
Mereka terus bermain tanpa menghiraukan sekitarnya. tidak sengaja Yuan Lin merasakan jika ada seseorang yang tengah mengintainya. ia pun celingukan dan menilik sekitarnya untuk mencari siapa orang yang tengah mengintainya.
Hal tersebut pun di salah artikan oleh para pelayan yang sampai sekarang masih terus mengintai Yuan Lin. mereka berfikir jika Yuan Lin tengah memastikan keadaan sekitarnya untuk melancarkan aksinya.
"Lihat. lihat sepertinya dugaan kita benar jika pelayan baru itu adalah seorang penculik. dia sedang memastikan kondisi sekitarnya untuk menjalankan aksinya."
"Ya kau benar. kau langsung laporkan pada ratu jika tiba-tiba saja dia benar-benar membawa pergi putri Rein Xia."
Ucapan itupun di setuju oleh kedua rekannya. mereka terus mengintai Yuan Lin tapi setelah agak lama mengintai tidak seperti apa yang di harapan oleh mereka karena Yuan Lin dan putri Rein Xia masih terus asyik bermain.
"Apakah benar jika dia ingin menculik putri Rein. kenapa dia belum juga beraksi. aku sudah sangat pegal terus berdiri."
"Baiklah sebaiknya kita duduk dulu saja sambil terus memperhatikan gerak-gerik nya.".
"Apakah ini tidak masalah. jika kepala pelayan mengetahui kita malah bersantai-santai disini kita bisa kena hukuman."
"Tentu saja tidak. bukankah kita dalam misi menyelamatkan putri Rein Xia."
Merekapun akhirnya memutuskan untuk duduk saja sambil sesekali berbincang dan terus melihat apa saja yang di lakukan Yuan Lin. Baru saja mereka menoleh sebentar ke arah lain dan kembali melihat ke arah Yuan Lin tadi bermain, di sana sudah kosong dan tidak ada siapapun lagi.
Para pelayan itupun langsung saja berdiri dengan terkejutnya kemudian berlari ke tempat tadi dimana Yuan Lin dan putri Rein Xia bermain. disana sudah tidak ada siapapun hanya ada satu hiasan rambut kecil bermotif merak yang jatuh di tanah.
"Kemana mereka kenapa tiba-tiba saja mereka menghilang."
"Ini milik putri Rein Xia."
"Jangan-jangan pelayan baru itu benar-benar seorang penculik dan sudah membawa kabur putri Rein. bukankah sebelumnya sikapnya sangat aneh."
"Ya kau benar. berarti putri Rein Xia di bawa kabur oleh pelayan baru itu. kita harus melaporkannya pada ratu dan raja."
__ADS_1
"Ya ayo. kasihan sekali putri Rein Xia bagaimana nasibnya saat ini."
Mereka berlari dengan paniknya dan menuju ke kamar ratu Qinan Xia. mereka mengetuk pintu beberapa kali namun tak kunjung mendapatkan jawaban. hingga sesaat kemudian ratu Qinan Xia pun keluar dan terlihat heran dan bingung dengan sikap para pelayan itu.
"Ada apa aku sedang membersihkan diri dan sangat terburu-buru sekali. katakan kenapa kalian terlihat sangat panik apa yang terjadi?" tanya ratu Qinan Xia dengan herannya.
"Ratu i ini gawat sekali. maafkan kami ratu."
"Sebenarnya apa yang ingin kalian katakan hah." tanyanya lagi dengan bingung.
"Putri Rein Xia ratu. di dia...."
Mendengar nama putrinya membuat ratu Qinan Xia langsung terkejut. ia juga ikut panik karena takut terjadi apa-apa dengan putri kecilnya.
"Katakan ada apa dengan putriku hah kenapa kalian terlihat sangat panik katakan cepat ." kata ratu Qinan Xia dengan menggoyangkan tubuh salah satu pelayan tadi.
"Apa!!!!! bagaimana mungkin putriku bisa di culik. tadi dia pergi bersama putri Lin. siapa yang sudah menculiknya hah katakan padaku. tidak akan aku ampuni orang itu." kata ratu Qinan Xia dengan marah sekaligus khawatir.
