Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Membantu Klan Zhou (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Beberapa saat kemudian akhirnya semua pasukan lawan mundur dan melarikan diri. mungkin hanya tersisa beberapa orang saja karena serangan yang di berikan Yuan Lin dan Zhi Qing tidak main-main.


Semua orang dari klan Zhou pun hanya bisa bernafas lega saja. mereka segera membersihkan kekacauan tersebut sedangkan para tetua langsung menghampiri Yuan Lin Dan Zhi Qing.


"Terimakasih karena kalian sudah membantu kami." kata tetua Si pada mereka berdua.


"Jika boleh tau siapa kiranya tuan dan nona ini?" tanya Tetua Yun Zhou yang sedari tadi di selimuti rada penasarannya.


"Tidak ada kami hanya seorang pengembara yang tak sengaja melihat penyerangan tersebut karena itu kami memutuskan untuk membantu saja. bagaimana apakah semuanya sudah terkondisikan?" tanya Zhi Qing.


"Ah ya sudah semuanya sudah membaik hanya perlu memperbaiki kerusakan di beberapa bangunan saja. sekali terimakasih karena sudah membantu klan kami. saya tetua Si secara langsung mengundang kalian berdua untuk menghadiri jamuan makan tersebut bukankan seperti lebih baik Panatua." kata tetua Si yang di angguki oleh Panatua Zhou dan semua tetua. mereka juga setuju dengan ide tetua Si.


Zhi Qing dan Yuan Lin pun hanya mengangguk saja menyetujuinya mereka juga ingin berbicara dengan. Panatua Zhou tentang masalah tersebut.


Mereka semua menuju ke ruang makan klan Zhou yang di khususkan untuk tamu-tamu penting saja. sementara para murid yang lain membereskan kekacauan yang terjadi.


Di ruang makan mereka menyantap hidangan mewah yang sudah di sediakan. mereka menikmatinya dengan tenang dan nyamannya. setelah semua orang menyelesaikan acara makanan kini Yuan Lin pun angkat bicara sehingga membuat semua mata tertuju padanya.


"Apakah kalian tahu siapa yang melakukan penyerangan di klan ini? tanya Yuan Lin


"Tidak nona kami tidak tahu. serangan ini sangat mendadak dan kami belum melakukan persiapan apapun. hampir sebagian murid tidak sadarkan diri karena mereka. mereka sudah mempersiapkan semuanya dengan matang." kata tetua Si


"Bagaimana jika orang yang melakukannya adalah orang dalam.". kata Yuan Lin yang membuat semua tetua bingung dan tidak mengerti.

__ADS_1


"Apa yang nona maksud?" tanya Tetua Yun Zhou yang seperti menjadi perwakilan dari semua tetua yang ada di ruangan tersebut.


"Satu nama yang terlintas di benak kalian tentang penyerangan ini." kata Yuan Lin yang membuat semua orang hanya saling pandang saja tidak mengerti.


"Wu Xun." kata Panatua Zhou yang sedari tadi hanya diam saja. mereka semua yang ada di meja makan langsung terkejut


"Benar sekali kenapa sedari tadi aku tidak terpikirkan dengan hal itu. bukankah semenjak kejadian itu dia menjadi sangat membenci kita." timpal tetua Ing Taek yang di angguki oleh semua tetua.


"Hmm seperti itulah." kata Yuan Lin.


"Jadi maksud nona adalah adik Wu Xun yang sudah merencanakan ini semua." kata tetua Yun Zhou yang di Angguki oleh Yuan Lin.


"Tapi bagaimana bisa nona mengatakannya darimana nona mengetahuinya?" tanya Tetua Ing Taek dengan menatap penuh selidik ke arah Yuan Lin.


"Apakah kau ingin mengatakan jika dia berbohong dan hanya mengarang cerita saja. apakah kau juga sedang menuduh jika penyerangan ini terjadi karena disebabkan oleh kami dan kau mengira jika kami juga adalah bagian dari mereka." kata Zhi Qing yang membuat semua tetua terkejut.


