Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Keturunan Darah Iblis (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam " )


__ADS_3

"Untung saja kau datang kesini sesepuh tua. tidak perlu aku ulangi lagi pembicaraan ku kau pasti sudah mendengarnya tadi. jadi, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhku." kata Zhi Qing yang membuat Xi Shen menatapnya dengan malas.


"Ku dengar tadi kalian membicarakan tentang keturunan darah iblis bukan?" tanya Xi Shen yang di angguki semua orang.


"Tahun ini tepat seperti yang di tuliskan dalam buku neraka, jika salah satu keturunan darah iblis akan bangkit. keturunan tersebut merupakan sejarah turun temurun dari raja iblis Fyr, dia adalah nenek moyang ku dan para keturunan sah pemimpin kerajaan neraka dan itu adalah kau raja neraka. jadi kau akan ikut pergi bersama pangeran elf untuk membangkitkan darah itu di dasar samudera yang menghubungkan antara dunia bawah dan atas." kata Xi Shen yang membuat semuanya terkejut.


"Aku?" tanya Zhi Qing


"Apakah sebelumnya anda tahu tuan soal 3 air terjun mata air?" tanya Yuan Lin dengan curiganya.


"Sebelumnya aku tidak ingat sama sekali tapi ketika aku mendengar tentang keturunan darah iblis baru aku mengingatnya." jawab Xi Shen


"Kau tidak sedang menipu kami bukan." kata Zhi Qing yang membuat Xi Shen ingin sekali membunuh pria itu.


"Apa wajahku ini terlihat seperti penipu?! tapi berhati hatilah saat kesana karena perjalanannya tidak mudah. laut tenang bukan berarti semua baik-baik saja. tetap waspada dan berhati-hati karena di dasar samudera yang akan kau datangi ada monster legendaris yang bernama Xracen." kata Xi Shen dengan seriusnya.


"Seberapa kuat dia?" tanya Yuan Lin dengan penasarannya.


"Dia dua di bawah raja neraka." jawab Xi Shen yang membuat Yuan Lin terkejut begitupun semua orang.


"Sekuat itu?" tanya pangeran Meiuzo dengan tidak percayanya.


"Ya karena itulah sebelum kalian pergi kalian harus menyiapkan semuanya dengan matang karena memang perjalanannya tidak mudah." kata Xi Shen.


"Menyelam sampai dasar samudera bukanlah hal mudah. yang paling utama di butuhkan adalah sesuatu yang bisa membuat kalian bertahan sampai sana." kata Yuan Lin dengan berfikir.


"Kalian harus mencari daun Yinzang terlebih dahulu. daun itu akan sangat membantu ketika kalian sudah masuk ke dalam air." kata Xi Shen.

__ADS_1


"Daun Yinzang?? aku baru mendengarnya sekarang. dimana aku bisa mendapatkannya?" tanya Yuan Lin


"aku tidak tahu betul dimana tempatnya hanya saja daun itu masih ada sampai sekarang walaupun jika ingin menemukannya sangatlah sulit." jawab Xi Shen.


"Sebentar." kata pangeran Meiuzo yang tiba-tiba menghilang kemudian kembali muncul dengan membawa dua buah daun bewarna hijau kebiruan.


"Apa ini yang anda maksud tuan?" tanya pangeran Meiuzo pada Xi Shen.


"Ya benar inilah daun yang aku maksud. tapi jika hanya dua saja itu tidak cukup, setidaknya kalian harus mendapatkan 6 buah daun lagi. ingat satu hal jangan mengambil daun itu dalam jumlah yang ganjil karena jika iya maka semua daun tidak akan ada yang berguna sama sekali." kata Xi Shen dengan mengingatkan.


Setelah pembicaraan itu berakhir kini pasutri itu tengah duduk di ranjang sambil membicarakan sesuatu yang serius mengenai masalah yang baru saja mereka bicarakan.


"Aku akan ikut denganmu Zhan." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing terkejut.


