Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Pagoda Kembar 3 (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Sesaat kemudian Zhi Qing pun menyadari kenapa dia sampai ada di tempat itu. seketika tatapannya berubah menjadi datar dan tajam. sosok yang menyerupai Yuan Lin pun terkejut melihat perubahan wajah Zhi Qing. ia bermaksud untuk menghilang tapi sihir yang di gunakan Zhi Qing untuk membuatnya tidak bergerak lebih cepat mengenainya.


"Kau pikir aku akan sebodoh itu. dengan menyamar menjadi kekasihku apakah kau bisa mengelabuhi ku." kata Zhi Qing dengan suara penuh tekanan.


"Apa yang kau katakan. aku adalah putri Yuan Lin dan kau dengan teganya berbuat seperti itu padaku bahkan kau membunuhku." ujar sosok tersebut


"Matilah." teriak Zhi Qing dengan mengayunkan tangannya yang menyebabkan sosok tersebut terpental ke dinding dan berubah menjadi abu.


"Aku harus lebih waspada lagi hampir saja aku akan terjebak disini. bagaimana dengan nana disana apakah dia kesulitan. tapi aku yakin dia baik-baik saja. lebih baik aku lanjutkan saja." ucap Zhi Qing kemudian keluar dari ruangan tersebut.


Kini ia memasuki sebuah ruangan yang di dalamnya hanyalah sebuah ruangan kosong saja dan semuanya bewarna hitam hingga beberapa saat sebuah suara seorang pria yang terdengar begitu besar dan berat.


"Ada manusia yang bisa sampai ke sini. apa yang kau inginkan." sebuah suara membuat Zhi Qing menoleh ke sekelilingnya tapi tidak mendapatkan siapapun didalam ruangan itu


"Siapa kau?" kata Zhi Qing yang tidak menurunkan kewaspadaannya.


"Kau berada di ruangan terakhir yang ada di pagoda kembar. bagaimana kau bisa sampai disini? ini adalah pertama kalinya ada manusia sepertimu yang bisa sampai kesini." kata suara tanpa wujud yang membuat Zhi Qing sedikit tidak mengerti.


Kemudian muncullah asap putih yang seketika berubah menjadi seorang pria tua yang memakai pakaian bewarna putih serta memegang senjata. hal tersebut tentu membuat Zhi Qing terkejut tapi berusaha untuk tetap tenang

__ADS_1


"Jika ini adalah ruangan terakhir itu artinya kitab kerajaan Elf ada disini." kata Zhi Qing yang membuat sosok pria tersebut terkejut.


"Jadi tujuanmu kemari karena itu." kata pria tersebut dengan tatapan tajam tak bersahabat.


"Ya aku ingin mengambilnya sebelum mereka yang mengambilnya." jawab Zhi Qing dengan tegasnya.


"Tapi aku tidak akan membiarkan mu untuk memilikinya." ujar pria itu yang membuat Zhi Qing hanya menghela nafasnya saja karena Ia sudah mengira jika tidak akan semudah yang dia pikirkan untuk mendapatkan kitab itu.


"Ya aku tahu kau tidak akan membiarkan siapapun untuk memiliki kitab itu. tapi tadi kau bilang jika hanya aku saja yang bisa sampai kesini dan tentunya kau bisa memahami semuanya. jika bukan karena aku ingin menyelamatkan dunia ini aku tidak akan melakukan hal seperti ini." kata Zhi Qing.


"Siapa namamu?" tanya pria tersebut.


"Untuk apa kau ingin tahu namaku?" tanya Zhi Qing balik dengan tatapan selidik.


"Apa maksudmu?" tanya Zhi Qing dengan bingungnya.


"Aku hanya ingin mendengar jawaban mu saja tidak lebih." jawab pria itu yang membuat Zhi Qing berfikir sebentar.