"Tidak bukan begitu hanya saja ini seperti ahhh sudahlah mungkin saja ini suatu kebetulan yang tak terduga." ujar tetua Ing Taek dengan merasa tidak enak hati.


"Sebelumnya jika saya boleh tahu siapa nama kalian berdua?" tanya Panatua Zhou.


"Aku Yuan Lin dan ini adalah temanku Zhi Qing." kata Yuan Lin dengan memperkenalkan diri.


Panatua Zhou yang mendengar nama Yuan Lin pun terdiam beberapa saat. entah kenapa dia seperti tidak asing dengan nama tersebut. ia mencoba mengingat dimana dia pernah mendengar nama tersebut. hingga beberapa saat kemudian tatapannya pun langsung berubah. bukan tatapan biasa melainkan tatapan terkejut.

__ADS_1


Hal itu tak luput dari perhatian para tetua lainnya. mereka terlihat heran dengan reaksi Panatua Zhou. Yuan Lin juga sama begitupun juga dengan Zhi Qing.


"Putri Yuan Lin. bukankah kau adalah cucu dari kaisar langit." kata Panatua Zhou yang membuat semua tetua terkejut bukan main.


"Ya. apakah ada masalah." kata Yuan Lin dengan herannya.


"Tidak ada. belum lama ini namamu sudah beredar dimana mana. cucu kaisar langit putra dari pangeran Han Zhou datang ke dunia atas. kesembuhan Permaisuri Zinsy pun juga tak luput dari apa yang kau lakukan." kata Panatua Zhou yang lagi-lagi membuat semua orang terkejut.


"Apa yang Panatua maksud?" tanya Ing Taek dengan bingungnya.


"Jadi maksud Panatua nona ini adalah putri dari pangeran Han Zhou cucu kaisar langit dan dan ppermaisuri Zinsy?" tanya tetua Yun Zhou dengan terkejut.


"Ya dia adalah putri Yuan Lin yang sempat aku ceritakan pada kalian waktu itu. sekali lagi terimakasih karena sudah membantu klan kami Putri tapi sepertinya putri tahu banyak tentang saudaraku." kata Panatua Zhou dengan nada suara pelannya


"Ya beberapa hari ini aku sempat menjadi mata-mata seseorang dan aku tahu sedikit tentangnya dan juga mengenai Putri Mei, dia juga bersama dengan saudraamu. mereka sudah merencanakan semuanya dari jauh-jauh hari. kurasa merekq memiliki dendam tersendiri pada klan ini." kata Yuan Lin yang membuat semua orang hanya mengangguk paham saja.


Mereka juga tidak heran dengan apa yang di katakan Yuan Lin karena pada dasarnya sedari dulu Wu Xun adalah seorang yang ambisius dan tidak bisa di atur sehingga karena suatu masalah Panatua Zhou pun mengusirnya dan menghapus nama Wu Xun dari anggota klan Zhou.


"Lalu bagaimana dengan putriku? apakah dia baik-baik saja?" tanya Wu Jianzhou ayah dari putri Mei yang juga merupakan kakak Wu Xun.


"Entahlah dia suka sekali membuat masalah. beberapa hari ini dia membuat masalah dengan temanku dan mungkin saja temanku benar-benar marah dengan tindakannya." jawab Yuan Lin dengan santainya yang membuat Wu Jianzhou khawatir.


"Kenapa mau masih mengkhawatirkan anak seperti itu. dia bahkan sangat menginginkan kehancuran klan ini beserta dirimu." Kata Yuan Lin

__ADS_1


"Bagaimanapun dia tetap putriku. aku tahu dia memang keras kepala tapi aku yakin itu semua terjadi karena aku jarang memperhatikannya. semua ini terjadi karena salahku." kata Tetua Wu Jianzhou dengan menunduk lemas.


__ADS_2