
Sesampainya di kamarnya putri Jiang He langsung membersihkan wajahnya menggunakan air mawar. walaupun krim yang menempel di wajahnya sudah tidak ada tapi rasa panas dan gatal tidak hilang. ia bercermin dan terkejut melihat wajahnya saat ini karena bintik merah kecil sudah ada disana. ia langsung mencari krim yang sering dia pakai dan mengoleskannya disana.
"Sialan kau Lin Lin aku akan membalas mu kau lihat saja nanti." kata Jiang He dengan marahnya.
Setelah selesai mengolesi wajahnya menggunakan krim yang sering dia pakai kini ia menuju ranjangnya untuk mengistirahatkan tubuhnya. baru saja dia ingin memejamkan matanya ia mendengar jika pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang. dengan kesalnya dia pun beranjak dan membukakan pintunya.
"Siapa sih malam-malam begini mengganggu waktuku saja." gerutunya sambil membuka pintu.
"Kau." seru Putri Jiang He dengan terkejut.
Tanpa permisi orang itu langsung saja masuk kedalam kamar putri Jiang He. dia menatap semua isi dari kamar itu dan beralih pada gadis yang tengah menatapnya dengan tajamnya. ia hanya terkekeh kecil saja menanggapinya .
"Ada apa? apa kau tidak suka jika aku masuk ke kamar mu?" tanya pangeran Kang Ming He. ya orang yang mengetuk pintu tadi adalah pangeran Kang Ming He.
"Sangat tidak suka. sekarang aku minta keluarlah dari kamarku aku ingin tidur jangan menggangguku lagi." kata putri Jiang He .
"Baiklah baiklah kita akan tidur tapi setelah kita menyelesaikan kegiatan kita bagaimana?" tanya pangeran Kang Ming He dengan tersenyum.
"Kegiatan? apa maksudmu?" tanya putri Jiang He dengan bingung.
"Mendekatlah aku akan memberitahumu." jawab pangeran Kang Ming He.
__ADS_1
Karena penasaran akhirnya tanpa rasa curiga putri Jiang He pun mendekat. sebenarnya pangeran Kang Ming He heran kenapa saat ini putri Jiang He menggunakan penutup wajah tapi dia hanya menghiraukan saja.
"Aku ingin kau menjadi milikku." kata pangeran Kang Ming He dengan mendorong tubuh putri Jiang He ke atas ranjangnya kemudian menindihnya.
"Apa yang kau lakukan Brengsek. menjauh dariku. keluar dari kamar ku sekarang." seru Putri Jiang He dengan terkejut. ia berusaha memberontak tapi cengkraman tangan pangeran Kang Ming He sangatlah kuat.
"Oh ayolah sayang. kau kan sudah berulang kali menolakku jadi sekarang aku ingin membuktikan jika kau sebenarnya tidak menolakku hanya saja kau malu untuk mengatakannya." kata pangeran Kang Ming He yang ingin membuka penutup wajah putri Jiang He.
"Tidak lepaskan aku aku tidak mau." seru Putri Jiang He yang terus memberontak apalagi ketika pangeran Kang Ming He ingin membuka penutup wajahnya.
"Diamlah sialan atau aku akan berbuat kasar padamu." kata pangeran Kang Ming He yang kemudian berhasil membuka penutup wajah putri Jiang He.
Tentu dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini karena besok dia sudah kembali ke kekaisaran Ming jadi dia akan menikmati malam ini dengan gadis yang di cintainya walaupun rasa cintanya saat ini sudah berkurang karena melihat wajah putri Jiang He yang sekarang.
"Lepaskan aku sialan apa yang kau lakukan hah." bentak putri Jiang He dengan marahnya.
Karena terus mendapat penolakan Akhirnya Pangerang kang Ming He mencium paksa bibir putri Jiang He agar tidak lagi banyak bicara. dia sudah sangat malas mendengar segala penolakannya itu. dan malam ini dia akan membuktikan jika gadis yang ada di bawahnya ini tidak akan menolaknya lagi.
Putri Jiang He berusaha memberontak tapi hasilnya tetap sama saja dan akhirnya dia pun lelah sendiri sehingga hanya menerima apapun yang pangeran Kang Ming He lakukan padanya. lama kelamaan dia juga menikmati permainan dari pangeran Kang Ming He.
"Benar kataku kan kau tidak menolak saat aku sentuh ck ternyata kau orang yang sangat pemalu ya." kata pangeran Kang Ming He yang menghentikan permainannya
__ADS_1
"Diamlah dan cepat lakukan apa yang kau mau karena setelah ini aku ingin tidur." ujar putri Jiang He.
"Oh hahaha rupanya kau sudah tidak sabar ingin Melakukannya dengan ku baiklah ingat jangan pernah memintaku untuk berhenti karena itu tidak akan terjadi." kata pangeran Kang Ming He yang memulai kegiatannya.
"Hah jika saja aku tau kau sudah tidak cantik lagi maka aku tidak akan Sudi tidur denganmu tapi mau bagaimana lagi ini sudah terlanjur dan anggap saja yang sedang bermain bersamaku adalah putri Yuan Lin ahh gadis cantik itu juga membuatku ingin segera memilikinya." batin pangeran Kang Ming He.
Pangeran Kang Ming He tersenyum kecil ketika melihat ada darah di bagian intinya. pria mana yang tidak senang jika dirinyalah adalah orang pertama yang merenggut mahkota seorang wanita apalagi itu adalah wanita yang di cintainya.
Dua orang itu larut dengan permainan yang mereka buat. suara-suara aneh memenuhi seluruh kamar putri Jiang He. memang bukan pertama kalinya bagi pangeran Kang Ming He melakukan permainan seperti ini dia sudah sering melakukannya dengan putri dari kekaisaran lain yang tertarik padanya dan setelah dia mendapatkan apa yang dia inginkan dia meninggalkan mereka begitu saja.
"Kau sangat menikmati permainan ini sayang?" tanya pangeran Kang Ming He di sela-sela permainannya.
"Ya karena aku baru pertama kali melakukannya jadi yah kau tau sendiri lah. apa kau tidak jijik saat melakukannya denganku dengan aku yang seperti sekarang ini?" tanya putri Jiang He.
"Mana mungkin kau tetaplah Jiang er yang tercantik dan aku akan sangat mencintaimu setelah ini." jawab pangeran Kang Ming He yang membuat putri Jiang He tersenyum.
"Aku harap begitu pangeran karena aku sudah mempunyai rasa denganmu jadi setelah kita melakukan hubungan ini jangan tinggalkan aku." kata putri Jiang He.
"Baiklah tapi kita selesaikan dulu ini." ujar pangeran Kang Ming He dengan terus memacu tubuhnya.
"Ck kau pikir aku akan bertahan dengan satu orang saja cih jangan bermimpi. aku bisa bertahan dengan satu orang jika orang itu adalah putri Yuan Lin hehehe aihh dia sangatlah cantik." batin pangeran Kang Ming He dengan membayangkan hal yang tidak senonoh pada Yuan Lin.
__ADS_1