
"Apakah ayah ada didalam?" tanya Pangeran Huang Hun pada prajurit yang tengah berjaga di depan ruang rapat istana.
"Ya. kaisar sedang ada rapat bersama para petinggi kekaisaran." jawab prajurit tersebut yang di angguki pangeran Huang Hun
Dia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum akhirnya dia masuk. di dalam ruangan kaisar Wei nampak heran begitu juga semua tatapan tertuju pada pangeran Huang Hun.
"Maaf sebelumnya karena aku telah lancang masuk dan mengganggu rapat ini. hanya saja aku ada hal yang perlu aku tunjukkan pada dan ini sangat penting." kata pangeran Huang Hun yang membuat kaisar Wei bingung dan juga penasaran..
"Ada apa? apakah semuanya baik-baik saja?" tanya kaisar Wei dengan sedikit khawatir.
Pangeran Huang Hun pun hanya tersenyum kecil saja kemudian memberikan isyarat agar seseorang yang sedang ada di luar ruangan masuk. semuanya nampak bingung dan terheran-heran melihat apa yang di lakukan pangeran Huang hun.
Hingga beberapa saat kemudian pintu terbuka dan menampakkan sesosok gadis dengan hanfu bewarna biru muda serta penutup wajah bewarna putih. melihat hal itu membuat semuanya terdiam begitupun juga dengan kaisar Wei.
Ya, sosok tersebut tak lain dan tak bukan adalah Yuan Lin. dia berjalan dengan penuh wibawanya. auranya benar-benar membuat semua yang ada di dalam ruangan tersebut tertekan. Yuan Lin yang menyadari itupun langsung menyembunyikan kekuatannya.
"Salam ayah." kata Yuan Lin yang membuat kaisar Wei langsung sadar dari keterkejutannya.
Ya rupanya laki-laki tua itu sedari tadi terdiam karena terkejut dan tidak tahu harus mengatakan apa. hingga akhirnya dia pun sadar jika gadis yang ada di depannya itu adalah putri yang sangat amat dia rindukan. Ia langsung memeluk Yuan Lin dengan begitu eratnya Karena dia memang sangat merindukan Yuan Lin.
"Ini benar-benar dirimu putriku." kata kaisar Wei dengan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Ya ini aku ayah. bagaimana kabar ayah? maafkan aku karena tidak pernah memberi kabar. aku sangat sibuk menyelesaikan permasalah di dunia atas. sekarang aku kembali karena ada urusan disini." kata Yuan Lin
"Apakah kau di sana baik-baik saja?" tanya kaisar Wei
"Ya aku baik-baik saja. apakah aku mengganggu rapat kalian?" tanya Yuan Lin yang sebenarnya tidak enak hati karena sudah membuat rapat tertunda.
Seakan memahami keadaan akhirnya semuanya pun memutuskan untuk keluar dan membiarkan ketiga orang itu berada di dalam dan berbicara.
"Tidak. duduklah dulu aku akan memanggil pelayan untuk menyiapkan semuanya. kau tahu bukan ayah sangat senang kau kembali. oh iya pangeran suruh prajurit untuk memanggil pangeran Han Tian dan putri Jiang He, aku yakin mereka juga akan senang dengan kabar ini." kata kaisar Wei yang terlihat begitu antusias.
Jika dulu keluarga kaisar Wei hampir saja akan hancur tapi sekarang justru sebaliknya. hubungan mereka semuanya terlihat jauh lebih baik dan malah semakin membaik. itu menjadi hal yang melegakan bagi Yuan Lin Dan juga kedua pangeran.
"pantas saja kau tidak pernah memberi kabar ternyata di sana kau punya orang tua angkat baru." kata Kaisar Wei dengan tersenyum kecut.
"Mereka adalah kakek neneku kenapa ku terus saja mengatakan mereka adalah orang tua angkatku. ya ya aku mengerti kalau aku memang bersalah karena tidak memberikan kabar pada kalian disini, itu karena aku tidak tahu jika di dunia bawah dan dunia atas memiliki perbedaan waktu. aku merasa jika aku belum lama ini aku berada di dunia atas tapi kata Gege aku sudah satu tahun berada di dunia atas." kata Yuan Lin dengan menjelaskan serta raut wajah malas datar khas miliknya.
Kaisar Wei pun hanya menatap Yuan Lin saja dan mencoba memahami. hingga akhirnya dia hanya bisa mengangguk dan menghela nafasnya saja karena dia pun juga baru tahu tentang hal itu.
"Hmm baiklah baiklah ayah paham. yang terpenting kau baik-baik saja dan mereka memperlakukan mu dengan baik. jika sampai mereka berbuat yang tidak baik padamu aku benar-benar akan menghukum mereka. aku tidak perduli mereka penguasa alam atas atau siapapun, jika itu menyangkut dirimu." kata kaisar Wei yang membuat Yuan Lin tersenyum kecil.
"Tidak ada yang harus ayah khawatirkan aku disana baik-baik saja." kata Yuan Lin yang membuat kaisar Wei mengangguk.
__ADS_1
Setelah perbincangan ringan mereka, beberapa saat kemudian pintu ruangan pun terbuka dan masuklah seorang laki-laki dengan Langkah tegapnya. ya siapa lagi kalau bukan pangeran Han Tian.
Melihat siapa yang ada di depannya membuat laki-laki itu langsung berlari dan memeluk Yuan Lin dengan begitu eratnya. sementara Yuan Lin terus memberontak karena dia tidak bisa bernafas karena saking eratnya.
"Kenapa hah!! setelah kau tidak memberikan kabar apapun kau bahkan menolak saat aku memelukmu. apakah kau sudah tidak menganggap ku sebagai keluarga." kata pangeran Han Tian dengan nada kesalnya.
"Aku tidak bisa bernafas. apakah kau ingin membunuhku. kau sangat senang jika aku mati muda." seru Yuan Lin tak kalah kesalnya sehingga membuat pangeran Han Tian hanya bisa tersenyum canggung saja kemudian meminta maaf.
Tak berselang lama kemudian pintu pun terbuka kembali dan menampakkan seorang bocah kecil yang langsung berlari sementara di belakangnya di susul langkah kaki dua orang pria dan wanita. ya mereka adalah pangeran Kang Ming He dan putri Jiang He.
Tak berbeda dari yang sebelumnya putri Jiang He pun langsung memeluk Yuan Lin sedangkan di kaki Yuan Lin ada pangeran kecil yang tengah memeluk kakinya.
"Akhirnya kau kembali jiejie...aku sangat merindukanmu. kau tahu akhir-akhir ini putraku sangat sering memanggil namamu mungkin dia juga merindukan mu." kata putri Jiang He yang membuat Yuan Lin menundukkan tubuhnya dan mengelus lembut kepala bocah kecil itu.
"Benarkah kau merindukanku?" tanya Yuan Lin
"Tentu saja merindukanmu. sekarang aku sudah besar jadi aku akan melindungi mu." kata pangeran Ziang He dengan lucunya sehingga membuat Yuan Lin terkekeh geli.
"Baiklah kau sudah sangat besar jadi aku tidak akan kesulitan saat menuntunmu lagi. kau tahu saat kau masihhhh sangat kecil punggung ku sering kali sakit karena menuntun mu He." kata Yuan Lin yang membuat pangeran Ziang He mengerucutkan bibirnya dengan lucu.
"Hahaha tidak tidak aku hanya bercanda saja." kata Yuan Lin dengan mencubit pipi gembul itu.
__ADS_1