"Pelayan baru itu ratu yang sudah membawa putri kabur. kami sudah mencurigainya saat pertama kali dia datang ke istana ini dan sekarang terbukti jika dia benar-benar orang jahat."
Pelayan itu pun menyerahkan hiasan rambut yang tadi di temukan pada ratu Qinan Xia dan menjelaskan semuanya yang terjadi.
"Bagaimana ini..." ucap ratu Qinan Xia dengan khawatirnya.
"Mana mungkin saya membawa kabur gadis secantik dan sepintar putri Rein ratu. buktinya saya masih disini. dan putri terlihat gembira sekali. bukankah begitu." sebuah suara membuatnya membuat mereka semua menoleh.
Dilihatnya seorang gadis yang tengah menggandeng seorang bocah perempuan kecil yang saat ini sedang memakan tanghulu dengan raut wajah gembiranya.
Ratu Qinan Xia pun langsung saja memeluk dan membawa putri Rein Xia kedalam gendongannya. terlihat sekali jika dia sangat menghawatirkan keadaan putri kecilnya.
__ADS_1
"Dia dia adalah penculik yang sudah membawa kabur putri ratu."
"Ya dia adalah orangnya."
"Hei pelayan baru bagaimana kau bisa berbuat sejahat dan serendah itu hah."
"Ya benar bagaimana bisa kau ingin menculik seorang anak kecil yang tidak berdosa."
Mendengar perkataan para pelayan itu tentu saja membuat Yuan Lin bingung dan tidak mengerti. apakah mereka menuduhnya sebagai seorang penculik anak kecil.
"Apa yang kalian maksud. siapa yang ingin menculik putri Rein Xia?" tanya Yuan Lin dengan bingungnya.
"Sudahlah mengaku saja kenapa kau mengelak hah jelas-jelas tadi kami melihat mu bertingkah aneh saat sedang bermain bersama putri dan setelah itu kau menghilang dan membawa putri kabur bukan."
"Ohh jadi yang tadi mengintaiku adalah kalian. dan apa itu kalian menuduhku sebagai penculik anak kecil begitu? ck yang benar saja kalian ini. aku tadi bermain bersamanya dan mengajaknya untuk keluar sebentar membeli ini." kata Yuan Lin dengan tidak percayanya.
"Alahhh kau berbohong. dia ratu dia adalah penculik yang berusaha membawa kabur putri Rein. hukum dia ratu karena keberadaannya di istana ini akan sangat membahayakan."
"Apa yang kalian katakan hah. siapa yang pelayan? siapa yang penculik. dia adalah teman putraku dan sudah aku anggap sebagai putriku sendiri bagaimana bisa kalian menuduhnya seperti itu hah." bentak ratu Qinan Xia dengan marahnya.
Mendengar hal itu tentu saja membuat para pelayan itu terkejut bukan main. tidak mungkin jika gadis yang mereka sangka adalah pelayan itu teman Chen Zu dan yang lebih mengejutkan lagi adalah dia sudah menjadi bagian keluarga kerajaan.
"I itu pasti tidak mungkin ratu. pasti ini ada yang salah."
"Tentu saja ada yang salah. kalianlah yang salah kalian yang bodoh. tidak mengerjakan tugas kalian malah mengurusi urusan orang lain. aku tegaskan sekali dia adalah putri Lin putri angkat ku. apa kalian mengerti!! Kembali kerjakan tugas kalian. aku akan memberitahu kepala pelayan soal ini agar mendisiplinkan kalian semua. pergi!!" kata ratu Qinan Xia dengan marahnya.
"Ahh ratu apakah itu tidak berlebihan?" ucap Yuan Lin dengan menggaruk kepalanya.
"Tentu saja tidak bukankah aku sudah bilang kemarin. maafkan sikap bodoh mereka putri aku benar-benar merasa tidak enak padamu." ucap ratu Qinan Xia.
__ADS_1