
Kini Zhi Qing dan Yuan Lin tengah menghabiskan waktunya di tepi danau. hanya ada mereka berdua saja di sana. suasananya sangat sunyi dan tenang.
"Kau ingin tahu sesuatu tentangmu?" tanya Yuan Lin dengan kepala yang menyender di pundak Zhi Qing
"Apa?" jawab Zhi Qing
"Kau adalah pria yang tidak akan pernah berhenti mencintai ku apapun yang terjadi. kau selalu ada untukku. Kau separuh jiwaku." kata Yuan Lin
"Aku benar-benar tidak ingat semuanya. tapi semuanya yang terjadi disini seperti tidak asing bagiku. jika memang aku adalah orang kau maksud maka aku akan menjadi seperti itu mulai saat ini. tapi bagaimana dengan suamimu?" tanya Zhi Qing yang membuat Yuan Lin langsung mendongak kesal.
"Berhenti bicara omong kosong." seru Yuan Lin
"Aku hanya tidak mau merusak hubungan kalian apalagi sudah ada dia di tengah-tengah kalian." ujar Zhi Qing.
"Entah kenapa aku sangat ingin memukulmu sekarang." kata Yuan Lin dengan kesalnya.
Tiba-tiba keduanya saling bertatapan dan seperti berbicara dari tatapan mata mereka. mereka saling mengangguk dan mulai bercanda lagi.
"Tetap waspada." ucap Zhi Qing.
"Ya aku akan coba mencari tahu." ujar Yuan Lin.
Yuan Lin mengaktifkan mata dewannya dan bisa melihat jelas siapa yang tengah menguping pembicaraan mereka secara diam-diam.
"Ayo pergi." kata Yuan Lin.
Mereka langsung melesat tanpa di ketahui seseorang yang berada di balik pohon saat ini. sosok misterius itupun terlihat kebingungan karena targetnya telah menghilang kemudian ikut pergi dari sana.
Kini Yuan Lin berada di kerajaan neraka bersama Zhi Qing tepatnya di ruangan Zhi Qing. keduanya pun mulai berwajah serius.
"Aku merasa itu ada hubungannya dengan ramalan itu." kata yuan Lin.
"Mungkin saja. tapi aku tidak merasakan aura apapun dari nya. " ujar Zhi Qing.
"Yang ku lihat dia seorang wanita." kata Yuan Lin.
__ADS_1
"Kau harus berhati-hati mulai saat ini. jaga kandungan mu baik-baik." kata Zhi Qing dengan wajah seriusnya.
"Sebaiknya kau disini dulu. aku akan mencoba mencari tahu identitas orang itu." kata Zhi Qing.
Setelah Zhi Qing pergi, Yuan Lin pun memanggil semua teman-temannya. mereka datang dengan wajah yang sama.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Yuan Lin heran
"Nona mereka sudah mulai bergerak. nona harus waspada dan berhati-hati karena setiap gerakan nona akan di pantau oleh mereka." kata Naga Yang
"Mereka?" tanya Yuan Lin.
"Wanita tadi yang nona lihat adalah bagian dari ramalan itu." lanjut naga Yang.
"Kenapa hanya aku?" tanya Yuan Lin dengan bingungnya.
"Karena pangeran kecil nona." jawab Naga Yang yang membuat Yuan Lin terkejut.
"Apakah yang kau maksud?" ucap Yuan Lin dengan menutup mulutnya dengan terkejut.
"Terimakasih atas informasinya. mulai saat ini aku akan selalu waspada." jawab Yuan Lin.
"Hahh rupanya kau akan sedikit kesulitan. tapi tidak masalah kita akan menghadapinya bersama-sama. aku tau kau akan menjadi orang yang berharga dan juga bisa di andalkan." gumam Yuan Lin dengan mengelus perutnya.
Zhi Qing menemui pangeran Meuizo untuk membicarakan masalah yang baru saja terjadi. bukan hanya kepada pangeran Meuizo saja namun kepada kaisar langit dan beberapa pemimpin kerajaan di bawahnya.
Saat ini Zhi Qing bersama pangeran Meuizo sedang berada di kerajaan langit. mereka menunggu kedatangan kaisar langit untuk membicarakan masalah serius ini.
"Apakah aku membuat kalian menunggu?" tanya Kaisar langit.
"Tidak kaisar. ada yang ingin aku bicarakan padamu." kata Zhi Qing dengan terus terang.
"Baiklah tapi sebentar dimana putriku?" tanya Kaisar langit.
"Dia ada di kerajaan ku tidak perlu khawatir." jawab Zhi Qing yang membuat kaisar langit mengangguk paham karena mengira jika Zhi Qing sudah bisa mengingat semuanya.
__ADS_1
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya Kaisar langit
"Dalam waktu dekat ini akan ada sesuatu besar yang terjadi jadi aku ingin kau mengadakan pertemuan dengan para pemimpin yang ada di alam atas untuk membicarakannya karena ini masalah serius." jawab Zhi Qing.
"Apa yang di katakan Raja neraka benar kaisar. cepat atau lambat semuanya akan terjadi." timpal pangeran Meuizo
"Apa yang kalian maksud?" tanya Kaisar langit dengan bingungnya.
Pangeran Meuizo pun menceritakan tanpa terlewat satu kata pun. kaisar langit cukup terkejut mendengarnya karena bagaimanapun ramalan bangsa elf tidak pernah meleset apalagi ketika Zhi Qing menambahkan cerita tentang wanita misterius yang diam diam mengintai mereka.
"Untuk saat ini belum tahu pasti penyebab semua itu tapi yang terpenting kita harus waspada dengan hal-hal yang tidak kita duga." kata Zhi Qing
"Baiklah hari ini juga aku akan memerintahkan prajuritku untuk mengirim pesan di kerajaan lain." ucap kaisar langit.
"Kami juga sedang mencari tahu apa penyebabnya." timpal pangeran Meuizo.
Setelah mengatakan itu semua Zhi Qing dan pangeran Meuizo menuju ke kerajaan neraka. disana sudah ada Yuan Lin yang menunggu mereka.
"Aku sudah tahu titik terangnya sekarang." kata Yuan Lin yang membuat keduanya terkejut kemudian Zhi Qing mengajak mereka menuju ke ruangannya.
"Karena ini." kata Yuan Lin dengan memegang perutnya.
"Maksud mu?" tanya Zhi Qing dengan bingungnya begitupun pangeran Meuizo.
"Naga Yang mengatakan jika wanita tadi memata-matai ku karena perintah dari seseorang dan itu menyangkut putraku." jawab Yuan Lin.
"Apa yang ratu maksud adalah..." kata Pangeran Meuizo dengan terkejut.
"Ya untuk sekarang aku masih bisa melindungi dan menyamarkan auranya agar mereka tidak bisa mengetahui keberadaannya tapi semakin besar aura yang di miliki putraku juga akan semakin besar." kata Yuan Lin dengan menjelaskan.
"Ini masalah serius. mereka sudah mulai bergerak, dan kita harus selangkah lebih maju dari mereka." kata Zhi Qing.
"Yang di katakan raja benar. aku juga akan mencoba mencari tahu dimana tempat mereka." timpal pangeran Meuizo.
Mereka bertiga menyusun rencana untuk mengelabuhi musuh dan tentu saja selangkah lebih maju dari musuh.
__ADS_1