Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Cemburu Dengan Orang Lain Cemburu Dengan Dirinya Sendiri


__ADS_3

"Ada apa? orang lain bahagia mendengar kabar ini kenapa aku lihat kau tidak bahagia? apa yang ingin kau tanyakan padaku?" kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing menatapnya.


"Kau bilang jika aku sudah lama menyukaimu, jadi sekarang aku tidak ingin menutupinya lagi karena kau juga sudah tahu. aku memang menyukaimu tapi sekarang aku merasa kecewa denganmu. kenapa kau tidak memberitahuku jika kau sudah menikah." jawab Zhi Qing


"Setelah tahu aku sudah menikah apakah kau akan terus menyukaiku?" tanya Yuan Lin dengan tersenyum.


"Tentu saja tidak karena bagaimanapun juga kau sudah mempunyai suami jadi akan menjadi masalah jika aku terus menyukaimu. aku memutuskan untuk tidak menyukaimu lagi." kata Zhi Qing


"Suamiku pergi meninggalkan ku." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing terkejut.


"Jangan berbohong padaku." ujar Zhi Qing


"Apa kau tidak lihat? apakah kau pernah melihat ada laki-laki Disini yang akrab denganku." kata Yuan Lin


"Si bodohhh itu....aku akan mencarinya dan membawanya kembali. berani-beraninya dia meninggalkan mu." kata Zhi Qing dengan geramnya.


Sedari tadi Yuan Lin terus menahan untuk tidak tertawa. Zhi Qing terlihat sangat polos di matanya. andai dia tahu jika yang di sebut bodoh adalah dirinya sendiri. dia pun mempunyai ide licik untuk mempermainkan suaminya sedikit.


"Ya aku memang butuh bantuan mu untuk menemukan suamiku. jika kau bertemu dengannya seret dia secara paksa dan berikan dia pelajaran karena telah meninggalkanku. jika aku tahu dia akan meninggalkan ku seperti ini aku akan memilih untuk menikahimu saja." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing mengangguk.


"Bagaimana aku mencarinya aku tidak tahu bagaimana dia?" tanya Zhi Qing dengan bingungnya.


"Tanya pada ayah Xi Shen dia tahu semuanya. dari yang aku tahu, suamiku melarikan diri ke kerajaan neraka." jawab Yuan Lin.

__ADS_1


"Ck beraninya dia... aku akan segera menemukannya untuk mu dan membawanya kesini." kata Zhi Qing dengan mengepalkan tangannya.


Setelah Zhi Qing pergi, Yuan Lin tertawa terbahak-bahak sampai mengeluarkan air matanya. suara ketukan pintu pun membuat dirinya menghentikan tawanya sebentar. terdengar dari luar sebuah suara seorang laki-laki yang dia kenali.


"Lin Lin kau kenapa? suaramu terdengar sangat jelas dari luar." tanya Chen Zu dengan herannya.


"Ini akan menjadi momen yang tidak terlupakan. kau tau ...." kata Yuan Lin dengan menceritakan semuanya.


"Hahaha sebelum dia kembali ke wujud aslinya sekarang aku akan menertawakannya sepuas hatiku. bagaimana bisa dia di angkat menjadi raja neraka. bukankah dia cemburu dengan dirinya sendiri dan dia akan memberikan pelajaran pada dirinya sendiri pffftttt." kata Chen Zu dengan tertawa keras.


"Karena itulah aku merasa bahagia sekarang. aku bersyukur sudah ada dia di tengah-tengah kami. itu seperti sebuah benang yang akan selalu mempersatukan kami apapun masalahnya." ucap Yuan Lin dengan mengelus perutnya yang masih rata.


"Jaga diri baik-baik dan jangan lupa beristirahat. aku juga ikut senang mendengarnya. aku penasaran bagaimana hasil dari di orang kuat yang sama sama tidak tersentuh. tapi Lin Lin aku merasa cepat atau lambat sebuah masalah besar akan terjadi. aku tidak tahu juga apakah itu hanya perasaanku saja." kata Chen Zu yang membuat Yuan Lin tersenyum kecil.


Di kerajaan neraka, dengan raut wajah garang dan tatapan mematikannya, Zhi Qing langsung mencari keberadaan Xi Shen. dia mencari di seluruh ruangan tapi tidak menemukannya. bagaimana ingin di temukan jika dia saja salah tempat Karena sekarang Xi Shen sedang berkeliling untuk melihat bagaimana aktivitas pasukan dan para rakyatnya.


Semua prajurit yang di lewatinya merasa aneh dengan sikap raja mereka karena langkahnya yang panjang dan raut wajah yang menyeramkan. tidak ada yang berani menatapnya secara langsung.


"Heiii kakek tua." teriak Zhi Qing dengan kerasnya membuat semua orang menoleh ke arahnya.


"Ada apa dengan mu? kau datang bukannya memberi salam tapi kau malah berteriak. lihat orang-orang memandang raja neraka dengan anehnya." kata Xi Shen dengan tidak habis pikir.


"Ekheemm... aku ingin bertanya padamu, apa kau tahu siapa suami ratu langit, dia bilang jika suaminya pergi meninggalkannya dan sekarang suaminya ada disini." kata Zhi Qing yang membuat Xi Shen menatapnya dengan aneh.

__ADS_1


" tentu saja ada disini bodoh. itu kau sendiri." batin Xi Shen


"Ahh ya benarkah? kenapa aku tidak tahu. ohh ya aku baru ingat, baru saja ada pria yang datang kesini, mungkin saja dia suami ratu langit." ujar Xi Shen dengan mengikuti skenario Yuan Lin.


"Dimana?" tanya Zhi Qing dengan geramnya.


"Aku tidak tahu kau cari saja Sendiri aku masih banyak urusan." jawab Xi Shen dengan tawa yang dia tahan sedari tadi.


"Kau lihat saja nanti apa yang akan aku beri padamu setelah kau melakukan ini semua padanya." ucap Zhi Qing dengan geramnya kemudian pergi dari sana.


Diam-diam Yuan Lin mengikutinya, dia ingin tahu apa yang akan suaminya lakukan, tapi Zhi Qing sudah menyadari jika dia di ikuti tapi tidak tahu siapa itu karena Yuan Lin menyembunyikan aura miliknya.


Zhi Qing secepat kilat menghilang dari pandangan Yuan Lin, tapi wanita itu tidak kesulitan sama sekali untuk menemukannya.


"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Zhi Qing ketika sudah berhadapan dengan Yuan Lin.


"Tidak perlu mencarinya lagi. aku hanya membutuhkan mu saja saat ini." ucap Yuan Lin dengan menatap mata Zhi Qing.


"Jangan bersikap bodoh kasihan anakmu nanti." ujar Zhi Qing


"Aku tidak bercanda. saat ini aku hanya ingin bersamamu saja Zhan tidak lebih. kita bisa melewati ini sama-sama. kau juga harus tahu tumbuh kembang putra kita." ucap Yuan Lin yang membuat Zhi Qing bingung apalagi saat Yuan Lin tiba-tiba memeluk dirinya.


"Simpan pertanyaan mu itu untuk nanti. saat ini aku ingin menghabiskan waktu bersamamu tanpa di ganggu." ucap Yuan Lin yang masih memeluk Zhi Qing dengan erat.

__ADS_1


Awalnya Zhi Qing ragu untuk membalas pelukannya namun akhirnya dia pun membalasnya. perasaan yang tidak asing baginya kembali muncul. rasa nyaman dan tenang ketika memeluk wanita yang kini berada di dalam pelukannya membuat dia merasa seolah-olah dunia sedang berhenti.


__ADS_2