
Setelah membicarakan hal tersebut kini kaisar Langit permaisuri Zinsy dan Yuan Lin pamit untuk pulang. sementara disisi lain putri Mei tiba-tiba saja muncul di depan kediaman Wu Xun. kondisinya tak begitu baik. dia terlihat seperti mayat hidup, masih bernafas tapi tidak bergerak sama sekali.
"Siapa disana!" teriak seorang yang tak sengaja melihat ada wanita yang tergeletak tak jauh darinya. dia juga merupakan anggota yang dimiliki Wu Xun
Karena tak kunjung mendapatkan jawaban, pria itupun penasaran dan memutuskan untuk menghampirinya. saat tiba disana dia di buat terkejut melihat siapa sosok tersebut.
"Putri Mei!!!" seru pria tersebut dengan terkejutnya kemudian berlari kedalam untuk melaporkannya pada Wu Xun.
Di ruangannya Wu Xun yang saat ini tengah sibuk pada beberapa pil penyembuhannya hanya bisa berdecak kesal saja ketika mendengar ketukan pintu beberapa kali. mau tak mau pun dia mengakhiri kegiatannya dan beranjak untuk membukakan pintu.
"Ada apa kau menggangguku saja hah!" bentak Wu Xun dengan marahnya.
"Di luar ada putri Mei tuan." kata pria tersebut yang membuat Wu Xun terkejut kemudian langsung berlari keluar.
Dan benar saja saat sampai di luar kediaman doa melihat seorang gadis tengah tergelak dengan kondisi yang sangat memprihatikan.
"Mei'er kau sudah kembali." seru Wu Xun dengan leganya tapi melihat kondisi keponakannya yang seperti sekarang ini membuat dia juga geram pada orang yang telah melakukannya.
"Chen sialannn berani-beraninya kau berbuat hal ini pada Mei'er." kata Wu Xun dengan marahnya.
Dia pun menyuruh beberapa anak buahnya untuk membawa putri Mei ke dalam dan segera memanggilkan tabib untuk mengobati putri Mei Karena dia tidak mampu untuk mengobati putri Mei dengan keadaannya yang sekarang.
Sungguh jika bisa di minta lebih baik dia kehilangan salah satu bagian tubuhnya dari pada kekuatannya. Karena di dunia yang saat ini dia tempati hanya yang kuatlah yang berkuasa. tidak memiliki kekuatan atau kemampuan apapun sama halnya dengan sampah tidak berguna
Wu Xun juga tengah berusaha mati-matian untuk mengembalikan kekuatannya. tidak ada yang tahu mengenai hal ini karena dia juga berusaha untuk tetap menutupinya dari orang lain termasuk juga dengan putri Mei. tapi tidak ada yang tahu bagaimana takdir Seseorang di masa depan.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan keponakan ku?" tanya Wu Xun pada tabib yang baru saja memeriksa keadaan putri mei.
"Kondisinya saat ini sedikit buruk. aku merasakan jika dia mengalami tekanan yang sangat berat dan mungkin saja itu berpengaruh pada kesehatan mentalnya. kita akan tahu setelah putri Mei sadar nanti." kata tabib itu yang membuat Wu Xun mengangguk saja.
"Mungkin sebentar lagi putri akan segera sadar." kata tabib itu lagi.
"Huffft aku tidak tahu apa saja yang sudah terjadi padaku Mei'er tapi aku benar-benar akan memberikan hukuman pada pria sialann itu karena sudah membuat hidup ku dan dirimu menjadi seperti ini." kata Wu Xun dengan geramnya dan bertekad dalam hatinya.
Beberapa saat kemudian putri Mei membuka matanya secara perlahan. kepala gadis itu terasa sangat sakit dan juga pandangan kadang kabur kadang tidak. tapi sesaat kemudian pandangannya pun kembali jelas dan tiba-tiba saja raut wajahnya berubah menjadi ketakutan ketika melihat dua pria tengah berdiri di depannya dan menatapnya.
