
Malam harinya gadis itu tengah berada di paviliun miliknya. ia membuka kembali buku tujuh mata air untuk membacanya lagi. ia membacanya dengan sangat serius hingga beberapa saat kemudian ia membuka kembali lemabaran tersebut dan tertulislah tujuh air mata pelangi yang membuat gadis itu semakin bersemangat untuk membacanya.
Di tuliskan di dalam buku tersebut jika seseorang yang sudah berada di tahap importal akhir saja yang bisa menemukan tujuh air mata pelangi. tempatnya juga tidak bisa di lihat oleh sembarangan orang.
Untuk menemukan dimana keberadaan tujuh air mata pelangi dan mendapatkannya, orang tersebut haruslah berada diantara hidup dan mati.
"Hah apa maksudnya? hidup dan mati??" ucap Yuan Lin dengan tidak mengerti kemudian melanjutkan membacanya.
Ada tulisan yang tidak bisa di mengerti oleh Yuan Lin. ia mencoba untuk mengingatnya apakah di kehidupan sebelumnya dia pernah mempelajarinya atau belum. namun ia tidak mengingat apapun karena tulisan yang ada di buku ini sangatlah aneh. ia pun hanya mengabaikannya saja kemudian melanjutkan kembali.
"Kenapa tidak ada lagi. apakah sudah habis." ucap Yuan Lin yang sudah tidak menemukan lembaran buku lagi kecuali yang sudah dia baca tadi.
"Lalu dimana aku harus menemukannya. tidak ada petunjuk sama sekali di buku ini. hidup dan mati??? apakah aku harus terjun dari atas jurang atau aku harus akkhhhh ini sangat membingungkan. kenapa tidak ada petunjuk sama sekali. bagaimana caranya agar aku bisa meningkatkan kultivasiku." kata Yuan Lin dengan kesalnya.
Saat dia sedang di sibukkan dengan pemikiran tersebut dari atap paviliunnya tiba-tiba seseorang turun dan berdiri di depan Yuan Lin sehingga membuat gadis itu terlonjak kaget dan hampir saja melayangkan seranganya pada orang tersebut.
"Apa kau sangat senang membuatku terkejut. apa kau belum pernah mendapatkan pelajaran dariku hah." seru Yuan Lin dengan kesalnya.
Liao Shan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal saja sambil cengengesan dan itu membuat Yuan Lin semakin tidak bisa menahan kekesalannya. ia langsung saja memukul laki-laki itu dengan kerasnya sehingga membuatnya terdorong mundur dan meringis kesakitan.
__ADS_1
"Ada apa kenapa kau melompat dari atas sana. apa kau tidak melihat disini ada pintu." kata Yuan Lin .
"Ini soal raja iblis. aku mendengar jika dalam tiga hari ini dia akan melakukan penyerangan besar-besaran di kekaisaran Wei karena dia sangat marah dengan perbuatanmu yang sudah menghabisi kedua jenderalnya dan mengacaukan semua rencananya untuk menguasai dunia bawah." kata Liao Shan yang membuat Yuan Lin terkejut.
"Secepat ini?? aku bahkan belum menaikkan kultivasiku. aihh pria jelek itu benar-benar membuatku sangat kesal. apakah tidak ada harinya tanpa membuat kekacauan. kenapa dia tidak kembali saja di kerajaannya dan malah disini." cibir Yuan Lin.
"Kau protes saja padanya jangan kepadaku. aku hanya memberikan informasi yang aku dengar saja. sebaiknya kau menemui Pria yang sudah kau kendalikan itu dan menyuruhnya masuk kedalam dan mencari lebih detail informasinya." kata Liao Shan yang di angguki oleh Yuan Lin
"Kau benar. baiklah aku akan menemuinya sekarang karena waktu yang kita miliki sangat sedikit." ujar Yuan Lin dengan mengganti pakaiannya terlebih dahulu kemudian pergi keluar.
Sebelum ia menemui Wu Zhong ia memastikan terlebih dahulu jika semua pasukan khusus miliknya sudah benar-benar siap untuk mengahadapi bahaya apapun yang akan datang.
"Sudah siap nona. apa tugas pertama kami?" tanya Hung Zu
"Tugas pertama kalian sangatlah berat karena kalian akan langsung turun ke Medan pertempuran. lawan yang kalian hadapi pun juga bukan manusia." jawab Yuan Lin yang membuat semua orang hanya saling pandang saja.
"Tidak usah terlalu di pikirkan. kalian hanya perlu mempersiapkan diri saja untuk menghadapi musuh-musuh yang sudah menanti kita." kata Yuan Lin.
"Kapan tugas itu akan di lakukan nona? apakah sekarang?" tanya Zi Ming Su
__ADS_1
"Mungkin beberapa hari lagi. kalian terus berlatihlah aku akan pergi sebentar karena ada urusan yang harus ku selesaikan." kata Yuan Lin kemudian pergi.
Yuan Lin menepuk jidatnya ketika dia lupa jika ia tidak tahu dimana keberadaan Wu Zhong ataupun tempat yang dia tinggali. kenapa ia tidak meminta Liao Shan untuk mencari tahu saja tadi.
Namun saat dia sedang di Landa kebingungan untuk pergi kemana, orang yang sedang dia cari pun menampakkan diri. entah itu kebetulan atau memang takdir sedang berpihak padanya untuk mempermudah menyelesaikan masalahnya.
Ia pun langsung menghampiri Wu Zhong yang membuat pria itu terkejut sekaligus gugup melihat keberadaan Yuan Lin yang juga ada dihutan.
"Apa yang putri lakukan malam-malam di hutan ini?" tanya Wu Zhong.
"Aku hanya mencari Angin segar saja. oh iya ketua sendiri apa yang sedang ketua lakukan? bukankah tidak baik jika orang tua berada di luar malam-malam seperti ini apalagi saat ini udaranya sangat dingin. lebih baik ketua kembali saja dan lanjutkan besok. udara saat ini sangat tidak baik untuk kesehatan ketua." kata Yuan Lin yang membuat Wu Zhong terlihat sedikit kesal namun ia berusaha untuk menyembunyikan dan itu terlihat jelas di mata Yuan Lin.
"Jika bukan karena perintah dari pria itu aku akan menghabisimu disini gadis tidak berguna. kau membuatku sangat kesal." batin Wu Zhong yang membuat gadis itu tersenyum.
Seketika Yuan Lin pun menjentikkan jarinya dan tiba-tiba tatapan Wu Zhong menjadi kosong wajahnya berubah menjadi sangat datar.
"Ini adalah tugas kedua untukmu. cari tahu apa saja rencana yang akan di lakukan raja iblis untuk menyerang kekaisaran. aku mau kau membawa informasi ini besok. apa kau paham." kata Yuan Lin dengan tegasnya.
"Baik." Jawab Wu Zhong dengan mengangguk kemudian berjalan pergi.
__ADS_1
Yuan Lin pun hanya tersenyum kecil saja melihat itu. sekarang ia hanya perlu menulis surat untuk semua sekte di kekaisaran Wei untuk melakukan pertemuan lagi dan membahas masalah ini. ia pun kembali ke paviliunnya dan langsung berkutat dengan beberapa kertas untuk membuat surat.