
Zhi Qing berenang kesana kemari mengikuti gerakan Xracen dan berusaha sebisa mungkin jika pergerakannya tidak di ketahui. tapi tidak semudah itu karena Xracen sudah menyadarinya dan dia langsung menyerang Zhi Qing dengan membabi buta.
Hanya dengan berbekal satu tombak dia kembali melawan Xracen. hingga beberapa saat kemudian tanpa sengaja ia berhasil melukai Xracen dengan senjatanya.
"Aku menemukan titik kelemahannya." kata Zhi Qing dengan tersenyum smrik
Ia pun langsung menyerang Titik terlemah dari Xracen dengan secepat kilat. memang tubuh bagian luarnya sekeras batu tapi tubuh bagian dalamnya sangat lunak dan paling mudah untuk di lukai.
Cukup lama ia mencari celah untuk menyerang Xracen dan akhirnya dia mendapatkan celah itu. dengan segera dia menancapkan tombak itu kedalam cahaya yang berada di kaki Xracen
Splassssssssshh....
Waktu seperti berhenti beberapa saat begitupun juga dengan Xracen yang tidak bergerak sama sekali. Cahaya yang tadinya kecil sekarang mulai membesar dan menghantam tubuh Zhi Qing hingga laki-laki itu terdorong jauh ke belakang.
Cahaya itu masuk ke tubuh Zhi Qing sementara dia berteriak kesakitan. wajahnya berubah pucat pasi. ia merasa tubuhnya seperti di hantamankan puluhan kali ke batu keras sehingga membuat tulang-tulangnya hancur tak berbentuk.
Ada sesuatu yang tengah bergejolak di dalam tubuhnya, sementara dia sudah tidak bisa menahan rasa sakit yang dia rasakan saat ini. belum pernah dia mengalami siksaan seperti sekarang sehingga dia tak sadarkan diri.
Dewa Poseidon yang menyaksikan kejadian itupun tidak bisa berkata-kata. ia ikut merasakan apa yang tengah di rasakan oleh Zhi Qing sehingga dia lebih memilih untuk pergi dan akan kembali jika prosesnya sudah selesai.
Ketika sudah sadar, Zhi Qing hampiri pingsan kembali tapi sebisa mungkin dia tetap berusaha untuk sadar dan menahan semuanya. dia memposisikan tubuhnya dengan bersila tegak dan memejamkan matanya dan Merasakan aliran darah yang mengalir begitu cepat di dalam tubuhnya.
Duarrrrr Duarrrrrrr ....
__ADS_1
Bawah laut terasa bergetar karena ledakan yang di ciptakan oleh elemen darah iblis. kerajaan bawah laut harus sampai membuat kubah pelindung agar seluruh kerajaan tidak berantakan.
"Kekuatan apa ini kenapa sangat kuat??"
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Beberapa prajurit bawah laut juga penasaran dengan apa yang terjadi.
Setelah 2 jam melakukan proses pembangkitan darah iblis kini cahaya yang masuk kedalam tubuh Zhi Qing itupun keluar melalui ubun-ubun nya dan naik sampai ke alam atas.
Di alam atas pun juga terjadi hal yang sama karena cahaya itu sangat jelas dan menyilaukan mata. beberapa orang yang tahu cahaya itupun hanya terdiam membisu karena jika darah iblis sudah bangkit itu artinya akan ada sesuatu yang besar yang akan terjadi.
Kaisar langit dan Xi Shen pun tak ketinggalan. mereka melihat cahaya itu dengan raut wajah leganya karena raja neraka berhasil. tapi sedetik kemudian wajah Xi Shen berubah yang membuat kaisar langit heran.
"Ada apa denganmu? seharusnya kau senang karena raja neraka berhasil dengan tugasnya." kata Kaisar langit dengan bingungnya.
"Aku memang senang karena raja neraka sudah berhasil, tapi ada satu hal lagi yang tidak kalian ketahui. sekarang aku akan menemui ratu langit dulu." kata Xi Shen dengan berlalu pergi.
"Apakah kau sudah lihat cahayanya? aku sangat percaya dengan suamiku dia pasti akan berhasil." kata Yuan Lin dengan gembiranya.
"Ya dia hanya perlu melakukan beberapa proses lagi untuk menyempurnakannya." jawab Xi Shen dengan tersenyum.
"Oh ya ada apa kau kemari?" tanya Yuan Lin dengan herannya.
"Ada yang tidak kau ketahui dari kejadian ini." kata Xi Shen yang membuat Yuan Lin bingung.
__ADS_1
"Maksudmu?"tanya Yuan Lin
"Kau tahu bukan sesuatu yang besar tidak mudah mendapatkannya. aku harap setelah kau mendengar ini dariku kau bisa berfikir lebih bijak." ucap Xi Shen yang semakin membuat Yuan Lin tidak mengerti.
"Dia memang berhasil dalam misinya tapi akan ada sesuatu yang harus dia korbankan untuk semua ini. Seseorang yang paling berharga dalam hidupnya." kata Xi Shen yang membuat Yuan Lin terkejut bukan main.
"Jangan bercanda denganku. ini bukan waktunya untuk bercanda. harus mengorbankan orang yang paling berharga? apa yang kau maksud sebenarnya? jangan bertele-tele katakan dengan jelas!" kata Yuan Lin dengan raut wajah yang sudah tidak seceria tadi
"Ya dia akan melupakan semuanya tentang orang yang paling berharga di hidupnya, itu adalah konsekuensinya dan tidak bisa terbantahkan. itu mutlak dari hukum alam." kata Xi Shen.
Entah sekarang Yuan Lin harus bahagia atau sedih, tapi dia sedang mencerna apa yang baru saja Xi Shen katakan. di duduk dengan lemasnya dan memijit keningnya yang tiba-tiba saja terasa pusing.
"Sudah aku bilang kau harus bisa bersikap lebih bijak. kebangkitan darah iblis bukan hanya semata-mata untuk hal kecil, di balik kejadian ini akan ada sesuatu besar yang terjadi di masa depan. tidak perlu khawatir kehilangan ingatan bukanlah akhir dari segalanya. kau masih bisa berusaha untuk mengambilkan ingatannya secara perlahan-lahan. namun, kau juga pasti tahu semuanya tidak akan mudah." ujar Xi Shen dengan menatap Yuan Lin.
"Kenapa kau baru berbicara sekarang? jika kau berbicara lebih dulu aku pasti akan mencari jalan keluarnya dan itu mungkin masih bisa terhindarkan." kata Yuan Lin.
"Sudah aku katakan itu mutlak dari hukum alam dan tidak ada yang bisa mengubahnya. kau istirahatlah dan ingat kata-kata ku tadi." ujar Xi Shen dengan berjalan keluar.
Yuan Lin pun langsung pergi ke ruang dimensinya tepatnya ke perpustakaan kuno miliknya. dia mencari dengan setengah mengobrak Abrik semua Isi perpustakaannya.
"Nona sedang mencari apa?" tanya Xiao yang mewakili semua teman-teman Yuan Lin.
"Bantu aku mencari buku untuk menggagalkan ingatan yang hilang." kata Yuan Lin
__ADS_1
"Hah???" tentu saja keempatnya tidak paham dengan apa yang di katakan Yuan Lin.
"Nona bisa katakan pelan-pelan. saya lihat nona sedang ada sesuatu yang membuat nona menjadi seperti ini. jika di perbolehkan nona bisa bercerita kepada kami." kata naga Yang ketika melihat raut wajah nonanya yang tidak terlihat baik-baik saja.