
Pagi ini Chen Zu terlihat sangat bersemangat karena mempunyai janji untuk bertemu dengan seseorang yaitu Yuan Lin. sebenarnya dia agak heran kenapa yuan Lin tidak langsung menemuinya saja kenapa harus lewat surat terlebih dahulu tapi itu tidak menjadi masalah baginya karena dia akan tetap menemuinya.
"Ada apa ya kenapa aku merasa aneh ketika Lin mengajakku keluar. biasanya dia juga Langsung tiba-tiba muncul di depanku." gumam Chen Zu kemudian hanya mengangkat bahunya saja.
Ia pun segera menuju ke tempat dimana dia akan bertemu dengan Yuan Lin.
Disisi lain di sebuah kedai makan mewah dua orang pria dan seorang gadis tengah menunggu kedatangan seseorang. sudah agak lama mereka menunggu tapi belum ada tanda-tanda jika seseorang yang mereka tunggu itu akan segera datang.
"Apakah paman yakin jika pangeran Chen akan datang. aku rasa rencana ini tidak akan berhasil. dia tidak mungkin langsung mempercayai sebuah surat." kata putri Mei .
Ya mereka adalah putri Mei dan Wu Xun. sudah dari malam hari mereka menyiapkan rencana tersebut dan pagi-pagi buta mereka sampai disini.
"Sudahlah kenapa kau menjadi tidak percaya dengan rencanaku. aku yakin tidak alamat lagi dia akan datang. kita tunggu saja." kata Wu Xun.
Beberapa saat kemudian sosok yang tengah mereka tunggu-tunggu pun mulai masuk kedalam kedai tersebut. melihat hal itu membuat putri Mei dan Wu Xun saling tatap dan tersenyum.
"Kau lihat bukan dia datang. aku tentu sudah memikirkan semuanya. tidak mungkin dia tidak datang jika putri Yuan Lin yang memanggilnya." ucap Wu Xun.
Chen Zu pun celingukan sebentar mencari seseorang yang mengajaknya bertemu disini tapi dia belum menemukan keberadaan orang tersebut. ya siapa lagi jika bukan Yuan Lin.
"Apakah dia belum datang? ck dia yang mengajak duluan tapi dia yang terlambat juga." kata Chen Zu dengan menghela nafasnya saja sebelum akhirnya dia mencari tempat duduk di lantai atas.
Sesaat kemudian setelah beberapa saat dia duduk, tiba-tiba seorang pengantar makanan datang sambil membawakan satu nampan berisi air.
__ADS_1
"silahkan tuan." kata wanita tersebut yang membuat Chen Zu bingung.
"Ah ya maaf tapi aku tidak memesan apapun." kata Chen Zu.
"Emm begini tuan tadi ada seorang gadis yang menyuruh saya untuk memberikan tuan minum jare ada sesuatu yang harus dia ambil dulu." kata wanita tersebut.
"Apakah gadis itu memakai penutup wajah?" tanya Chen Zu.
"emmm i iya tu tuan. ya sudah saya permisi dulu." jawab wanita itu dengan menunduk kemudian pergi.
"Aihhh kenapa dengannya. aku menjadi penasaran apa yang sebenarnya ingin dia bicarakan denganku sampai-sampai mengajakku bertemu disini apalagi sampai menulis surat itu. ck sudahlah lebih baik aku tunggu saja jika ingin tahu." gumam Chen Zu dengan menggerutu.
"Bagaimana apakah dia percaya?" tanya putri Mei pada pelayan makanan tadi.
" iya putri tapi saya takut." ucap pelayan tersebut
Pelayan itupun hanya mengangguk pasrah saja karena dia melakukannya juga karena terpaksa. sementara putri Mei dan Wu Xun memantau Chen Zu dari jarak yang agak jauh agar laki-laki itu tidak tahu.
Melihat Chen Zu memegang gelas berisi air minum ralat air yang sudah di campuri sesuatu oleh putri Mei dan akibat dari seseorang yang meminumnya perlahan-lahan akan merasa panas dan gairahnya naik.
"Bagusss cepat minum setelah itu kau akan benar-benar menjadi milikku." kata putri Mei dengan tersenyum tidak sabar.
Tanpa curiga Chen Zu langsung saja meminum air itu dalam sekali tegukan karena memang kebetulan dia sangat haus. melihat itu putri Mei dan Wu Xun saling tatap dan tersenyum kegirangan.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama kini Chen Zu merasakan jika suhu tubuhnya terasa aneh. dia mulai merasa panas dan gerah.
"Aihh kenapa tiba-tiba disini menjadi panas sekali. tidak biasanya aku seperti ini." kata Chen Zu dengan mengipasi wajahnya sendiri.
Beberapa saat kemudian tiba-tiba saja laki-laki itu jatuh pingsan di tempat. dengan segera putri Mei dan Wu Xun berlari menghampiri tubuh Chen Zu yang sudah tidak sadarkan diri dan membawanya pergi
Mereka membawa pergi Chen Zu ke sebuah penginapan yang letaknya tak jauh dari kedai tersebut.
"Hahaha bagaimana berhasil bukan. cepat lakukan apa saja yang selama ini ingin kau lakukan dengannya setelah itu dia akan benar-benar menjadi milikmu. aku akan memastikannya itu." kata Wu Xun dengan tersenyum kecil.
"Ekehmm kenapa tiba-tiba aku menjadi panas dan malu hahaha yasudah paman keluar saja." kata Putri Mei dengan tersipu malu sehingga membuat Wu Xun hanya terkekeh saja kemudian pergi.
"Lebih baik aku mandi saja dulu dan memakai wewangian agar jika dia bangun akan langsung terpesona." gumam putri Mei dengan tersenyum manis.
Beberapa saat kemudian setelah dia selesai dengan semuanya, putri Mei pun perlahan-lahan mendekati Chen Zu yang kini sudah terlentang di atas kasur. tak lupa juga sebelum itu dia sudah mematikan lampu terlebih dahulu karena jika dia menyalakan lampu tentu jika sewaktu-waktu Chen Zu sadar akan menjadi masalah baginya.
"Andai saja kita saling mencintai pangeran Chen aku bahkan rela setiap waktu membuatmu puas dan memberikan semua kebahagiaan. ck tapi sayangnya tidak. tapi tidak masalah itu hanyalah dulu untuk sekarang dan seterusnya pangeran Chen Zu akan menjadi milik putri Mei seutuhnya hahaha." kata Putri Mei dengan tersenyum manis
Ia pun menaiki kasur dan menindih tubuh Chen Zu kemudian melakukan aksinya yang selama ini sudah dia tahan sejak pertama kali bertemu dengan Chen Zu. sebenarnya bukan hanya dengan Chen Zu tapi putri Mei kerap melakukannya dengan pria pria tampan atau seorang pangeran yang membuat dia tertarik dan juga sebaliknya.
Cukup lama dia bermain sendiri akhirnya ia pun menyudahi permainannya. dia turun dan duduk di pojokan sudut kamar sambil menekuk lututnya tak lupa juga dia terisak. bukan sungguhan tapi itu merupakan salah satu bagian dari rencananya.
Karena merasa terusik dengan sebuah suara isakan tangis akhirnya laki-laki yang kini berada di atas kasur itu terbangun dan menatap putri Mei.
__ADS_1
"Ada apa kenapa kau menangis? ohh apakah kau belum puas dengan permainanku? oh bukan maksudku permainanku.?" tanya pria Tersebut yang membuat putri Mei terkejut bukan main.
"Siapa kau hah!!!" seru Putri Mei dengan terkejut