Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Rencana (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam " )


__ADS_3

"Sayang tunggu sebentar." kata Zhi Qing ketika berhasil meraih tangan istrinya.


"Aku bercanda tadi kenapa kau marah denganku. baiklah aku akan berbaikan dengan kakek tua itu sekarang juga."


"Sudah terlambat." kata Yuan Lin dengan sinisnya.


"Jadi kau sudah tidak marah lagi dengan ku?" tanya Zhi Qing.


"Tidak tapi aku masih punya satu permintaan lagi." jawab Yuan Lin yang membuat Zhi Qing berbinar.


"Apa itu aku pasti akan menurutinya." ujar Zhi Qing dengan senangnya


Tiba-tiba Yuan Lin menyentuh rambut panjang Zhi Qing dengan mulut komat Kamit entah apa yang sedang dia bicarakan sendiri.


"Rambutku bagus bukan?" kata Zhi Qing dengan penuh percaya diri.


"Berapa tahun kau tidak memotongnya Zhan kenapa sudah sepanjang ini. ini sangat jelek tidak bagus sama sekali. lebih kau potong saja ya ya kau akan terlihat lebih tampan jika memotongnya." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing terkejut


"Tidak!! apa yang kau katakan sayang. aku tidak mau." tolak Zhi Qing dengan kerasnya. akan sangat aneh jika dia memiliki rambut pendek seperti yang di inginkan Yuan Lin


"Kau selalu saja menolak. apa kau benar-benar mau menghadapi kemarahan ku." kata Yuan Lin dengan kesalnya.


"Aku tidak mau dua-duanya. tolong jangan berbicara yang aneh-aneh Nana." kata Zhi Qing dengan terkejutnya


"Karena itu lakukanlah atau aku tidak akan berbicara denganmu selamanya." kata Yuan Lin dengan mengancam.


Zhi Qing benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi. ia harus memikirkan cara untuk bisa menghindar tapi nihil karena istrinya sudah tau isi pikirannya bagaimana dan ia hanya bisa pasrah saja walaupun sebenarnya dia tidak mau. mungkin jika orang lain yang melakukannya sudah dia bunuh bahkan sebelum menyentuhnya.


Melihat raut bahagia istrinya membuat Zhi Qing menghela nafasnya saja. kini Yuan Lin pun mulai memotong sedikit demi sedikit rambut suaminya.

__ADS_1


"Apa sekarang kau bahagia sayang melihat ku seperti ini?" tanya Zhi Qing


"Lihat!!! kau jauh lebih tampan sekarang. aku sangat tidak suka jika kau mempunyai rambut panjang." kata Yuan Lin


"Bukankah kau sendiri juga berambut panjang." ujar Zhi Qing.


"Itu berbeda aku wanita sementara kau adalah pria." kata Yuan Lin yang tak mau kalah.


"Baiklah baiklah terserah kau saja asal kau jangan marah lagi denganku." ujar Zhi Qing


Sekarang Zhi Qing berambut panjang sudah tidak ada yang ada hanyalah Zhi Qing dengan rambut pendeknya. saat Ia berjalan semua mata menatapnya tapi dia hanya cuek saja dan tak menghiraukan apapun.


Bisik-bisik mulai terdengar yang membuat dia kesal sendiri akhirnya dia menghampiri beberapa prajurit yang tengah membicarakannya.


"Kalian belum pernah di hukum? lanjutkan tugas kalian!!!!'" teriak Zhi Qing dengan suara menggema yang membuat semua prajurit langsung lari kocar kacir begitupun juga dengan yang lainnya.


"Siall aku pasti terlihat sangat aneh sekarang. aahhh jika ini bukan permintaan istriku aku benar-benar tidak akan mau. siall aku harus membuat sesuatu agar rambutku bisa tumbuh kembali." kata Zhi Qing dengan kesalnya.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Yuan Lin dengan heran.


"Ah tidak nona. apakah raja neraka akan berangkat besok?" tanya naga Yang dengan tersenyum.


"Ya mungkin secepatnya karena lebih cepat lebih baik." jawab Yuan Lin


"Selagi raja neraka pergi kami akan menjaga nona selalu dan akan selalu memastikan bahwa nona aman." timpal Xiao


"Ya terimakasih." ucap Yuan Lin yang merasa aneh dengan sikap keempat temannya itu


Dia pergi menuju paviliunnya dan mulai membuat pil dengan berbahan dasar daun Yinzang di tambah beberapa bahan lainnya yang menurutnya itu akan sangat membantu untuk menambah energi pada pil yang akan dia buat.

__ADS_1


Setelah melalu beberapa proses kini 8 pil sudah berada di depannya. dia menyimpannya pada sebuah botol kecil kemudian kembali ke kerajaan langit.


"Zhan." kata Yuan Lin dengan memanggil Zhi Qing di kamarnya tapi tidak ada tanda-tanda jika laki-laki itu ada di sana


Dia mencari ke seluruh tempat yang ada di kerajaannya tapi tidak menemukan laki-laki itu alhasil dia pun pergi ke untuk mencarinya. Beberapa saat kemudian Yuan Lin pun menemukan dimana keberadaan suaminya, rupanya Zhi Qing tengah bersama dengan pangeran Meiuzo dan kekasihnya.


"Sayang kau disini." kata Zhi Qing ketika melihat Yuan Lin yang sudah berada di sampingnya.


"Aku mencarimu dari tadi tidak tahunya kau ada disini. simpanlah ini dan tekan jika kau sudah ingin menyelam." kata Yuan Lin dengan menyerahkan boy kecil yang berisi pil.


"Baiklah terimakasih. kebetulan kau juga ada disini, ada yang ingin aku katakan padamu. aku berfikir lebih cepat akan lebih baik karena semakin kita menunda waktu itu tidak akan baik. bagaimana menurut mu?" kata Zhi Qing dengan meminta persetujuan dari Yuan Lin.


"Ya aku berfikir juga begitu. hanya saja kalian harus waspada dan berhati-hati saat disana. aku merasa akan ada hal besar yang berusaha untuk menghentikan kalian terutama kau Zhan." kata Yuan Lin dengan wajah seriusnya.


"Ya kami akan mengingat pesan ratu baik-baik." kata pangeran Meiuzo


"Seharusnya aku ikut Zhan jadi aku bisa membantumu jika terjadi sesuatu." kata Yuan Lin


"Justru karena itu disana berbahaya aku yang tidak akan mengizinkan mu untuk ikut. jadi tolong menurut lah kali ini saya ya aku berjanji akan baik-baik saja, kau percaya bukan dengan kemampuanku." kata Zhi Qing yang di angguki oleh Yuan Lin


Merekapun menyusun strategi untuk berjaga-jaga jika suatu waktu ada bahaya yang mengintai mereka Karena mereka tidak tahu apa saja yang sedang menanti di sana.


Cukup lama mereka membicarakannya hingga akhirnya mereka memilih kembali karena memang hari sudah malam. Yuan Lin menyarankan pada pangeran Meiuzo dan kekasihnya untuk tinggal di istananya sementara waktu.


"Zhan..." ucap Yuan Lin dengan membalikkan badannya ke samping kiri dan melihat jelas bagaimana dada bidang suaminya.


"Apa?" jawab Zhi Qing dengan memejamkan matanya.


"Berjanjilah jika kau dalam keadaan terdesak kau akan memanggilku." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing akhirnya membuka matanya dan langsung menatapnya.

__ADS_1


"Kau terlihat sangat gelisah. aku berjanji aku akan baik-baik saja." ucap Zhi Qing dengan mengecup kepala istrinya dan membawanya ke dalam pelukannya.


__ADS_2