
Serangan demi serangan terus di layangan ikan monster itu pada Zhi Qing. sedangkan Zhi Qing terus menghindarinya saja sehingga membuat ikan itu marah. untuk sesaat dia berhenti menyerang dan menatap sekelilingnya hingga tatapannya berhenti pada ketiga orang yang saat ini tengah berdiri di pinggir danau menyaksikan pertarungan itu.
Ikan tersebut mengibaskan ekornya dan seketika gelombang pun terjadi dan hampir saja menyeret kedua bocah itu jika saja Yuan Lin tidak menghalanginya.
"Jadi rupanya kau yang tadi juga ingin menyeret Ling Fei. aku tidak akan membiarkan mu menghirup udara bebas lagi. kalian tunggulah disini jangan kemana-mana. aku sudah memberikan pilindung pada kalian jadi kalian tidak Leh khawatir akan terjadi apapun. aku akan memberikan pelajaran pada ikan jelek itu." kata Yuan Lin dengan mengelus kepala Ling Fei kemudian langsung melompat ke danau.
Zhi Qing yang melihat itupun hanya bisa membiarkan saja karena dia tidak bisa menghentikan Yuan Lin jika gadis itu sudah bertindak apalagi sudah dalam emosi atau kekesalan.
Yuan Lin berenang dengan sangat cepat dan kini dia sudah berada di belakang ikan monster tersebut. ikan monster itu memiliki sirip dan juga 4 kaki. ukurannya hampir setengah dari lebar danau tersebut.
Yuan Lin pun semakin masuk ke dasar danau tersebut. saat sudah sampai di dasar danau, dia menatap ke atas yang di sana ada ikan monster. ia mengepakkan tangannya kuat-kuat dan langsung melesat ke atas dengan kecepatan tinggi.
Ia meninju perut ikan monster dengan sekali pukulan hingga membuat ikan itu langsung terpental jauh ke atas dan hampir saja mengenai Zhi Qing jika saja laki-laki tidak langsung menghindarinya.
"Gadis itu benar-benar." ucap Zhi Qing dengan kesalnya.
Bukan hanya satu kali tapi Yuan Lin kembali meninju ikan tersebut dengan kekuatannya. air danau itupun meluap keluar sangat banyak mungkin sekarang hanya tersisa setengahnya saja dari sebelumnya.
Terakhir Yuan Lin melayangkan sebuah tendangannya dan berhasil membuat ikan tersebut berada di darat. Zhi Qing hanya bisa menggelengkan kepalanya saja Melihat tingkat Yuan Lin.
"Nana apa kau baik-baik saja?" tanya Zhi Qing dengan menghampiri Yuan Lin.
"Ya aku baik-baik saja tapi aku sangat kesal pada ikan jelek ini berani-beraninya dia ingin mencelaki dua bocah kecil itu." kata Yuan Lin.
Ikan monster itu menggelepar di tanah dengan insang yang terus bergerak. mata merah dan tajamnya menatap Zhi Qing dan Yuan Lin dengan sangat tajam seakan mempunyai dendam yang sangat besar pada mereka berdua.
"Berani-beraninya manusia mengacau di tempatku hah." kata ikan tersebut yang ternyata bisa berbicara.
__ADS_1
"ohh jadi kau bisa berbicara." kata Yuan Lin dengan suara mengejek.
"Apakah kau yang sudah membuat dua bocah kecil ini menunggu ibunya kembali?" tanya Zhi Qing langsung pada intinya.
"Aku? jangan bercanda aku aku tidak pernah ada urusan dengan mereka." jawab ikan monster tersebut dengan suara beratnya.
Dua bocah kecil itu saat ini tengah gemetar ketakutan melihat ikan yang sangat besar ada di depannya apalagi ketika mereka melihat bagaimana Yuan Lin tadi meninju dan menendang ikan sebesar itu hingga sampai ke daratan.
"Katakan padaku! aku tau kau sedang berusaha untuk menipuku." kata Yuan Lin dengan memakan kata-katanya
"Untuk apa aku harus mengatakannya hah. kenapa kau dan kau ingin mencampuri urusan ku. jangan memancing amarahku jika kalian masih ingin hidup. lebih baik sekarang kalian pergi saja dari sini dan jangan pernah kembali. satu lagi biarkan kedua anak itu tetap disini karena aku tidak akan membiarkan kalian membawa mereka pergi." kata ikan monster yang membuat kedua hanya saling pandang saja.