"Apa?? tidak sayang. disana sangat berbahaya untukmu. kau percaya padaku bukan. jika kita meninggalkan kerajaan maka itu tidaklah baik karena kita sudah mengemban tugas masing-masing jika kita meninggalkannya rakyat kita akan meragukan kita." kata Zhi Qing dengan memberikan pengertian pada istrinya.


"Tapi aku takut jika terjadi sesuatu denganmu Zhan." kata Yuan Lin dengan berbalik membelakangi Zhi Qing.


"Aku tidak mau berbicara denganmu." ujar Yuan Lin dengan dinginnya.


"Heii dengarkan aku. aku melakukan itu karena aku sangat menyayangimu dan tidak mau ada sesuatu yang terjadi padamu. aku berjanji aku akan baik-baik saja dan akan langsung kembali jika semua urusan sudah terselesaikan." ucap Zhi Qing dengan memegang kepala Yuan Lin agar wanita itu menatap nya tapi justru langsung di tepis dengan kasarnya.


Tanpa berbicara apapun Yuan Lin langsung pergi saja meninggalkan Zhi Qing yang saat ini seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.


"Ahh sudahlah palingan sebentar lagi dia kembali. aku tau dia tidak akan bisa berlama-lama marah padaku." ucap Zhi Qing yang juga pergi menuju ke kerajaan neraka.


Yuan Lin terus menggerutu karena keinginannya tidak terpenuhi oleh Zhi Qing. entahlah dia juga tidak tahu kenapa dia merasa sangat kesal sekali pada suaminya.

__ADS_1


"Jiejie..." panggil seseorang yang membuat Yuan Lin menoleh.


" Kenapa kau berjalan cepat sekali dan ku panggil panggil tidak mendengarnya." kata putri Jiang He dengan ngos-ngosan membuat Yuan Lin heran.


"Ada apa denganmu?" tanya Yuan Lin.


"Ayah mencari mu. hari ini kami memutuskan untuk kembali karena sudah terlalu lama disini." kata putri Jiang He yang membuat dia terkejut.


"Dimana ayah?" tanya Yuan Lin.


"Ayah ada di kamarnya sedang menunggumu." jawab putri Jiang He.


Sesampainya di kamar kaisar Wei, tanpa mengetuk terlebih dahulu Yuan Lin langsung masuk saja membuat kaisar Wei yang sedang menyesap teh terkejut.


"Ayah kau ingin kembali sekarang?" tanya Yuan Lin dengan memeluk ayahnya.


"Ada apa denganmu putriku.?" tanya kaisar Wei yang masih terkejut.


Putri Jiang He hanya mengangkat bahunya saja ketika ayahnya menatap ke arahnya agar dia memberikan penjelasan.


"Adik Jiang He bilang kalian akan kembali sekarang. benarkah itu?" tanya Yuan Lin.


"Ahh rupanya itu....iya ayah akan kembali hari ini karena sudah lama disini. ayah juga tidak tahu bagaimana keadaan di bawah karena itu ayah memutuskan untuk kembali." jawab kaisar Wei.


"Semuanya baik-baik saja. tidak bisakah ayah lebih lama disini?" tanya Yuan Lin dengan mata sedikit memerah.


Hal itu sontak saja membuat keduanya bingung karena ini seperti bukan Yuan Lin yang mereka kenal. mereka hanya saling tatap saja mendengar cerita Yuan Lin soal Zhi Qing yang tidak memperbolehkannya untuk ikut menyelam.

__ADS_1


"Ayah setuju dengan suamimu putriku. itu terlalu berbahaya bagimu ayah tidak mau kau kenapa-kenapa." kata Kaisar Wei yang membuat Yuan Lin berdecak kesal dan menghapus air matanya.


"Semua orang sama saja tidak ada yang pernah memahamiku." Kata Yuan Lin dengan menghentakkan kakinya berjalan keluar membuat kedua orang itu bingung.


__ADS_2