"Aku memilih kehilangan ingatanku." jawab Zhi Qing dengan mantapnya.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Pria itu


"Karena aku tidak ingin kehilangan hidupku dan orang-orang yang aku sayangi. aku memilih kehilangan ingatanku karena dengan begitu akan ada orang yang membantuku untuk mengingat semuanya secara perlahan-lahan." jawab Zhi Qing.


"Tidak ada penyesalan setelah kau memutuskan. kau sudah sampai di sini dan apa yang kau tuju bukanlah hal kecil dan itu perlu pengorbanan. kau sudah mengatakan padaku jika kau lebih memilih kehilangan ingatanmu dari pada hidupmu dan orang-orang terkasihmu maka setelah kau keluar dari sini, semua ingatanmu akan hilang. seperti yang kau katakan tadi kau bisa mengingat semuanya kembali karena akan ada orang lain yang membantumu mengingat semuanya." kata pria itu kemudian menjentikkan jarinya dan tiba-tiba saja ruangan yang tadinya gelap kini sudah terang dan di tengah-tengahnya terdapat sebuah kotak bewarna biru yang membuat Zhi Qing mendekatinya.


Ia pun membuka kotak biru tersebut yang ternyata berisi kitab putih. ia pun memikirkan kata-kata yang di keluarkan pria tadi.


"Apakah maksudnya aku mengorbankan semua ingatanku karena aku akan mendapatkan kitab ini. huffft tapi itu tidak masalah karena aku yakin secepatnya aku akan bisa mengingat semuanya kembali. setelah keluar dari sini aku tidak akan mengingat apapun terutama mengingat Yuna. hufffttt baiklah aku harus menghadapinya." ucap Zhi Qing dengan mengambil kitab itu dan memasukkan kedalam cincin dimensinya.


Disisi lain saat ini Yuan Lin sudah sampai di ruangan terakhir. ruangan dimana saat ini dia di hadapkan dengan sebuah cermin besar yang disana terlihat kekasihnya, orangtuanya, teman-temannya serta orang-orang terdekatnya meninggalkannya.


Ia memperhatikan gambaran-gambaran kejadian itu dengan tatapan datarnya. ia seperti tidak terpengaruh dengan apa yang di lihatnya. sesaat kemudian gambaran masalalunya terlihat jelas di cermin itu. tatapan Yuan Lin pun yang tadinya datar kini mulai tak biasa.


Masalalu dimana saat dia kecil di perlakukan layaknya seperti sampah dan tidak pernah ada orang yang menghargai sedikitpun karena terlahir tanpa orangtuanya. ia di adopsi oleh seorang pengusaha kaya yang sukses sampai dia berumur tujuh tahun. tapi kebahagiaan Yuna kecil hanya sampai Situ saja karena setelah itu orang tua angkatnya di habisi oleh rekan kerjanya sendiri dengan menyewa pembunuh bayaran.


Gambaran tentang hari-hari kerasnya yang dia lalui sendirian. berkutat dengan senjata api dan senjata tajam lainnya hanya untuk membuat orang-orang yang selalu menghinanya mendapatkan balasannya serta untuk membalas kematian orang tua angkatnya.


Yang paling membuat Yuan Lin marah adalah ketika ia melihat gambaran bagaimana pengkhianatan orang yang sudah dia anggap sebagai kakaknya bersekongkol dengan musuh-musuhnya. bahkan bukan hanya satu anggota melainkan banyak sekali.

__ADS_1


Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat serta tatapan tajam dan menusuk khas seorang Yuan Lin. Ya, yang paling di benci Yuan Lin di dunia ini adalah pengkhianatan. apapun alasannya ia tidak akan bisa mentolerir perbuatan itu.


"Tidak. aku harus bisa mengendalikan diriku sendiri. ini hanyalah ujian saja. ingat ini adalah ruangan terakhir dimana aku bisa mendapatkan apa yang aku mau." batin Yuan Lin


__ADS_2