
Beberapa saat kemudian kaisar langit pun bisa kembali seperti semula. dia merasakan jika sekarang tubuhnya jauh lebih baik dan terasa lebih ringan dari pada sebelumnya.
"Terimakasih karena sudah membantuku. aku tidak tahu jika ada sihir hitam yang melekat di tubuhku. untuk kata-kata kasar yang aku lontarkan pada kalian terutama padamu aku sungguh meminta maaf. aku tidak sadar saat mengatakannya." kata kaisar langit dengan menatap Zhi Qing.
"Tidak masalah aku memakluminya. yang lebih penting sekarang adalah istrimu." kata Zhi Qing yang membuat kaisar langit terkejut kemudian langsung beranjak dan berlari keluar.
"Satu masalah sudah selesai. kini aku hanya perlu menjadi seperti sebelumnya saja." ujar Yuan Lin .
"Tapi aku tidak bisa berlama-lama disini Nana. aku harus segera kembali karena pria tua itu terus saja memanggilku." kata Zhi Qing.
"Ya tidak masalah. biarkan dua Ling tetap bersamaku." ujar Yuan Lin
"Baiklah. kau juga harus sedikit demi sedikit melatih mereka dan mengenalkan mereka apa itu ilmu bela diri." kata Zhi Qing yang di angguki Yuan Lin.
"Ya aku tahu." ujar Yuan Lin
"Baiklah aku pergi. kau jaga diri baik-baik. ingat jangan dekat-dekat dengan pria itu." kata Zhi Qing yang membuat Yuan Lin heran.
"Siapa?" tanya Yuan Lin.
"Ahhh aku tidak tahu namanya tapi aku pernah melihatnya dan dia menatap dirimu. aku yakin dia tertarik padamu." kata Zhi Qing dengan nada tidak sukanya.
"Lebih baik kau pergi saja. jangan berbicara omong kosong seperti itu." kata Yuan Lin dengan mendorong tubuh Zhi Qing menjauh.
"Hehehe baiklah-baiklah aku akan pergi." ujar Zhi Qing dengan mengelus pelan kepala Yuan Lin dengan sayangnya kemudian dia menghilang.
Yuan Lin pun kembali menuju kamarnya. disana masih ada permaisuri dan dua Ling dan juga ada kaisar langit juga yang sudah sampai disana. melihat kedatangan Yuan Lin membuat Ling Fei langsung berlari menghampirinya.
"Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Yuan Lin yang di angguki gadis kecil itu.
__ADS_1
Yuan Lin tengah melihat jika saat ini kaisar langit tengah berjongkok di depan permaisuri Zinsy untuk meminta maaf. tentu saja tidak semudah itu untuk wanita memaafkan seorang laki-laki.
"Oh ayolah Zin'er aku mohon tolong maafkan aku. kau tahu bukan jika aku melakukannya karena itu bukan diriku sepenuhnya." kata kaisar langit.
"Kau tahu ini adalah pertama kalinya mau menampar dan menbentakku." kata permaisuri Zinsy dengan kesalnya.
"Ya tapi aku tidaklah sengaja. jika bukan karena sihir itu aku tidak akan berbuat seperti itu padamu. ayolah maafkan aku. aku tidak bisa jika kau seperti ini terus." kata kaisar langit dengan raut wajah memelasnya.
"Tidak. malam ini kau tidak boleh tidur denganku dan jangan menyapaku." kata permaisuri Zinsy yang membuat kaisar langit terkejut.
"Ahhh bagaimana kau bisa berkata seperti itu Zin'er. tunggu dengarkan aku dulu." kata Kaisar langit yang berusaha memehang tangan permaisuri Zinsy tapi wanita itu sudah beranjak pergi lebih dulu.
"Putri apa ini. aku bilang istriku tidak akan marah setelah ini " kata kaisar langit dengan meremas rambutnya dengan kasar
"Kapan aku pernah berkata seperti itu. aku hanya berkata setelah ini kau bisa menemukan ibuku." ujar Yuan Lin dengan santainya.
