisa mencerna apa yang sedang terjadi pada nonanya. sungguh ini benar-benar tidak bisa dia pahami sama sekali.


"Tapi yang saya katakan benar nona. karena di dunia saya kolam tersebut juga ada dan berguna untuk menghukum bangsa naga yang menyombongkan kekuatan mereka. tapi bagaimana bisa seperti ini dan kemana perginya air itu." kata naga Yang dengan bingungnya.


"Ah itu terserah kau saja lah. yang terpenting aku sebentar lagi akan menuju tahap importal dan akan menjadi yang terkuat di seluruh kekaisaran ini. aku akan membalas apa yang orang-orang bodoh itu lakukan padaku." kata Yuan Lin.

__ADS_1


"Oh iya dimana kakek itu?" tanya Yuan Lin.


"Dia sudah pergi nona." jawab naga Yang.


"Oh baguslah kalau begitu jadinya dia tidak akan merepotkan ku lagi." ujar Yuan Lin dengan santainya.


"Hatcuuu... siapa yang sedang membicarakan ku." kata pangeran Chen Zu yang sedang berada di kamarnya. saat ini dia sudah berada di dunia atas. kabar tentang kembalinya pangeran mereka membuat gempar seluruh alam atas tentunya.


"Yasudah jika begitu aku akan keluar dulu. kalian teruslah berlatih dan menjadi lebih kuat karena suatu saat aku akan membutuhkan kalian." kata Yuan Lin yang kemudian menghilang dari sana.


Dia muncul di kamarnya yang juga disana ada Fu yang tengah merapikan tempat tidurnya. Fu terlonjak kaget ketika berbalik badan dan disana sudah ada Yuan Lin .


"Lin Lin kapan kau masuk kenapa aku tidak melihat mu?" tanya Fu.


Ketika mereka sedang berbincang-bincang pintu kamar Yuan Lin di ketuk oleh seseorang. dengan segera Fu langsung melihat siapa ya h mengetuk pintu. ia nampak terkejut ketika melihat siapa yang tengah berdiri di depan pintu.


"Apa Lin jiejie ada disini?" tanya Jiang He dengan tersenyum ramah.


Fu mempersilahkan putri Jiang He masuk kedalam. dia menatap putri Yuan Lin sebentar kemudian hanya di beri isyarat mata saja bahwa semuanya akan baik-baik saja setelah itu dia keluar dan membiarkan kedua gadis itu untuk berbicara.


"Apa Lin jiejie tidak suka jika aku disini? aku sungguh minta maaf padamu karena aku kau tidak bisa menikmati masa kecilmu lagi. aku sangat menyesal telah menuduhmu ingin mencelakai ku. saat itu aku benar-benar tidak sadar dengan apa yang aku ucapkan. aku menyesal jiejie. ku mohon maafkan diriku. aku tidak bisa menjalani hidupnya dengan rasa bersalah yang terus menghantuiku." ucap Jiang He dengan tatapan sedihnya.

__ADS_1


"Hah sudahlah itu sudah sangat lama. jika kau baru saja menyesal itu sudah terlambat. tapi karena kau sudah rela merendah dan mengakui kesalahnmu di depanku aku akan memaafkanmu." kata Yuan Lin.


"Sialan awas saja kau putri Yuan Lin. jika ini bukan karena rencana ibuku aku tidak Sudi mengatakan ini padamu apalagi sampai menangis seperti ini." batin Jiang He .


Entah apa yang terjadi Yuan Lin bisa mendengar semua apa yang di ucapkan Jiang He di dalam hatinya. dia tentu tidak akan begitu mudah percaya padanya begitu saja. dan sekarang sudah terbukti jika Jiang He tidak benar-benar menyesali perbuatannya ataupun dengan tulus meminta maaf padanya.


"Apa Lin jiejie masih marah padaku?" tanya Jiang He dengan menatap Yuan Lin.


"Tidak. apa yang kau lakukan sampai mencari ku kesini?" tanya Yuan Lin langsung pada intinya.


"Nanti malam kan akan ada jamuan makan untuk para tamu dari kekaisaran lain dan tentunya Lin jiejie juga harus datang. aku sudah menyiapkan baju untuk Lin jiejie pakai dan oh iya aku kemarin mencoba krim ini di wajahku dan kau lihat sendiri bagaimana hasilnya jadi aku bermaksud untuk memberikan ini padamu juga siapa tahu kau menjadi semakin cantik seperti ku. aku yakin akan banyak pangeran yang melirikmu." kata Jiang He dengan menyerahkan krim itu.


"Benarkah itu? tapi ku rasa aku tidak membutuhkan ini. lagian kau kan tahu sendiri aku selalu memakai penutup wajah siapa yang akan tertarik pada gadis tidak berguna seperti ku ini hahaha kau ini bercanda saja." ujar Yuan Lin.


"Tidak jiejie jangan berkata seperti itu. ayolah pakai ya aku juga memakainya dan hasilnya sangat luar biasa seperti ini." ucap Jiang He dengan nada memohon.


"Hah kenapa kau sangat memaksaku. tapi baiklah karena adikku yang memintanya maka aku akan memakainya. terimakasih." ujar Yuan Lin dengan tersenyum.


"Aku ingin lihat jiejie memakainya sekarang." kata Jiang He dengan bersemangat.


"Hah baiklah baiklah aku akan memakainya sekarang. tapi aku hanya akan memakainya di dahi saja karena aku tidak mau jika kau melihat wajahku setelah kau keluar nanti barulah aku akan memakainya." ujar Yuan Lin

__ADS_1


"Baiklah itu tidak masalah." timpalnya.


Yuan Lin membuka penutup krim tersebut dan mengeloskannya pada dahinya dengan merata. Jiang He yang melihat itupun langsung tersenyum saja. rencana yang dia lakukan berhasil dan nanti malam adalah rencana selanjutnya.


__ADS_2