Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Membuat Masalah (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Putri Mei berdiri dan bermaksud untuk menyerang Yuan Lin menggunakan kekuatannya tapi hanya dengan satu lambaian tangan Yuan Lin sudah membuat gadis itu langsung tersungkur dengan kerasnya.


"Bibi maaf aku akan kembali lagi nanti." kata Yuan Lin yang di angguki pemilik toko


Ia langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan bagaimana putri Mei sekarang. gadis itu sangat marah pada Yuan Lin sehingga ia pun langsung mengejar Yuan Lin dan menyerat ke tengah kerumunan orang-orang.


"Kalian semua lihat dia. gadis jal*** ini dengan beraninya merebut pakaian yang sudah aku beli kemudian menyerangku dan langsung pergi begitu saja tanpa minta maaf padaku." kata putri Mei dengan suara kerasnya.


Semua orang pun langsung mengerumuni mereka berdua. tentu saja mereka penasaran dengan apa yang sedang terjadi antara dua gadis itu. sementara Yuan Lin masih diam saja tidak berkutik. ia ingin tahu seberapa jauh yang akan di lakukan putri Mei.


Yuan Lin sudah banyak sekali mendapatkan kata-kata kasar dari orang-orang karena karangan cerita yang di katakan putri Mei tapi lagi-lagi dia masih tetap diam saja. ia tidak akan terpancar dengan cara rendahan yang di lakukan putri Mei untuk membuat Yuan Lin menyerang lebih dulu


"Apakah gadis itu bisu."


"Aku tidak tahu. sedari tadi dia terus saja diam dan tidak berbicara apapun."


"Ya apakah dia sangat ketakutan."


"Tentu saja karena siapapun yang sudah membuat masalah dengan putri Mei dia akan mendapatkan hukuman dari kaisar langit sendiri. bukankah saat ini putri Mei adalah anak angkat mereka. jadi itu sangat mungkin."


Putri Mei terus saja berbicara seakan dirinya tidak bersalah dan yang paling benar. semakin lama Yuan Lin mendengarkan ocehan tidak berfaedah itu semakin membuat kesal dan ingin sekali merobek mulut yang memberikan cerita karangan seperti putri Mei.

__ADS_1


Apalagi ketika sudah menyangkut orang-orang terdekatnya langsung membuat Yuan Lin berdiri dan menatap tajam ke arah putri Mei. gadis itu yang di tatap Yuan Lin seperti itu menjadi gemetaran seketika karena dia belum pernah melihat tatapan semenyeramkan yang di miliki Yuan Lin. dia belum tahu bagaimana tatapan membunuh yang di miliki Yuan Lin apalagi tatapan milik Zhi Qing.


"Kau tau aku sangat tidak suka jika ada orang lain seperti dirimu membahas masalah pribadiku dan menyangkut pautkan orang-orang terdekatku sialan." kata Yuan Lin dengan suara dinginnya.


"A apa hah apa yang ingin kau lakukan padaku. seharusnya kau minta maaf padaku. gadis jal...." belum sempat putri Mei berbicara sebuah tamparan keras sudah mendarat di pipinya.


Semua orang di buat terkejut dengan apa yang di lakukan Yuan Lin. apalagi ketika tamparan itu terjadi dan sesuatu keluar dari mulut putri Mei.


"Ahhh sialan gigiku...." teriak putri Mei dengan menutupi mulutnya yang sudah ada darahnya karena tamparan keras yang di layangkan padanya membuat satu gigi tengahnya copot dan melompat keluar.


"Aku membiarkan mu terus mengoceh seperti itu karena aku ingin melihat seberapa jauh kau bisa membuat cerita karanganmu itu. aku memang berasal dari dunia bawah bukan seperti dirimu tapi sikapmu yang seperti ini bahkan lebih rendah dari pada seorang wanita penghibur." kata Yuan Lin


"Apakah gadis itu sudah gila."


"Apakah dia sudah bosan hidup. jika sampai kaisar langit tau aku tidak tahu bagaimana nasibnya."


"Benar-benar gila baru kali ini ada orang yang sangat berani seperti itu. ahh aku menjadi sangat kasian pada gadis itu. mungkin saja besok dia sudah tidak bisa melihat dunia ini."


Putri Mei yang sudah merasa sangat malu pun tanpa mengatakan apapun Langsung pergi menerobos kerumunan orang-orang itu. dan kini hanya tinggal Yuan Lin sana disana.


"Apa? apa kalian tidak terima karena aku berbuat seperti itu." kata Yuan Lin dengan kesalnya.

__ADS_1


"Ayo pergi pergi cepat..." bisik beberapa orang yang tidak ingin ikut campur masalah kedua gadis itu.


Putri Mei kembali ke istana dengan terus menutupi mulutnya sesekali dia meludah di jalan karena darah dari mulutnya terus saja keluar. sepanjang perjalanan menuju istana dia tak henti-hentinya menyumpah serapahi Yuan Lin dengan banyak sekali kata-kata kasar dan tidak pantas untuk di sebut.


Dia sungguh akan membalas apa yang sudah di lakukan Yuan Lin hari ini padanya. setelah sampai di istana para pelayan dan prajurit yang melihat putri Mei pun merasa heran karena terus menutup mulutnya.


Gadis itu bermaksud melaporkan apa yang sudah di lakukan Yuan Lin pada permaisuri Zinsy dan kaisar langit. dia yakin dengan begitu dia bisa dengan mudah membalas apa yang di lakukan Yuan Lin padanya.


Disisi lain Yuan Lin kembali lagi ke toko pakaian yang tadi dia ingin beli. dia masuk yang membuat pemilik toko tersebut sedikit terkejut dan menatap Yuan Lin dengan canggung dan ada sedikit rasa ketakutan di matanya.


"Bibi tidak perlu takut seperti. aku bukan orang jahat. aku memberikan dia pelajaran karena dia memang pantas untuk mendapatkannya." kata Yuan Lin.


"Tapi nona sangat hebat karena nona sangat berani." ucap wanita itu dengan tersenyum.


"Hahaha apa yang bibi katakan.


aku keisni lagi karena aku ingin membeli kain itu bibi. berapa yang harus aku bayar. jangan mengatakan jika kain itu tidak di jual lagi karena aku tidak akan mengambil sesuatu sesuatu gratis." kata Yuan Lin yang membuat wanita itu menggaruk kepalanya saja.


"Ah bagaimana nona tapi memang itu tidak di jual. jika nona mau nona bisa mengambilnya anggap saja sebagai hadiah perkenalan dariku." kata wanita itu dengan tersenyum.


"Kau sangat baik bibi. tapi maaf aku tidak bisa dan aku akan membayar berapapun yang kau katakan. berapa harga kain ini?" tanya Yuan Lin.

__ADS_1


"Pertama kali aku menjualnya dengan harga 24 koin emas tapi itu mungkin terlalu mahal jadi sekarang aku memberikan harga 10 koin emas saja. tapi sungguh nona aku tidak menjualnya. nona bisa mengambilnya saja jika ingin karena kain itu sudah lama mungkin bahannya sudah tidak sebagus dulu." ucap wanita itu.


Yuan Lin mengeluarkan satu kantong koin emas dan di berikan pada wanita itu. ia tahu harga yang di berikan wanita itu terbilang sangat murah karena kain yang di beli Yuan Lin bukanlah sembarangan kain. mungkin orang lain melihatnya seperti itu tapi tidak dengan Yuan Lin.


__ADS_2