"Ya tapi dia benar-benar marah padaku. bantu aku untuk membujuknya." ucap kaisar langit dengan memohon.
"Ahhh kau ini benar-benar." seru Kaisar langit dengan kesalnya kemudian berlalu keluar mengejar permaisuri Zinsy
"Kaisar saya men...."
"Sudah diam!! aku sedang ada masalah besar dan kau berani menggangguku." seru kaisar langit ketika bertemu dewa Wenzui di luar kamar Yuan Lin.
Dewa Wenzui yang melihat itupun hanya menatap punggung yang semakin menjauh dengan bingungnya. ia tidak tahu apa yang terjadi tapi kenapa dia juga terkena imbasnya.
"Apa aku melakukan kesalahan lagi." gumam dewa Wenzui dengan tidak mengertinya.
Saat akan melangkahkan kakinya dia mendengar suara anak kecil dari dalam kamar Yuan Lin sehingga dia memutuskan untuk melihatnya sendiri. dia mengetuk pintu dan terlihat seorang anak laki-laki yang membukanya.
__ADS_1
Tatapannya sangat datar dan tanpa ekspresi membuat dewa Wenzui bingung siapa anak itu dan darimana asalnya.
"Ada apa?" tanya Ling Tian.
"Siapa Tian'er?" tanya Yuan Lin dari dalam .
"Ohh rupanya kau dewa Wenzui. ada apa? apakah ada masalah sehingga kau menemui ku?" tanya Yuan Lin
"Tidak putri. hanya saja siapa mereka kenapa mereka ada di kamar putri?" tanya dewa Wenzui dengan tatapan penuh selidik.
"Tidak usah berpikir macam-macam. mereka adalah adikku. mulai sekarang akan tinggal disini." kata Yuan Lin yang membuat dewa Wenzui terkejut.
"Tapi..." ucap dewa Wenzui yang langsung di sela Yuan Lin
"sudahlah aku tidak ada waktu untuk menjawab semua pertanyaanmu karena aku masih banyak urusan. jika sudah tidak ada yang ingin di bicarakan lagi aku akan masuk. kau lanjutkan tugasmu." kata Yuan Lin dengan menutup pintunya.
Sebenarnya masih banyak sekali pertanyaan yang belum dia utarakan pada Yuan Lin tapi dia memilih untuk memendamnya saja sekarang. dia akan menanyakannya lain waktu.
"Ada apa denganmu?" tanya Yuan Lin pada Ling Tian
"Tidak ada. hanya saja aku berfikir tidak seharusnya aku dan adikku berada di sini. ini bukan tempat ku dan adikku. melihat kehadiranku mereka seperti tidak nyaman. mungkin karena aku dan adikku hanyalah orang asing yang tidak pantas berada di istana ini." kata Ling Tian yang membuat Yuan Lin tidak mengerti.
"Setelah ini aku dan adikku akan pergi dan kembali ke rumah kami yang seharusnya." kata Ling Tian yang membuat Yuan Lin terkejut begitupun juga dengan Ling Fei.
"Kenapa Gege? disini sangat nyaman dan tenang. kita tidak perlu berjaga semalaman jika ingin tidur." kata Ling Fei
"Tidak. disini bukan tempat kita. justru kita hanya menjadi kotoran saja bagi mereka. setelah ini kita akan pergi." kata Ling Tian.
"Ckck kau itu masih kecil tapi pemikiran mu sudah sampai sejauh ini. begini saja, aku mempunyai tempat tinggal, disana juga ada teman-teman ku juga. kau boleh tinggal di sana dan menikmati apapun yang ada disana sepuas yang kau mau. tapi sebagai gantinya kalian berdua harus menjadi kuat bagaimana. ya anggap saja kalian sedang bekerja denganku." kata Yuan Lin yang membuat keduanya bingung.
__ADS_1
Yuan Lin yang melihat keduanya bingung pun hanya bisa menghela nafasnya saja kemudian dengan sabar menjelaskan semuanya sebelum akhirnya dua Ling itu menyetujuinya.