Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Kunjungan Yuan Lin 2 (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Belum sampai di ruangan raja Ruxi Zu, saat sedang berjalan ratu Qinan Xia memanggil Chen Zu sehingga membuat keduanya menoleh ke belakang.


"Bunda." ucap Chen Zu dengan herannya.


"Salam ratu." ucap Yuan Lin dengan menundukkan kepalanya memberi salam pada ratu Qinan Xia.


"Siapa yang kau bawa putraku? apakah dia adalah kekasihmu?" tanya ratu Qinan Xia dengan menaik turunkan alisnya.


"Ck apa yang bunda katakan. dia adalah temanku dari dunia bawah dari baru saja sampai kesini." jawab Chen Zu dengan malasnya.


"ahhh benarkah begitu. apakah gadis ini yang di ceritakan padamu waktu itu?" tanya ratu Qinan Xia yang di angguki oleh Chen Zu.


dengan girangnya dan penuh antusias wanita itu memeluk Yuan Lin seperti seorang sahabat lama yang baru di pertemukan lagi. hal itu tentu saja membaca Yuan Lin terkejut.


"Maaf ratu. tapi ini tidak pantas jika seorang ratu memeluk orang biasa." ucap Yuan Lin.


"Ck apa yang kau katakan apakah aku terlihat begitu meninggikan kedudukan ku. kau salah teman putraku jadi kau juga adalah putri ku." kata ratu Qinan Xia yang membuat Yuan Lin kembali terkejut.


"Ahh maaf ratu tapi itu sangat berlebihan." kata Yuan Lin.


"Bunda sudahlah kenapa kau membuat Lin tidak nyaman dengan perkataan mu itu." kata Chen Zu dengan kesalnya.


"Ohh jadi namanya Lin. nama yang sangat bagus. oh iya sebaiknya kau antarkan kekasihmu ini ke kamarnya biarkan dia istirahat karena dia terlihat sangat lelah." kata ratu Qinan Xia yang membuat Chen Zu semakin kesal dan hanya bisa menggaruk kepalanya saja.


"Maafkan ibundaku Lin dia memang seperti itu. sejak aku menceritakan jika kau yang sudah membebaskan mu dia sangat berantusias untuk bertemu denganmu langsung." ucap Chen Zu yang merasa tidak enak hati.


"Tidak masalah." jawab Yuan Lin dengan santainya.


"Kata-kata terakhirnya jangan menganggap lain lagi karena itu tidak benar." ucap Chen Zu dengan suara pelannya.

__ADS_1


"Ya ya aku mengerti kau juga tahu bukan aku sudah memiliki kekasih jadi jangan coba-coba untuk tertarik padaku." kata Yuan Lin yang membuat Chen Zu langsung menatapnya dengan sinis


"Kau juga tidak tertarik darimu. lihatlah dari atas sampai bawah bahkan tidak ada yang menarik sama sekali darimu. ck terlalu percaya diri." seru Chen Zu.


"Sialan kau." umpat Yuan Lin dengan memukul kepala Chen Zu.


Beberapa pelayan dan prajurit yang melihat kejadian itupun terkejut bukan main. bagaimana mungkin ada seorang gadis yang dengan beraninya memukul seorang Chen Zu yang bahkan si sentuh orang lain saja tidak di perbolehkan.


"Apa aku sedang bermimpi."


"Benarkah apa yang sedang aku lihat."


"Siapa gadis itu kenapa dia sangat berani pada pangeran Chen Zu."


"Suamiku!!!!" teriak ratu Qinan Xia dari luar ruangan dan langsung masuk begitu saja.


"A ada apa? kenapa kau berteriak seperti itu. apakah semuanya baik-baik saja?" tanya raja Ruxi Zu dengan paniknya.


"Se ben tar....hahhh...ohh yaampun suamiku akhirnya gadis yang aku tunggu itu datang juga. hahahaha aku sangat senang sekali yaampun jika dia menjadi menantuku aku akan sangat senang." kata ratu Qinan Xia dengan hebohnya sementara kedua pria itu hanya saling pandang saja dan tidak mengerti.


"Apa yang kau maksud siapa itu kenapa tiba-tiba kau membicarakan soal menantu. apakah putra kita sudah mendapatkan kekasih." tanya raja Ruxi Zu dengan penasarannya.


"Ck kenapa kau itu sudah lupa hah. itu gadis yang di ceritakan putra kita jika dia sudah di bebaskan oleh seorang gadis dari dunia bawah. sekarang gadis itu ada disini. ohh astaga kenapa aku sangat senang." jawab ratu Qinan Xia dengan penuh semangatnya..


"Apa yang sebenarnya dia katakan Yuen. aku tidak mengerti?" tanya raja Ruxi Zu pada perdana menteri.


"Saya juga tidak mengerti raja. tapi tadi saya memang melihat jika pangeran Chen berjalan bersama seorang gadis mungkin saja gadis itu yang sedang di bicarakan ratu." jawab perdana menteri Yuen.


"Aku jadi penasaran. ayo kita kesana." kata raja Ruxi Zu dengan penasarannya.

__ADS_1


Entah ingin bereaksi seperti apa sekarang Yuan Lin hanya bisa menatap semua hidangan di depannya ini dengan bingung. Chen Zu yang juga ada disana hanya bisa tersenyum canggung saja.


"Bukankah ini perintah ibunda?" tanya Chen Zu pada salah satu pelayan.


"Benar pangeran kami kesini atas perintah dari ratu Qinan." jawabnya.


Chen Zu menatap Yuan Lin yang saat ini hanya memandang lurus ke depan saja. ia tahu jika Yuan Lin tidak suka di perlakukan seperti itu apalagi sampai berlebihan.


"Jika kau tidak ingin memakannya tidak masalah Lin aku akan menyuruh mereka kembali." kata Chen Zu yang merasa tidak enak.


"Tidak. aku tidak merasa keberatan. bagaimana aku tidak menghargai apa yang sudah di lakukan ratu padaku. jarang-jarang sekali bukan seorang ratu menyiapkan jamuan makan mewah pada orang biasa seperti ku. taruhlah di meja dan kalian boleh kembali." kata Yuan Lin.


"Apakah kau tidak masalah. aku tau kau tidak nyaman dengan perlakuan ibundaku." kata Chen Zu.


"Itu hanya perasaan mu saja. sudahlah jika kau ingin ikut makan ayo. aku sudah lapar." kata Yuan Lin.


Tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan seorang gadis kecil. Chen Zu yang melihat itupun langsung menghampiri adiknya. ya dia adalah Chen Zu, putri Rein Xia.


"Kenapa kau bisa sampai disini?" tanya Chen Zu dengan mengelus rambut adiknya.


"lein lapal." ucap gadis kecil itu dengan suara cadelnya.


"Apakah tidak masalah jika adikku ikut makan?" tanya Chen Zu.


"Ahh ternyata dia adikmu. tentu saja boleh makanan ini sangat banyak. ayo gadis kecil kau bisa makan bersama kami disini. " kata Yuan Lin yang memberikan putri Rein Xia melompat dari gendongan Chen Zu.


"Aihh dia sangat lucu." ucap Yuan Lin dengan terkekeh kecil.


merekapun makan bersama. baru saja mengenal Yuan Lin, putri Rein Xia langsung sangat dekat dan terus ingin berada di dekat Yuan Lin. hal itu juga membuat Chen Zu merasa tidak nyaman. walaupun dia tahu jika Yuan Lin tidak keberatan tapi tetap saja dia tidak enak hati.

__ADS_1


__ADS_2