Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Selera Yang Buruk (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Minhen menghampiri Yuan Lin dan menundukkan kepalanya. dia menyapa Yuan Lin dengan begitu ramahnya. ya dia sudah tahu siapa itu sosok Yuan lin. ia juga tak menyangka jika pangeran Han Zou mempunyai seorang Putri.


"Selamat pagi putri. bagaimana tidur anda? ah ya tadi saya sudah melihat bagaimana putri berlatih. itu adalah latihan terhebat yang pernah saya lihat sebelumnya. oh ya jika boleh tau darimana putri belajar teknik-teknik hebat seperti tadi?" tanya Minhen pada Yuan Lin.


"Itu guruku yang mengajarinya." jawab Yuan Lin dengan singkatnya.


"Apakah putri benar tidak mau bergabung? apa yang dia katakan mereka memang benar tadi. jika putri ikut bergabung sudah pasti pasukan kerajaan langit akan menjadi yang terkuat." ujar Minhen


"Aku tidak tertarik karena aku sudah mempunyai pasukan sendiri. mereka semua adalah pasukan milikmu jadi kau yang lebih pantas." ucap Yuan Lin.


Perkataan Yuan Lin pun sontak membuat Winhen tidak mampu berkata-kata lagi selain hanya bisa tersenyum simpul saja.


Dari kejauhan sebuah teriakan membuat keduanya menoleh. ya siapa lagi jika bukan Putri Mei. Yuan Lin sungguh sangat malas jika bertemu dengan gadis itu setelah gadis itu mengganggu waktu tidurnya.


"Baiklah putri jika begitu saya pamit dulu." ucap Winhen dengan menundukkan kepalanya dan berlalu pergi.


"Aku mencarimu tadi tidak tahunya kau berada disini jiejie. bagaimana kau sudah memakan makanan yang aku bawakan bukan?" tanya putri Mei dengan penuh semangat.


"Ya. untuk apa kau datang kesini?" tanya Yuan Lin dengan malasnya.


"Tentu saja aku ingin menemui. bukankah kita sudah menjadi teman. tidak masalah bukan seorang teman menemui teman lainnya." kata putri Mei.


"Aku tidak pernah bilang jika kita adalah teman." kata Yuan Lin.

__ADS_1


"Ya ya aku mengerti kau masih marah padaku tapi aku akan berusaha agar kau memaafkan ku sepenuhnya." kata putri Mei dengan tersenyum senang.


"Ck terserah kau saja. aku ingin membersihkan diriku lagi. jangan mengikuti." kata Yuan Lin yang membuat putri Mei menurunkan satu kakinya yang sudah dia angkat.


"Kenapa? bukankah kau membutuhkan bantuan ku untuk menyiapkan beberapa pakaian untuk kau gunakan lagi. ayoo..." kata putri Mei dengan melangkah mendahului Yuan Lin.


"Gadis tidak waras itu sebenarnya kenapa?' ucap Yuan Lin dengan keheranan tapi dia hanya bisa pasrah saja dengan tingkah putri Mei.


Setelah itu Yuan Lin membersihkan diri sedangkan putri Mei sibuk memilihkan baju yang akan di kenakan Yuan Lin. beberapa baju dia letakkan di atas kasur Yuan Lin dengan warna berbeda-beda.


"Ck sebelumnya aku tidak pernah memilih baju seperti ini. semuanya pelayanku yang menyiapkannya. aku harus memilih yang mana." gumam putri Mei dengan bingungnya.


Ia pun celingukan dan memeriksa apakah Yuan Lin sudah selesai dengan ritual mandinya atau belum. setelah memastikan semuanya putri Mei pun diam-diam keluar kamar dan mencari pelayan setianya.


"ada apa putri?" tanya pelayan tersebut dengan bingungnya ketika tiba-tiba saja si seret paksa oleh putri Mei.


