
Suasana bertambah mencekam ketika kaisar Meng dan permaisurinya berdiri dan menghampiri selir Xu Qin. tentu pasangan suami istri itu sangat marah ketika mendengar ucapan Yuan Lin.
Bagaimana tidak selir Xu Rin Yu adalah wanita yang sangat baik sehingga ia sangat di sukai dan bahkan kaisar Meng sendiri memberikan gelar selir kesayangan padanya. selir Xu Rin Yu tidak pernah merasa iri atau menjadi terbelakang karena posisinya yang seorang selir, dia tetap ramah pada semua orang dan menjadi teman baik permaisuri. tidak pernah ada masalah yang di timbulkan oleh selir Xu Rin Yu sehingga mereka sangat menyayanginya bahkan permaisuri sendiri sudah menganggapnya sebagai seorang adik.
Tapi ketika mereka mendengar kabar jika selir Xu Rin Yu tiada dengan cara tak wajar mereka merasa sangat kehilangan dan juga kaisar Meng sudah mencari siapa pelaku yang membuat selir kesayangannya bisa tiada dengan cara tak wajar yaitu mengakhiri hidupnya sendiri.
Tentu itu menjadi pertanyaan di benak setiap orang. selir yang di kenal dengan pribadi hangat dan baik tiba-tiba saja tiada dengan cara seperti itu.
"Katakan padaku apakah benar jika kau yang telah menghabisi Rin er ku." kata kaisar Meng .
"Tidak aku tidak pernah melakukan apapun. dia hanya membodohi kalian semua karena dia mempunyai dendam pribadi padaku." jawab selir Xu Qin dengan gemetaran.
"Memang benar aku mempunyai dendam pribadi dengannya bahkan dengan kaisar dan juga anak angkatnya itu. karena mereka, ibuku meninggalkanku dan karena mereka juga aku di tuduh melakukan kesalahan yang bahkan aku saja tidak pernah melakukannya." jawab Yuan Lin dengan dinginnya. entah kenapa ketika dia mengatakan itu rasanya ia ingin sekali menangis mungkin itu adalah reaksi dari tubuh yang di tempati nya.
"Anda dengar sendiri kaisar Meng jika dia sengaja melakukan itu karena dia ingin balas dendam padaku." kata selir Xu Qin dengan senyum kemenangan.
"Lin Lin apakah benar yang kau katakan itu jika dia penyebab semua masalah ini?" tanya pangeran Han Tian.
"Percaya atau tidak itu terserah diri kalian masing-masing. aku disini hanya mencari keadilan untuk diriku dan juga ibukku." jawab Yuan Lin dengan datarnya.
Yuan Lin tersenyum kecil ketika melihat kaisar Wei yang nampak putus asa. dia memijit pelipisnya kemudian berjongkok sehingga membuat tabib istana langsung menghampirinya.
__ADS_1
"Apakah anda baik-baik saja kaisar?" tanyanya.
Kaisar Wei hanya mengangkat tangannya saja pertanda dia baik-baik saja. tapi saat ini dia sungguh kacau. semuanya berjalan begitu saja tanpa dia sadari dan bodohnya dia bahkan tidak mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Dan orang yang menghabisi nyawa selir Xu Rin Yu sekarang juga ada disini." kata Yuan Lin yang membuat Wang Cung Li terkejut bukan main.
"Apa yang di lakukan gadis itu apakah dia mencoba menjebakku karena dia juga mempunyai dendam padaku." batin Wang Cung Li.
"Katakan padaku siapa yang sudah membunuh Rin er." kata kaisar Meng dengan marahnya.
Yuan Lin menunjuk Wang Cung Li sehingga membuat pria itu terkejut bukan main. kaisar Meng Langsung menghampiri pria itu dengan marahnya tapi ketika dia akan menyentuhnya tiba-tiba saja ia terdorong mundur.
Wang Cung Li tidak percaya jika gadis itu benar-benar menepati janjinya. ia menjadi semakin yakin dengan Yuan Lin.
"Apa yang kau katakan putri Yuan Lin. dia sudah menghabisi selir Xu Rin Yu dan sekarang kau malah menghalangi kami untuk memberikan hukuman padanya." seru permaisuri Meng dengan geramnya.
"Aku sudah memberikan hukuman padanya jadi tidak ada yang bisa memberikan hukuman lagi padanya. jika kau ingin menghukum seseorang maka orang itu adalah dia selir Xu Qin, dia yang sudah menyuruhnya untuk menghabisi selir mu." kata Yuan Lin.
Tatapan marah dan tajam milik kedua pasangan suami istri itu langsung mengarah pada selir Xu Qin. wanita itu gemetaran bukan main ketika di hampiri. tapi sebelum mereka melakukan sesuatu Yuan lin sudah menghentikannya lagi.
"Sebelum aku melakukan apa yang harusnya aku lakukan tidak ada seorangpun yang boleh menyentuh mereka " kata Yuan Lin dengan menekankan kata-katanya.
__ADS_1
"Kaisar, ibunda permaisuri ada apa kenapa kalian ada disini bukankah itu tidak sopan?" tanya seseorang yang membuat mereka semua menoleh.
Sesosok pria dengan tubuh tinggi dan paras yang tampan berdiri dengan pakaian zirah hitamnya. ia baru saja pulang dari perbatasan dan langsung menuju kekaisaran Wei karena mendengar jika semua keluarga istana sedang menghadiri acara disana.
"Ayah ingin memberikan hukuman pada orang yang telah merenggut nyawa ibumu pangeran." jawab Kaisar Meng yang membuat pengeran Shin Ming Yu terkejut.
"Dimana orang itu aku akan menghancurkannya sekarang juga." kata pangeran Shin Meng Yu dengan marahnya.
"Tidak ada yang bisa menyentuhnya sebelum diriku menyelesaikan semuanya." kata Yuan Lin dengan mengeluarkan aura membunuh.
Semua yang ada di sana langsung merasakan sesak ketika Yuan Lin mengeluarkan auranya. dengan segera Yuan Lin pun menarik kembali.
Yuan Lin menegaskan sekali lagi karena pangeran Shin Meng Yu benar-benar keras kepala dan tidak mau mendengarkan kata-kata Yuan Lin sehingga dia mengeluarkan sulur yang mengikat pemuda itu.
"Lepaskan putraku apa yang kau lakukan putri." kata permaisuri Meng yang membuat Yuan Lin menarik pangeran Shin Meng Yu ke hadapan permaisuri Meng.
"Tidak ibuku tidak bersalah. dasar jal*** tidak tahu malu. apakah kau sudah kehilangan urat maulumu sehingga kau akan melakukan segala cara. aku tidak percaya seorang putri dari kaisar tidak mencerminkan sikap sebagaiman mestinya." seru Putri Jiang He dengan tidak terima.
Yuan Lin menghampiri putri Jiang He dan menarik rambutnya dengan kasar. tentu dia marah dengan apa yang putri Jiang He katakan.
"Apakah kau mau ku buat bisu selamanya. kau berbicara seakan-akan dirimulah yang paling suci disini. yang kau bicarakan tadi adalah dirimu sendiri apakah kau lupa jika saat ini dirimu tengah mengandung anak dari salah satu pangeran hah apa aku perlu memanggilnya kemari agar semua orang tahu siapa jal*** sesungguhnya." kata Yuan Lin kemudian menghempaskan putri Jiang He dengan kasarnya.
__ADS_1