
Yuan Lin berkeliling sambil melihat-lihat apa saja yang ada di toko tersebut hingga ia berhenti pada sebuah pedang hitam yang sudah berdebu dan terlihat sudah sangat tua. entah kenapa ia merasa tertarik untuk membeli pedang tersebut.
"Bibi apakah ini di jual?" tanya Yuan Lin yang membuat pemilik toko langsung menghampirinya.
"Tidak nona. pedang itu tidak ada yang berminat untuk membelinya karena pedang itu berisi jiwa dari pemilik pedang terdahulu. ada seseorang yang pernah berkata jika ada yang bermaksud ingin memiliki pedang ini maka dia akan tewas karena jiwanya akan menyatu dengan pedang ini. bisa dikatakan jika pedang ini adalah pedang kutukan." jawab pemilik toko.
"Pedang kutukan??." tanya Yuan Lin yang semakin penasaran.
"Benar nona. pedang ini sudah sangat lama berada di toko saya, saya tidak menaruh di tempat yang semestinya karena tidak akan ada yang berminat untuk membelinya. mungkin saya akan membuang saja." jawab pemilik toko tersebut dengan tersenyum.
"Tapi aku ingin membelinya bibi. berapakah harga yang harus aku bayar." kata Yuan Lin yang membuat pemilik toko terkejut.
"Apakah nona serius?" tanya pemilik toko yang di angguki oleh Yuan Lin.
"Jika nona menginginkannya maka ambil saja nona saya memberikan gratis pada nona. tapi apakah nona tidak takut dengan pedang itu?" tanya pemilik toko lagi
"Mengapa saya harus takut. ini hanyalah pedang biasa, yang di katakan orang orang itu semuanya bohong bibi." jawab Yuan Lin dengan memegang pedang tersebut.
Sontak saja pemilik toko itu di buat terkejut lagi karena Yuan Lin bisa memegang pedang tersebut dengan santainya seperti tidak terjadi sesuatu. ia tentu ingat betul beberapa bulan yang lalu ada seorang laki-laki yang juga ingin membeli pedang tersebut namun malah berakhir tewas karena Jiwanya diserap oleh pedang tersebut.
"Tidak ada apapun bibi. ini hanyalah pedang biasa saja. bibi tidak perlu khawatir. berapa yang harus aku bayar bibi?" tanya Yuan Lin lagi
__ADS_1
"Ti tidak nona. nona ambil saja saya tidak menjual itu. tapi nona, bagaimana jika terjadi sesuatu pada nona. lebih baik saya membuangnya saja. saya khawatir jika nasib nona sana seperti tuan muda itu." kata pemilik toko dengan khawatir.
Yuan Lin hanya menghela nafasnya saja melihat kekhawatiran pemilik toko tersebut. ia pun berusaha menjelaskan jika semuanya akan baik-baik saja .
"Jadi bibi berapakah yang harus aku bayar?" tanya Yuan Lin sekali lagi
"Tidak perlu nona. saya sudah sangat senang karena ada yang mengunjungi toko saya lagi. ambil saja untuk nona tapi berhati-hatilah nona." jawab pemilik toko tersebut dengan tersenyum.
Yuan Lin akhirnya mengeluarkan satu kantong koin emas dan di berikan pada pemilik toko tersebut.
"Tidak ada yang gratis di dunia ini bibi. jadi ambilah ini sebagai bayaran mu Karena aku telah membeli pedang ini." kata Yuan Lin yang membuat pemilik toko terkejut.
"Ta tapi ini terlalu banyak nona. jika nona ingin membayar, 2 keping koin perak saja sudah cukup nona Karena pedang yang nona beli hanyalah pedang biasa." ujar pemilik toko.
Setelah Yuan Lin pergi pemilik toko tadi hanya memandang koin emas itu dengan bingungnya. ia juga berfikir bagaimana bisa gadis itu bisa menyentuh pedang dan bermaksud untuk memilikinya. ia sebenarnya takut jika Yuan Lin akan bernasib sama seperti tuan muda pada waktu itu.
Setelah membeli pedang Yuan Lin memutuskan untuk mampir ke kedai untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan. ia masuk ke salah satu kedai mewah yang menyediakan berbagai makanan lezat dan tentunya sangat berguna untuk membantu meningkatkan kultivasi karena kedai yang Yuan Lin kunjungi juga menyediakan daging binatang tingkat rendah sampai menengah yang juga berguna untuk meningkatkan kualtivasi.
"Bibi aku pesan dua porsi makanan yang terenak disini." kata Yuan Lin yang membuat pemilik kedai tersebut menatap Yuan Lin dari atas sampai bawah.
"Pergilah dari sini dan carilah tempat yang sesuai denganmu. disini hanya orang-orang berkelas saja yang boleh menempatinya." kata pemilik kedai dengan memandang rendah Yuan Lin.
__ADS_1
Yuan Lin yang tadinya tersenyum pun langsung merubah ekspresinya menjadi datar setelah mendengar ucapan pemilik kedai tersebut.
"Tenang saja bibi aku bisa membayarnya bahkan lebih mahal dari yang kau mau." kata Yuan Lin dengan dinginnya.
Ia lantas mengeluarkan satu kantong koin emas dan di letakkan di atas meja yang membuat pemilik kedai tersebut terkejut bukan main.
"Ba bagaimana mungkin." ucap pemilik kedai tersebut dengan terkejut.
"Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. siapkan makanannya cepat aku sudah sangat lapar." ujar Yuan Lin dengan datarnya.
Setelah mengatakan itu Yuan Lin segera menuju ke lantai dua. disana tidak banyak orang hanya ada beberapa orang saja mengingat ini adalah ruangan VIP tidak semua orang bisa makan di ruangan ini.
Yuan Lin memandangi sekelilingnya. tempat yang sangat nyaman untuk mengistirahatkan tubuhnya. tak berselang lama seorang datang dengan membawa nampan disusul satu orang lagi yang juga membawa nampan.
"Silahkan di nikmati." kata pemilik kedai dengan senyum canggungnya.
"Hmm terimakasih. lain kali jangan menilai seseorang hanya dari penampilannya saja." ujar Yuan Lin yang langsung menyantap makanannya.
Lagi-lagi cara makan gadis itu menjadi sorotan semua orang yang ada di lantai atas tapi gadis itu tidak menghiraukan dan tetap memakan makanannya dengan sangat lahap.
"Bukankah gadis itu adalah putri Yuan Lin, mengapa cara makannya sangat tidak sopan seperti itu." bisik salah satu pengunjung kedai.
__ADS_1
"Biarkan saja jangan mengurusi orang lain lanjutkan saja makanmu." timpal seorang pria yang duduk di samping wanita tadi
Yuan Lin tetap melanjutkan makannya. saat sedang makan ia tidak akan memperdulikan apapun kecuali perutnya sendiri.