Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Aku Selalu Mempercayaimu (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Setelah lama membujuk akhirnya Yuan Lin pun berhenti dan kembali memukuli Zhi Qing. laki-laki itu hanya pasrah menerima saja karena memang dia yang salah. hingga mereka kini duduk di tepi sungai dan berbicara.


"Kau memukuliku habis-habisan." kata Zhi Qing dengan mengeluh.


"Aku tidak perduli." ujar Yuan Lin dengan menatap sinis ke arah Zhi Qing.


"Baiklah baiklah aku minta maaf. aku memang sengaja mengerjai mu karena melihat wajahmu yang kesal tadi aku sangat senang hahaha. jika saja kau tidak memakai penutup wajah sialan ini aku pasti akan lebih senang" kata Zhi Qing.


"Jadi maumu apa? apa aku harus melepaskannya?" tanya Yuan Lin dengan menatap Zhi Qing.


"Ya." jawab Zhi Qing dengan santainya.


Yuan Lin pun langsung melepas penutup wajahnya dan menatap Zhi Qing namun laki-laki itu sedang melihat ke arah lain.


"Aku sudah melepaskannya bodoh.'' kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing berbalik dan langsung terperangah tidak percaya melihat wajah siapa yang ada di depannya.


Duarrrr....


Sebuah ledakan terjadi yang membuat Yuan Lin terkejut dan menoleh ke arah belakang. Namun belum sempat dia berdiri Zhi Qing sudah memakaikan kembali penutup wajahnya.


"Kenapa kau melepaskannya bodoh. aku hanya bercanda saja tadi kenapa kau benar-benar melakukannya." kata Zhi Qing dengan kesalnya dan menjitak kening gadis itu.


"Kau yang memintanya jadi aku melakukannya, apa aku salah. apa kau mendengar suara ledakan tadi. tentu saja kau pasti mendengarnya kecuali telingamu bermasalah." kata Yuan Lin yang langsung mendapatkan tatapan sinis dari Zhi Qing.


"Orang-orang bodoh itu sudah melihat wajahmu jadi aku memberikan pelajaran." jawab Zhi Qing dengan santainya.


Dengan segera Yuan lin pun menghampiri tempat yang terjadi ledakan tadi dan terlihat mayat dua orang dengan kondisi gosong. Yuan Lin pun hanya bisa menatap Zhi Qing dengan tajamnya.

__ADS_1


"Kenapa kau membunuhnya?" tanya Yuan Lin.


"Lalu aku harus apa? membiarkan mereka tetap hidup begitu? mereka dengan tidak sopannya sudah melihat wajahmu jadi hukuman itu sudah pantas untuk mereka." jawab Zhi Qing dengan santainya


Yuan Lin pun hanya bisa menghela nafasnya saja kemudian ia menghilangkan jejak kedua pria itu dengan api putihnya.


"Oh iya ada banyak sekali pertanyaan yang ingin ku tanyakan padamu." kata Yuan Lin.


"Apa?" tanya Zhi Qing.


"Siapa pria yang bersamamu di pagoda kembar waktu itu. kenapa kau mengatakan jika dia adalah raja neraka dan kau adalah penerusnya?" tanya Yuan Lin.


"Ya dia memang raja neraka dan aku adalah penerusnya. aku tidak tahu kenapa bisa aku tiba-tiba menjadi penerus kerajaan neraka. waktu itu aku berada di jurang kematian dan bertemu dengannya. dia menceritakan semuanya padaku kenapa bisa dia juga ada disana sementara dia adalah seorang raja neraka. ternyata semuanya karena ulah dari raja Monster dan ratu penyihir. mereka juga membuat alam dewa dan alam neraka bermusuhan dan juga membuat aku melukaimu." kata Zhi Qing dengan menceritakan semuanya.


"Sebenarnya ada yang ingin aku ceritakan padamu Zhan." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing menatapnya.


"Apa?" tanya Zhi Qing.


"Apa kau sedang tidak bercanda!" seru Zhi Qing.


Yuan Lin hanya menggeleng saja kemudian menceritakan apa saja yang sudah dia alami disini dan di dunia modern saat menjadi Niken. tentu saja Zhi Qing tidak pernah mengira jika jiwa kekasihnya adalah jiwa dari cucu kaisar langit yang sengaja di tukar.


"Tidak lama lagi aku akan pergi ke dunia atas untuk menjalankan tugasku." kata Yuan Lin yang di angguki oleh Zhi Qing.


"Ya aku juga. aku akan segera di nobatkan menjadi raja neraka. kau tau Nana disana aku sangat malas dan membosankan apalagi ada seorang gadis tidak tahu malu yang selalu mengikuti ku." kata Zhi Qing yang membuat Yuan Lin langsung mendongak dan menatapnya dengan tajam.


"Gadis tidak tahu malu? siapa dia?" tanya Yuan Lin

__ADS_1


"Tidak tidak. bukan seperti itu. aku sangat malas jika berurusan dengannya. dia selalu menempel padaku." jawab Zhi Qing.


Glekk...


Seketika ia bergidik ngeri melihat bagaimana tatapan Yuan Lin padanya. seharusnya dia tidak mengatakan hal seperti ini di depan Yuan Lin atau jika tidak akibatnya tidak akan baik.


"Aku tidak menyukainya. dia yang menyukai ku." kata Zhi Qing dengan mengangkat tangannya seperti seorang tahanan.


"Itu terserah dirimu. aku akan lihat seberapa jauh dia bisa bertahan. tapi itu juga tergantung dirimu. jangan coba-coba kau ingin lari dariku karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi." kata Yuan Lin dengan menekankan kata-katanya yang terakhir.


"Aku berjanji aku tidak akan berurusan dengan gadis itu. jika kau tidak percaya padaku kau bisa menggunakan kekuatan mu untuk mengikatku." kata Zhi Qing dengan memberikan tangannya.


"Tidak perlu. aku selalu mempercayai mu." ujar Yuan Lin yang membuat Zhi Qing tersenyum.


Setelah berbicara cukup lama, kini mereka sama-sama berpisah kembali. Yuan Lin menuju ke ruang dimensinya sedangkan Zhi Qing kembali ke kerajaan Neraka.


Di sisi lain, tepatnya di sebuah hutan, pangeran Han Tian tengah berjalan untuk berburu. ia selalu melakukan itu untuk berlatih juga. sasarannya juga tidak pernah melesat.


Di tengah-tengah berburunya, pangeran Han Tian mendengar sebuah langkah kaki yang sedang menuju ke arahnya. ia pun dengan segera mencari tempat bersembunyi untuk melihat siapa yang datang.


Beberapa saat kemudian muncul seorang gadis cantik yang tengah berlari dengan beberapa luka di wajahnya. pangeran Han Tian pun yakin jika gadis itu tengah di kejar oleh seseorang. dan benar saat beberapa orang pria juga berlari di belakang gadis cantik itu.


"Siall...jika begini aku benar-benar akan tertangkap oleh mereka." ucap gadis itu dengan terus berlari.


"Kau kesana dan kau kesana aku akan kesini. kita kepung gadis kurang ajar itu." kata seorang pria yang seperti pemimpin dari kedua pria lainnya.


Saat sedang berlari tiba-tiba saja gadis itu berhenti ketika melihat di depan ada orang yang mengerjarnya. ia pun berbalik bermaksud untuk lari tapi naas di belakangnya juga sama. ia pun berhenti dan memperhatikan sekelilingnya. rupanya dia sudah di kepung.

__ADS_1


__ADS_2