
Pangeran Meiuzo mengajak Zhi Qing ke suatu tempat, tak lupa ia juga mengajak Yuan Lin dan kekasihnya. tentu hal itu menjadi pertanyaan di benak mereka.
"Ada yang ingin aku sampaikan pada kalian. ini sangat penting, ini mengenai isi dari kotak yang ayahku berikan padaku." kata pangeran Meiuzo yang membuat mereka semua langsung berubah menjadi serius .
Pangeran Meiuzo pun mengeluarkan sebuah surat yang sudah dia lipat serapi mungkin. sebelum itu, dia membuat perisai pelindung di sekeliling mereka Agar tidak ada yang bisa mendengar suara mereka.
"Kertas ini adalah ramalan turun temurun bangsa Elf yang pasti akan terjadi di masa depan. kalian bisa membacanya sendiri." kata pangeran Meiuzo dengan menyerahkan kertas itu.
"Aku belum pernah tahu makhluk apa yang di tuliskan disini." kata Yuan Lin
"Tapi sepertinya seseorang ini mempunyai pengaruh besar untuk mereka sehingga mereka sangat mengincarnya." timpal Zhi Qing dengan menatap mereka semua.
"Setahuku mahkluk itu muncul berapa ratus ribu tahun sekali aku juga tidak tahu pastinya. aku pernah mendengar cerita dari ayahku, jika makhluk itu seperti kita dan juga berbaur seperti kita, mereka layaknya manusia biasa hanya saja yang sangat identik dari makhluk ini terletak pada kakinya. jika manusia pada umumnya mempunyai tumit maka makhluk ini sebaliknya, dari yang aku dengar hanya tulang tanpa pembungkus." kata Yueyue dengan menjelaskan apa yang pernah dia dengar dari ayahnya.
"Aku juga pernah mendengar itu, tapi aku tidak menyangka jika itu merupakan sebuah ramalan." ujar pangeran Meiuzo.
"Aku akan mencari tahu tentang makhluk itu nanti. yang terpenting saat ini kita harus tahu siapa orang yang akan menjadi incarannya." ujar Yuan Lin.
"Seorang Bayi." kata Zhi Qing yang membuat semuanya menatapnya.
"Disini jelas di tuliskan, akan lahir, kemungkinan besar yang di maksud adalah seorang bayi yang baru lahir." lanjutnya.
"Ya itu bisa jadi. tapi pertanyaannya anak siapa, dimana, dan kapan dia di lahirkan." ucap pangeran Meiuzo
"Itulah sebabnya kita harus mencari tahu. aku merasa jika makhluk itu memang sudah datang dan sedang mempersiapkan diri. yang terpenting kita harus tetap waspada dan berjaga-jaga jika ada sesuatu yang tidak di inginkan terjadi. jangan lengah karena kita tidak tahu bahaya apa yang sedang menanti kita." kata Yuan Lin.
__ADS_1
Entah kenapa tiba-tiba dia merasakan suatu gerakan di perutnya dan membuatnya meringis kesakitan. melihat hal itu membuat semuanya terkejut. Zhi Qing dengan cekatan langsung memegangi tubuh Yuan Lin yang terhuyung.
"Sebentar." kata Yuan Lin dengan menahan rasa sakitnya.
"Apakah kertas itu penting? aku takut itu akan membahayakan dirimu pangeran. yang terpenting kita semuanya sudah tahu apa isinya, saranku bakar kertas itu karena dengan begitu tidak akan ada yang tahu tentang ramalan itu." kata Yuan Lin yang membuat pangeran Meiuzo berfikir sejenak kemudian mengangguk.
Tak menunggu lama, kertas yang tadinya masih utuh kini sudah berubah menjadi abu. tiba-tiba mata Yuan Lin menangkap sebuah bayangan yang berada di balik pohon. dia tahu sedari tadi ada seseorang yang berusaha menguping pembicaraan mereka.
