
setelah berbicara berdua akhirnya mereka mereka memutuskan untuk melanjutkannya ke tahab berikutnya. kini mereka sedang berada di luar tepatnya. mereka berjalan dengan berdampingan sesekali sifat usil Zhi Qing membuat Yuan Lin ingin sekali memukulnya.
Dari kejauhan kaisar langit Permaisuri Zinsy dan Xi Shen nampak tersenyum dengan girangnya. mereka tentu saja sudah menduga apa yang sudah terjadi antara pasangan kekasih itu.
"Ahhh aku sudah tidak sabar. aku yakin mereka sudah mengambil keputusan." kata Xi Shen yang di angguki oleh semuanya.
"Tenanglah sebentar lagi walaupun begitu semuanya butuh persiapan lebih dulu bukankah begitu apalagi keduanya adalah pemimpin besar dunia atas." kata kaisar langit.
Pasangan kekasih itupun menghampiri para orang tua. sementara para orang tua menatap mereka dengan tatapan yang tak biasa sehingga membuat keduanya sedikit canggung.
"Bagaimana?" tanya Xi Shen pada Zhi Qing.
"Ya. kami memutuskan untuk melakukannya." jawab Zhi Qing dengan datarnya.
"Hahhh syukurlah jadi sebelum itu putriku akan terlebih dahulu aku jadikan pemimipin dulu. aku akan mengundang kalian secara khusus." kata Kaisar langit yang membuat mereka semua mengangguk paham
"Ya jadi sekarang sudah pasti bukan tinggal kita menentukan tanggal saja. aku akan kembali ke kamar Kalian berbicaralah berdua " kata Permaisuri Zinsy dengan tersenyum bahagia.
setelah Permaisuri Zinsy pergi, Yuan Lin Dan Zhi Qing pun juga ikut pergi hingga di ruangan tersebut hanya tersisa kaisar langit dan Xi Shen saja. kedua pria itu berbincang ringan di ruangan kaisar langit.
Jika di istana kekaisaran suasananya sedang bergembira karena sebentar lagi akan ada pesta perayaan besar-besaran, di sisi lain di kediaman atau di aliansi milik Wu Xun sedang terjadi pemberontakan yang di lakukan oleh In Zuu dan anggotanya.
Mereka berjumlah banyak dan mengepung aliansi milik Wu Xun dari luar dan juga dari dalam. anggota yang di miliki Wu Xun pun jumlahnya kalah dengan jumlah anggota milik In Zuu.
Mendapatkan serangan dadakan membuat semuanya kewalahan menghadapi. di saat seperti sekarang ini tentu saja mereka berharap jika ketua mereka akan turun tangan langsung tapi pada kenyataannya sampai sekarang pun Wu Xun tidak muncul.
__ADS_1
mereka belum tau jika yang merencanakan penyerangan tersebut adalah tangan kanan Ketua mereka sendiri. ya memang ini yang di inginkan In Zuu sejak lama karena dia tidak menyukai cara Wu Xun memperlakukan para anak buahnya.
Serangan demi serangan membuat orang-orang Wu Xun kewalahan dan tidak bisa menghadapinya sedangkan Wu Xun sendirian tengah bingung bagaimana caranya menghentikan kekacauan ini.
Saat ini dia berada di ruangan bawah tanah bersama putri Mei. ruangan itu merupakan ruangan tersembunyi dan tidak ada siapapun yang mengetahuinya kecuali satu orang yaitu in Zuu sendiri.
kondisi putri Mei sekarang benar-benar memprihatinkan. dia benar-benar menjadi gila dan bahkan tidak mengenali siapa itu wu Xun tapi Wu Xun tetap ingin merawat putri Mei karena baginya putri Mei sudah seperti anak sendiri.
"Lebih baik untuk sekarang aku berada disini saja menunggu kondisi di atas membaik. sebenernya siapa dalang di balik ini semua. sebenernya aku ingin sekali keluar tapi jika mereka tahu kekuatan ku sudah hilang mau di taruh dimana wajahku. ck itu memalukan sekali." gumam Wu Xun dengan membayangkan bagaimana reaksi orang-orang dan semua anggotanya mengetahui hal tersebut.