Ketika tahu jika putri Mei membawanya ke kamar Yuan Lin membuat pelayan itu menatap putri Mei dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Hahhh sudahlah cepat bantu aku untuk memilihkan baju-baju ini. aku tidak tahu baju yang mana yang paling cocok di gunakan si sialan itu." kata putri Mei yang membuat pelayan itu paham dan mengangguk saja.


Pelayan itupun memperhatikan semua baju yang ada di kasur dan tatapannya jatuh pada gaun bewarna ungu tua. tak lupa juga pelayan itu memberitahu jika akan lebih bagus jika di padukan dengan hiasan rambut yang sama.


"Baiklah sekarang kau cepatlah pergi sebelum dia keluar." kata putri Mei dengan mendorong pelayan itu untuk keluar.

__ADS_1


Bertepatan dengan itu juga Yuan Lin keluar yang membuat putri Mei gugup. baru saja dia menghela nafasnya lega tapi sekarang dia sudah di buat sulit berkata-kata ketika melihat Yuan Lin keluar dan menatapnya dengan keheranan.


"Kenapa kau gugup sekali? kau berbicara dengan siapa tadi? aku mendengar ada suara satu orang lagi disini." tanya Yuan Lin yang membuat putri Mei semakin gugup.


"Orang lain? ah ma mana ada. sedari tadi aku hanya sendiri saja. oh iya mungkin itu a aku bingung memilih mana baju yang akan kau gunakan jadinya berbicara sendiri." ucap putri Mei dengan gugupnya.


"Apakah kau yakin? jelas-jelas aku mendengar satu suara lagi dan itu berbeda dengan suaramu." kata Yuan Lin dengan menatap sekelilingnya.


"Ahh sudahlah mungkin itu hanya perasaan mu saja. sekarang pakailah ini. aku sudah memilihnya. bagaimana seleraku bagus bukan." kata putri Mei dengan mengambilkan gaun bewarna ungu tua.


Yuan Lin yang melihat gaun itu pun hanya bisa menatapnya dengan datar. gadis itu berkata jika selerannya bagus dalam memilih baju. tapi ini dia memilihkan baju yang kurang bahan untuk Yuan Lin.


"Apakah kau sedang bercanda denganku?' tanya Yuan Lin yang membuat putri bingung.


"Tentu saja tidak. gaun ini sangat bagus. coba kau pakai pasti kau akan terlihat sangat cantik." kata putri Mei dengan menyodorkan gaun itu pada Yuan Lin.


"Seleramu benar-benar sangat jelek. aku tidak bisa memakai baju kurang bahan itu. ya itu memang terlihat indah dan sangat bagus di matamu tapi di mataku itu akan terlihat sangat jelek." kata Yuan Lin yang membuat putri Mei tidak bisa berkata-kata lagi dan hanya bisa tersenyum canggung saja.


"Sudah baik aku bantu. dasar tidak tahu berterimakasih." umpat putri dalam hatinya.


"Terimakasih karena sudah membantu memilihkan pakaian untukku tapi pilihkan lebih baik darimu. dan jika kau sudah tidak ada urusan lagi disini kau bisa pergi. bukankah kau harus menghadiri jamuan makan pagi ini." kata Yuan Lin yang membuat putri Mei terkejut.


"Bagaimana bisa dia tahu jika aku....apakah dia bisa membaca pikiran seseorang. jika itu benar aku harus lebih berhati-hati padanya. tapi aku harus memastikannya dulu apakah benar jika dia bisa membaca pikiran seseorang atau ini hanyalah suatu kebetulan saja." batin putri Mei.

__ADS_1


"Ada apa? kenapa kau menatapku seperti itu. apakah kau tidak ingin menghadiri jamuan makan tersebut?" tanya Yuan Lin dengan datarnya.


"ah i iya tentu saja aku akan menghadiri. baiklah aku akan pergi dulu." ucap putri Mei dengan berlalu keluar.


__ADS_2