"Mei'er kau sudah sadar.' kata Wu Xun.
"Jangan mendekat aku tidak mau..." seru Putri Mei dengan ketakutan.
"Seperti yang sudah aku bilang ada sesuatu yang terjadi padanya yang menekan dia dan membuat dia menjadi seperti ini. putri Mei perlu istirahat total dan tidak boleh ada pikiran atau tekanan yang membuat dia akan menjadi lebih buruk lagi." kata tabib.
"Apa yang kau maksud?" tanya Wu Xun dengan tidak mengerti
"Saat ini akal sehat putri Mei sedang terganggu. mungkin ada suatu kejadian yang membuatnya sampai seperti ini." jawab tabib itu yang membuat Wu Xun semakin geram.
Pria itu menatap wajah pucat putri Mei dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat sebelum akhirnya beranjak. dia menemui orang kepercayaannya untuk meminta bantuannya juga.
"Ada apa ketua tiba-tiba memanggil saya?" tanya In Zuu pada Wu Xun. dia adalah orang kepercayaan Wu Xun selama ini.
"Aku sedang dalam masalah besar dan juga aku berencana ingin memberikan pelajaran pada Chen Zu si sialan itu." kata Wu Xun yang membuat in Zuu menatapnya dengan bingung.
__ADS_1
"Ada apa ketua? apakah terjadi sesuatu?" tanya In Zuu lagi dengan bingung dan juga penasaran dengan ucapan tiba-tiba ketuanya.
"Semuanya kacau!!!" seru Wu Xun dengan marahnya.
"Apa yang terjadi?" tanya In Zuu dengan terkejutnya.
"Si sialan Chen Zu itu sudah menghancurkan semuanya. Carikan cara agar aku bisa secepatnya pulih kembali dari kondisi seperti ini." kata Wu Xun
Tentu saja In Zuu bingung dengan perkataan pria itu karena setahu dia Wu Xun dalam kondisi baik-baik saja berbeda dengan putri Mei yang kondisinya tidak baik-baik saja.
"Emm tapi bukankah Anda sehat saja ketua." kata In Zuu dengan bingungnya.
Seketika Wu Xun pun mengeluarkan auranya yang membuat In Zuu terkejut bukan main. In Zuu masih dalam keadaan syoknya melihat tingkatan kekuatan milik Wu Xun.
"Ba bagaimana ini mungkin ketua." kata In Zuu dengan tidak percayanya.
"Sudah aku bilang laki-laki sialan itu yang sudah berbuat ini padaku. dia menghancurkan Meridian ku sehingga hampir semua kekuatan yang aku miliki hilang. tidak ada yang tahu selain dirimu karena jika ada orang lain yang tahu bagaimana kondisimu saat ini aku khawatir dia akan menyingkirkan ku karena sekarang aku tidak ada bedanya dengan sampah." kata Wu Xun
"Te tentu saja tidak ketua. aku akan mencari cara agar secepatnya ketua bisa mengembalikan semua kekuatan ketua setelah itu kita akan membalas perbuatan pangeran Chen Zu." kata In Zuu
"Ya aku percaya padamu. aku serahkan semuanya padamu dan aku memberimu waktu 5 hari untuk mencari semuanya." kata Wu Xun dengan menepuk bahu In Zuu kemudian berlalu pergi.
Setelah Wu Xun keluar dari ruangan tiba-tiba senyum smrik khas milik In Zuu keluar dari bibirnya. dia tersenyum misterius dengan terus menatap ke arah pintu keluar.
"Hmm jadi sekarang dia hanyalah sampah tidak berguna saja. sudah lama sekali aku menunggu-nunggu saat seperti ini. aku sudah muak selalu menjadi budaknya. sekarang aku harus menemui anggotaku lebih dulu dan merencanakan sesuatu." ucap In Zuu dengan tersenyum kecil.
__ADS_1