Disisi lain In Zuu tengah celingukan mencari keberadaan seseorang tapi tidak menemukannya sehingga dia pun keluar dari persembunyiannya.
"Kau!!!" seru salah seorang anggota Wu Xun yang berteman dekat dengan In Zuu.
Melihat bagaimana keterkejutan rekannya membuat In Zuu hanya bisa tersenyum kecil saja tapi dia tidak terlalu menghiraukannya.
"Terserah apa yang akan kau katakan tapi satu hal yang harus kau tahu. aku sudah merencanakan ini sangat lama dan aku melakukannya juga demi kalian semua. aku tidak ingin pria itu terus-menerus menindas kalian seperti yang sudah pernah dia lakukan sebelumnya." kata In Zuu
"Tapi caramu salah In. ini akan menghancurkan semua bangunan yang ada di disini dan kau lihat sendiri bukan." kata rekannya lagi.
"Aku tidak peduli. yang terpenting sekarang aku harus bisa menemukan keberadaan pria itu. kau teruslah bertarung karena anggotaku tidak akan melukai siapapun disini. aku hanya akan memberikan pelajaran pada si tua sombong itu bukan pada kalian juga." kata In Zuu dengan berlalu pergi.
Saat ini hanya satu tempat yang menjadi tujuan In Zuu yaitu ruangan bawah tanah. dia sangat yakin jika Wu Xun tengah bersembunyi di dalam sana karena dia sudah mencari ke seluruh sudut ruangan dan semua tempat tapi tidak menemukan.
Dia menggunakan kekuatan api es untuk membuka pintu rahasia karena memang hanya dengan gabungan kedua elemen itu cara untuk membuka pintu rahasia bawah tanah.
__ADS_1
Saat sampai di dalam hanyalah suasana gelap dan pengap serta minim cahaya. dia terus berjalan hingga beberapa saat kemudian dia melihat seseorang yang tengah dia cari.
"Tuan Wu kenapa anda disini?" kata In Zuu yang membuat Wu Xun menoleh kemudian terkejut.
"Kau!!! bagaimana bisa kau ada disini?' tanya Wu Xun dengan terkejut.
"Semua anak buahmu sedang bertarung mati-matian di atas sedangkan kau sebagai seorang pemimpi malah bersantai-santai disini." kata In Zuu dengan menggelengkan kepalanya.
"Kau tahu sendiri bukan bagaimana aku sekarang. jika aku turun tangan langsung dalam pertarungan tersebut semuanya bisa tahu jika aku sudah tidak punya kemampuan apapun lagi dan aku tidak mau itu sampai terjadi." kata Wu Xun yang membuat In Zuu tersenyum kecil.
Melihat senyuman In Zuu membuat Wu Xun bingung dan juga heran. dia seperti merasa ada yang aneh dari sosok tangan kanannya.
"Ada apa kenapa kau aneh sekali." tanya Wu Xun.
"Apakah kau tau siapa yang merencanakan penyerangan ini? itu adalah aku." kata In Zuu yang membuat Wu Xun semakin bingung.
"Apa maksud mu?" tanya Wu Xun dengan bingungnya.
"Aku ada di balik semua ini. kau pikir siapa yang akan berani melakukannya." kata In Zuu dengan santainya.
"Bede***!!!! kurang ajar!! jadi kau yang sudah melakukannya hah." bentak Wu Xun dengan marahnya.
"Sudahlah kenapa harus marah. sekarang ini kau tidak lebih dari seorang sampah jadi bersikaplah sewajarnya saja karena aku bisa melakukan apapun sekarang termasuk menghabisimu." kata In Zuu dengan suara dinginnya.
Hayhayhya everyone....gimana kabar kalian sehat yah. maaf banget jdi jarang up soalnya sibuk bgt sm kerjaan. pengennya rutin tiap hari up tp ngga bisa huhuhu capek bgt. jujur kecewa sm diri sendiri sih maaf yaa di maklumin dulu
__ADS_1
aku usahain buat up walaupun satu eps butuh waktu 3 hari buat nyelesaiin π₯Ίπ₯Ί
oke segini dulu See you next eps π» author sayang kalian πππ