Tiba-tiba ikan itu mengibaskan ekornya yang membuat Yuan Lin dan Zhi Qing dengan refleks melompat. ekor itu mengenai beberapa pohon sehingga langsung membuatnya tumbang.
"Kau urus mereka na. mereka terlihat sangat ketakutan." kata Zhi Qing ketika melihat bagaimana tubuh kedua anak kecil itu bergetar hebat.
Yuan Lin yang sadar pun hanya bisa merutuki kebodohannya saja kemudian dia melesat menghampiri kedua anak itu dan menenangkannya.
"Apakah itu ada urusannya denganmu." kata ikan monster dengan tertawa meremehkan.
Zhi Qing mengeluarkan sebuah rantai bewarna hitam kemerahan. jika dia sudah berbicara baik-baik pada seseorang tapi orang itu masih sangat angkuh dan sombong ia tidak akan bisa menahan kesabarannya lagi seperti sekarang ini.
Cetarrrrr....
"Arggggggggghhh sialaann apa yang kau lakukan padaku." teriak ikan monster dengan menahan rasa sakit dan panas di seluruh tubuhnya.
Rantai yang di gunakan Zhi Qing itu adalah rantai api. seperti warnanya hitam kemerahan, siapapun yang terkena rantai itu akan langsung merasakan sakit dan panas yang luar biasa. rantai api adalah senjata tingkat tinggi yang tidak di ketahui seberapa kuatnya tingkat kekuatannya.
__ADS_1
Yuan Lin juga baru tahu jika kekasihnya itu memiliki senjata tingkat tinggi tersebut. ia dan kedua bocah kecil yang saat ini ada di dalam pelukannya itu hanya melihat saja bagaimana Zhi Qing habis-habisan menyiksa ikan monster dengan rantai miliknya.
"Hentikan!!!!! Ya aku mengaku aku yang sudah menghabisi wanita itu dan menjadikannya makananku." teriak ikan monster yang membuat kedua bocah kecil itu terkejut dan langsung menatap Yuan Lin dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak perlu khawatir ada aku disini. setelah ini kalian boleh memberikan ikan jelek itu hukuman." kata Yuan Lin dengan mengelus kepala kedua anak itu.
"Bagaimana caranya?" tanya Ling Tian pada Yuan Lin.
"Sesuatu...nanti aku akan memberitahumu. sekarang kita lihat saja sampai mana ikan jelek itu bisa bertahan." kata Yuan Lin
Mendengar perkataan ikan monster membuat Zhi Qing kembali murka. dia tidak berhenti memberikan serangannya pada ikan tersebut bahkan ikan tersebut tidak bisa melawan ataupun menahan semua serangan yang di berikan Zhi Qing.
"Zhan sudah cukup. sekarang biarkan mereka yang memberi pelajaran padanya." kata Yuan Lin dengan menghampiri Zhi Qing.
Laki-laki hanya mengangguk saja sementara kedua bocah itu hanya saling tatap tidak tahu bagaimana caranya.
"Apakah kalian siap?" tanya Yuan Lin
"Y ya..." jawab Ling Tian dengan sedikit keraguan.
Yuan Lin pun langsung memberikan sebuah kekuatan dimana seseorang bisa langsung menjadi kuat dalam sekejap. bisa dinamakan kekuatan itu dengan kekuatan roh jiwa.
"Sekarang keluarkan semua yang selama ini kalian pendam." kata Yuan Lin dengan berjalan menjauh.
Kedua bocah itu pun mengangguk dan mendekati ikan monster yang saat ini sedang sekarat. tanpa basa basi Ling Tian pun mulai memukul menendang begitupun juga Ling Fei.
"Dasar ikan jelek. tidak berguna."
__ADS_1
"Kau sudah menghabisi ibu kami. apa kau tidak memikirkan kami yang masih kecil seperti ini."
Umpatan serapah terus keluar dari kedua bibir mungil milik kedua bocah tersebut hingga akhirnya ikan itupun mati dengan bentuk yang sudah tidak karuan.