"Dugaanku benar. untung saja kita bertindak lebih cepat. aku akan menggunakan api hitam ku untuk membakarnya lagi." kata Yuan Lin yang membuat semuanya langsung paham jika ada orang lain selain mereka di tempat itu.
"Kita kembali sekarang." kata Zhi Qing dengan memapah Yuan Lin.
Dekat dengan Yuan Lin membuat jantung Zhi Qing berdegup kencang. Yuan Lin yang sadar dan merasakan itupun hanya tertawa kecil saja. dia juga percaya apa itu sebuah ikatan .
"Kau gugup raja neraka?" tanya Yuan Lin yang sengaja ingin menggoda Zhi Qing.
"Aku tau kau menyukaiku sejak lama. kenapa kau tidak jujur saja padaku sekarang jika kau mencintaiku He." ucap Yuan Lin.
"Menyukaimu sejak lama? hahaha aku? menyukaimu? aihhh lelucon dari mana lagi ini." timpal Zhi Qing
"Apa benar aku sudah menyukainya sejak lama. tapi aku memang selalu gugup jika dekat dengannya. aku juga ingin selalu melihatnya. jadi aku menyukainya? ahh aku tidak percaya ini. bagaimana bisa aku menyukai gadis ini." batin Zhi Qing
"Hei kau mendengarkan ku tidak." seru Yuan Lin dengan kesalnya tapi juga ingin tertawa mendengar suara hatinya.
"Mana mungkin aku menyukai mu." ucap Zhi Qing
__ADS_1
"Sebenarnya kau sudah mengakuinya di dalam hatimu. bukankah begitu." kata Yuan Lin dengan terkekeh.
"Diamlah kau atau aku tidak akan mengantarmu." kata Zhi Qing dengan kesalnya.
"Ya sudah tinggalkan aku saja aku bisa sendiri." ujar Yuan Lin .
Benar saja karena kesal Zhi Qing pergi meninggalkan Yuan Lin tapi sedetik kemudian dia kembali lagi dan langsung membawa Yuan Lin pergi dari sana dengan melesat.
Sesampainya di kerajaan langit, Yuan Lin langsung di baringkan di ranjangnya kemudian Zhi Qing memanggil pelayan agar memanggilkan tabib.
Beberapa saat kemudian tabib datang bersama kaisar langit dan permaisuri Zinsy. mereka terlihat khawatir dengan ketika tahu kondisi Yuan Lin seperti itu.
Tabib pun mulai memeriksa dengan teliti dan tanpa terlewat sedikitpun. selesai memeriksa dia hanya tersenyum saja pada Yuan Lin kemudian beralih pada semua orang.
"Bagaimana kondisi putriku kenapa kau malah tersenyum seperti itu." kata kaisar langit dengan kesalnya
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan kaisar, hal seperti ini sudah biasa di alami oleh calon ibu." jawab tabib kerajaan yang membuat semuanya terkejut.
"Yang mulia ratu tengah mengandung." kata tabib itu dengan tersenyum.
"Hahaha benar kan apa dugaanku selama ini suamiku. putri kita tengah mengandung ahhh aku sangat tidak sabar ingin segera menggendongnya." kata permaisuri Zinsy dengan gembiranya dan langsung memeluk Yuan Lin dengan eratnya.
Berbeda dengan Zhi Qing, justru ekspresi wajahnya terlihat sedih dan kecewa dengan hal ini. entahlah apa yang dia rasakan sekarang setelah mendengar kabar jika Yuan Lin tengah mengandung.
"jadi dia sudah menikah. jika saja dia bilang lebih awal aku pasti tidak akan seperti ini. tapi kenapa hatiku rasanya sakit mendengarnya. apa yang dia bilang benar jika aku sudah lama menyukainya. lalu kemana suaminya kenapa dia tidak ada disini." batin Zhi Qing yang membuat Yuan Lin tersenyum saja kemudian memberikan isyarat agar semuanya keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Kau lihat ekspresi raja neraka bukan hahaha aku ingin sekali tertawa tapi juga kasihan." ucap kaisar langit dengan menutup mulutnya