
Setelah Yuan Lin menjauh dari tempat itu dia segera kembali ke desa lembah hijau. sepanjang perjalanannya ia selalu memikirkan bagaimana nasib semua gadis-gadis itu apakah mereka juga akan mati di tangan para iblis itu. dia sungguh mengutuk dirinya sendiri kenapa disaat seperti ini dia tidak bisa berbuat apapun.
"Aku harus segera meningkatkan kekuatan ku agar aku bisa menghentikan semua ini." gumam Yuan Lin.
Setelah sampai di desa lembah hijau ia segera masuk dan di dalam sudah ada Bio Mei yang tengah menunggu Yuan Lin dengan cemas. entah apa yang akan dia katakan pada wanita paruh baya itu yang kini tengah menatapnya dengan penuh harap.
"Nona bagaimana apakah kau berhasil mencari tahu siapa pelakunya?" tanya Bio Mei dengan begitu antusiasnya.
"Emm begini bibi untuk saat ini aku akan memberikan pelindung untuk desa ini dan aku bisa menjaminnya jika tidak akan ada orang yang bermaksud jahat bisa masuk ke desa ini." jawab Yuan Lin yang membuat Bio Mei bingung.
"Apakah nona tidak berhasil?" tanya Bio Mei dengan sendunya.
"Bu bukan begitu hanya saja untuk sekarang aku belum cukup mampu untuk mengalahkan mereka karena saat ini aku masih sangat lemah. jadi besok aku akan pergi dan meningkatkan kekuatan ku setelah itu aku berjanji akan mengurus masalah ini dan jika mungkin aku akan membawa pulang para gadis yang telah mereka culik." jawab Yuan Lin.
"Baiklah jika begitu. sekarang sudah malam nona beristirahatlah." kata Bio Mei dengan suara pelannya.
Yuan Lin tahu jika wanita paruh baya itu tengah kecewa dengan jawaban yang di berikan olehnya. Yuan Lin sendiri bingung harus menjelaskannya bagaimana, jika benar gadis itu adalah putri dari Bio Mei tentu itu akan membuatnya semakin merasa berasalah.
Tak terasa pagi pun sudah tiba, Yuan Lin bersiap-siap untuk pergi ke hutan siluman yang letaknya sudah lumayan dekat dari desa lembah hijau. sebelum ia meninggalkan desa itu ia memberikan mantra sihir pelindung tingkat tinggi agar orang-orang yang mempunyai maksud jahat pada desa itu tidak akan bisa masuk.
__ADS_1
"Bibi aku pamit pergi terimakasih karena telah mengizinkanku untuk menginap di rumah bibi." ucap Yuan Lin .
"Berhati-hatilah nona dan cepatlah kembali kami sangat mengharapkan mu." kata Bio Mei.
Yuan Lin mengangguk kemudian pergi dari sana. semua orang pun mulai beraktivitas seperti biasanya mereka tidak merasa takut lagi karena mereka percaya jika gadis bercadar itu benar-benar memberikan perlindungan pada mereka.
Yuan Lin melesat dengan begitu cepat hingga tak butuh waktu lama kini ia telah sampai di depan hutan siluman. dari luar saja dia sudah bisa merasakan jika penghuni hutan siluman bukanlah sembarang binatang karena kekuatan yang di miliki binatang di hutan siluman hampir menyamainya.
Ketika masuk ke dalam hutan siluman Yuan Lin langsung merasakan aura membunuh yang sangat kuat tertuju padanya. dengan waspada dia terus berjalan masuk. tapi seketika dia menghentikan langkahnya ketika seekor ular besar berada di depannya.
"Manusia kau berani masuk kesini artinya kau siap memberikan nyawamu padaku." kata ular piton itu dengan tatapan tajamnya.
"Aku disini tidak ingin mencari masalah aku hanya ingin mencari air saja." ujar Yuan Lin yang memang tidak ingin bertarung.
Dengan sigap Yuan Lin melompat menghindari serangan tersebut dan memberikan serangan balasan. dia sungguh kesal jika ada seseorang yang di ajak bicara baik-baik tapi malam memilih untuk menggunakan kekerasan.
Yuan Lin memberikan serangan balasan yang tak kalah mematikan sehingga membuat ular piton itu menjadi lebih marah dan mengibaskan ekornya kesana kemari. racun yang di keluarkan ular piton itu sangatlah mematikan bahkan tanaman yang terkena racun itu langsung menghitam dan layu.
"Hentikan semua ini aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni kebodohan mu itu." kata Yuan Lin dengan memberikan serangan terakhirnya yang membuat ular piton itu langsung terpotong-potong menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
Yuan Lin mengambil permata hijau yang ada di kepala ular piton itu kemudian beranjak dari sana. dia berjalan lebih masuk lagi ke dalam hutan siluman. semakin kedalam semakin kental pula aura membunuh yang ada di sini.
"Nona berhati-hatilah didepan ada tanaman pemangsa manusia. jika nona sampai menyentuh ataupun menginjaknya maka nona akan terjebak di sana selamanya." kata naga Yang melalui pikiran Yuan Lin.
"Terimakasih sudah memberitahu ku naga Yang aku akan lebih berhati-hati lagi." ujar Yuan Lin yang merasa begitu beruntung bisa memilki teman seperti naga Yang.
Yuan Lin mulai berjalan kembali. dengan sangat hati-hati dia memperhatikan jalan yang di pijakinya. saat ia melihat tumbuhan yang menjalar di tanah ia merasa jika tumbuhan itulah yang di maksud oleh naga Yang Karena hanya ada tumbuhan itu saja disana.
Dengan sangat hati-hati dia melewati akar yang menjalar itu tapi dengan tidak sengaja hanfu yang di pakainya menyenggol akar itu sehingga membuat tumbuhan itu langsung bereaksi. dengan secepat kilat yuan Lin berlari melewati akar akar menjalar yang kini sudah mulai hidup seakan sedang mencari mangsanya dengan terus menjalar kesana kemari.
"Sial hampir saja aku mati konyol disini." maki Yuan Lin ketika sudah berhasil melewati tumbuhan menjalar itu.
Setelah melewati tumbuhan itu Yuan Lin pun bergegas masuk. ia tak ingin berlama-lama disana apalagi jika sampai bertemu binatang lainnya yang juga ingin bertarung dengannya. tapi harapan Yuan Lin sirna sudah ketika di depannya sudah ada sesuatu yang menunggunya. seekor kera yang berdiri tegak dengan dua taring panjangnya serta mata merahnya yang kini tengah menatap Yuan Lin dengan tajamnya.
"Ahhhh kenapa hutan ini sangat menyebalkan." gerutu Yuan Lin dengan kesalnya.
"Mau apa kau ke wilayahku manusia?" tanya kera itu dengan suara seraknya.
"Hah aku sekarang sedang tidak ingin bertarung jadi ku mohon biarkanlah aku lewat tanpa menyita tenaga ku lagi. kau tahu sedari tadi aku masuk kedalam hutan ini ada saja yang ingin menghalangiku." kata Yuan Lin
__ADS_1
"Kau sudah memasuki wilayah ku itu artinya kau ingin mencari masalah denganku." kata kera itu dengan marahnya.
Memang saat ini Yuan Lin sudah hampir sampai di tengah-tengah hutan siluman dan sekarang dia berada di hutan yang menjadi kekuasaan kera itu.