Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Menu Pertama Untuk Zein (LPT S2)


__ADS_3

"Kenapa kau memukul ku." kata Zein dengan meringis kesakitan.


"Maaf aku sengaja." kata Niken dengan datarnya.


"Maafkan aku karena sudah membuatmu kelelahan dan sampai tertidur disini." ucap Zein dengan tulusnya.


"Hmm itu bukanlah masalah. kau mau sarapan apa aku akan buatkan tapi dengan bahan seadanya dan jangan meminta yang aneh-aneh." kata Niken yang membuat Zein sedikit terkejut dengan perkataannya pasalnya ini adalah pertama kalinya Niken menawari dia sarapan semenjak mereka bersama.


"Apa kau sedang bercanda?" tanya Zein.


"Apa wajahku terlihat sedang bercanda?" tanya Niken balik dengan wajah datarnya.


"Ah baiklah terserah kau saja. aku akan memakan apapun itu asal kau yang membuatkannya. apa perlu aku bantu." kata Zein.


"Aku bisa sendiri. kalau begitu tunggulah sebentar jangan kemana-mana atau aku akan menghajarmu." ujar Niken dengan berlalu keluar.


Ketika Niken sudah tidak ada di kamarnya Zein tiba-tiba menepuk jidatnya karena melupakan sesuatu.


"Bagaimana aku bisa lupa. bahan-bahan semua sudah habis dan aku lupa untuk membelinya." ucap Zein yang kemudian bangun tapi sesaat kemudian ia mengurungkan niatnya untuk beranjak dari tempat tidurnya ketika mengingat perkataan Niken


Di dapur Niken di buat bingung ketika membuka kulkas tapi hanya ada air mineral dan susu. ia celingukan dan mencari bahan makanan apa yang akan ia gunakan untuk masak. tapi ia tidak menemukan apapun kecuali menemukan beras yang masih dalam keadaan utuh terbungkus.


Karena tidak tahu harus memasaknya bagaimana ia pun memutuskan untuk mencarinya di internet. tidak mungkin bukan jika menu sarapan yang akan dia berikan pada Zein hanya nasi putih tanpa lauk apapun.

__ADS_1


"Bubur. iya benar sekali. tapi bagaimana caranya aku membuatnya. selama ini aku bahkan belum pernah berurusan dengan hal seperti ini. ck sudahlah disini pasti lengkap dengan cara pembuatannya." gumam Niken dengan menaikkan lengan bajunya dan memulai kegiatannya dengan mengikuti langkah langkah yang dia baca di internet.


Walaupun gadis itu sangat pandai dalam hal bersenjata entah itu senjata apapun dia sudah pernah mencobanya saat menjadi Queen mafia tapi jika dia di hadapkan dengan hal seperti yang dia lakukan di pagi ini yaitu berkutat dengan alat dapur hasilnya tidak akan baik.


Baru saja dia menyiapkan wadahnya dan menyalakan kompor, ponselnya tiba-tiba mati karena kehabisan baterai. rupanya Niken lupa untuk mencharge ponselnya. ia tentu sangat kesal dengan hak itu karena ia belum membaca semuanya.


"Ck siall seharusnya aku menchargenya malam tadi. jika sudah seperti ini aku harus mengerjakan sebisaku dan aku tidak yakin akan hal itu. sudahlah coba saja dulu siapa tahu jadi makanan." ucap Niken


Gadis itu benar-benar di buat bingung dengan apa yang harus dia lakukan. ia hanya memperhatikan air yang mulai mendidih itu sambil mencoba mengingat langkah-langkahnya.


"Kenapa kau sangat bodoh tentu saja beras ini yang harus kau masukkan dulu. ahhh ternyata kau sangat pintar." ucap Niken kemudian memasukkan berasnya tanpa di cuci terlebih dahulu.


Ia mendiamkan sebentar sebelum akhirnya mulai di aduk secara pelan. Niken tersenyum kegirangan mengetahui jika dirinya begitu cerdas melakukannya. ia terus mengaduk-aduknya tapi lama kelamaan ia menjadi malas dan kesal sendiri karena bubur yang dia buat belum matang-matang.


Lagi-lagi ia memuji dirinya sendiri karena kepintarannya itu. api membesar dan lama kelamaan bubur yang dia buat pun sedikit gosong mungkin karena airnya sedikit. gadis itu mengambil sedikit Aur karena mencium bau gosong kemudian menuangkan pada bubur tersebut.


"Rasa. iya rasa adalah nomor satu. apapun bentuknya rasa tetaplah nomor satu. kau benar-benar sangat pandai dan berbakat. apa aku harus bergabung dengan anggota chef terkenal karena kepintaran ku ini hahaha." kata Niken menuangkan garam dan mengaduk-aduknya lagi.


Beberapa saat kemudian ia mengangkat bubur yang menurutnya sudah sangat matang itu karena sudah lama ia mengaduknya kemudian ia menuangkannya di dalam mangkuk dan mengambil air mineral setelah itu ia pun menuju kamar.


"Maaf aku lupa membeli bahan-bahan dapur dan memberitahumu." kata Zein ketika melihat Niken membuka pintu kamar.


"Tidak masalah setelah ini kita bisa membelinya. tapi aku hanya membuat bubur. makanlah selagi ini hangat. aku tidak tahu bagaimana rasanya tapi itu terlihat enak." ucap Niken dengan memberikan mangkuk berisi bubur pada Zein.

__ADS_1


"Letakan saja di situ aku akan memakannya nanti." kata Zein .


Niken pun meletakkan buburnya di atas nakas dan duduk di tepi ranjang menunggu Zein memakan bubur buatannya tapi laki-laki justru hanya diam saja dan menatap Niken.


"Kenapa kau malah melihat ku? kenapa tidak di makan?" tanya Niken


Zein pun hanya tersenyum canggung saja kemudian dia mengambil sendok dan mulai memakannya. tapi baru saja buburnya akan dimakan Niken langsung memukulnya.


"Kenapa kau memakai tangan kirimu." seru Niken.


"Tangan kananku masih sakit dan tidak bisa untuk memegang sendok." jawab Zein dengan menatap heran ke arah Niken sedang gadis itu hanya menghela nafasnya saja dan mengambil sendok dari tangan Zein.


"Biar aku yang menyuapimu. jangan berfikiran macam-macam aku melakukannya karena aku kasihan padamu." kata Niken yang hanya di angguki oleh Zein.


Suapan pertama yang di dapatkan Zein dari gadis yang di cintainya tapi saat bubur itu sampai di mulutnya, hampir saja dia menyemburkannya karena rasa dari bubur itu tapi ia mengurungkan niatnya karena di depannya masih ada Niken.


"Kenapa? apakah itu enak? ya tentu saja ini sangat enak. benar bukan hahaha kalau begitu makanlah lagi." kata Niken yang membuat Zein hanya bisa menelan ludahnya saja dengan kasar.


"Apa dia memberikan garam satu kilo untuk membuat bubur ini kenapa sangat asin." batin Zein dengan menerimanya suapan Niken lagi.


Ia tetap memakannya walaupun sebenarnya dia sudah tidak tahan lagi. Niken yang melihat Zein begitu lahapnya pun menjadi penasaran karena itu dia langsung mencicipinya.


"Hooekkkk...apa ini kenapa rasanya garam semua. kenapa kau tidak bilang jika rasanya seperti ini seharusnya kau bilang jika makanannya tidak enak." kata Niken dengan kesalnya kemudian langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


"Tidak bukan begitu. ini benar-benar sangat enak." teriak Zein dengan bangun dan berusaha mengejar Niken.


__ADS_2