
Disisi lain tepatnya di kamar Putri Mei, gadis itu tengah menatap dirinya di pantulan cermin sambil menyisir rambutnya. senyumannya sedari tadi tidak pernah luntur. pikirannya selalu tertuju pada laki-laki yang pernah datang bersama Yuan Lin. ya siapa lagi kalau bukan Zhi Qing.
"Dia sangat tampan. aku harus bisa mendapatkannya dan membuat dia bertekuk lutut padaku. Ya aku harus bisa mendapatkannya." Gumam putri Mei dengan tekad dan ambisi yang sangat besar.
Dia memilih baju dan memakai riasan secantik mungkin agar bisa menarik perhatian Zhi Qing. dia ingin melakukan apapun untuk bisa mendapatkan Zhi Qing termasuk menyerahkan tubuhnya jika memang itu di butuhkan.
Setelah memastikan jika dirinya benar-benar sudah cantik dan anggun dalam berpakaian, ia pun keluar dan melihat sekelilingnya. dia ingin mencari keberadaan Zhi Qing tapi tidak tahu dimana keberadaan laki-laki.
"Seharusnya aku bertanya kemana mereka akan pergi. dengan begitu aku bisa langsung menyusulnya. jika mereka terus berdua itu tidak akan baik bagiku. aku bisa melihat jika ada cinta di matanya. ahhh apa yang aku pikirkan itu tentu saja tidak mungkin." gumam putri Mei.
Dia pun berjalan jalan sebentar sambil memperhatikan beberapa prajurit yang tengah sibuk berlatih. hingga tak sengaja dia mendengar sebuah percakapan. karena merasa tertarik dengan percakapan itu akhirnya dia pun memutuskan untuk mendengarkan secara diam-diam.
"Apa yang sebenarnya terjadi denganmu suamiku kenapa kau menjadi berubah seperti ini." kata permaisuri Zinsy yang semakin tidak mengerti dengan sikap suaminya itu karena semakin hari semakin berubah.
Perubahan itu bisa di lihat dari cara dia menatap permaisuri Zinsy, cara memperlakukannya dan yang lebih parahnya lagi pria itu benar-benar sangat berambisi untuk menghancurkan kerajaan neraka.
Tentu permaisuri Zinsy tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi. bagaimana juga raja neraka ada rekan dan teman baik kaisar langit dan juga raja neraka sudah banyak sekali membantu.
"Kau tahu aku sangat membenci mereka. aku melakukannya demi dirimu. aku tidak tahu putri kita ada hubungan apa dengan pria sialan itu yang jelas aku tidak menyukainya dan secepatnya aku akan memisahkan mereka. aku tahu kebahagiaan mana yang pantas untuk putriku. setelah dia tidak ada hubungannya dengannya aku akan langsung bertindak ke kerajaan neraka." kata kaisar langit
__ADS_1
"Baiklah aku paham apa yang ingin kau lakukan. itu semua memang demi diriku karena kau tidak terima jika aku terluka. aku memahami itu tapi aku sungguh tidak mengerti kenapa kau sangat berambisi untuk menyerang kerajaan neraka. jika kau ingin melakukan balas dendam seharunya bukan pada mereka ataupun raja neraka. mereka tidak bersalah dan mereka tidak ada kaitannya dengan itu. yang bersalah disini adalah ratu penyihir dan semua anak-anaknya. kau seharusnya mencari mereka bukan raja neraka. apa kau sadar jika apa yang kau lakukan ini adalah salah." kata permaisuri Zinsy.
"Diamlah kau tidak tahu apa-apa!" bentak kaisar langit yang membuat permaisuri Zinsy terkejut.
"Kau menbentakku? kau benar-benar melakukannya?" ucap permaisuri Zinsy dengan mata berkaca-kaca.
Seketika kaisar langit pun sadar dengan apa yang dia lakukan. dia memegang tangan permaisuri Zinsy dan berusaha ingin menjelaskannya tapi justru wanita itu menepis tangannya dengan kasar dan berlalu pergi.
Putri Mei yang mendengar itupun secepatnya langsung berlari menjauh. sekarang dia tahu akar permasalahannya dimana dan itu tentu menjadi kesempatan besar untuknya mendapatkan apa yang dia mau.
"Baiklah aku tahu apa yang harus aku lakukan sekarang." gumam Putri Mei dengan tersenyum kecil.
"Kaisar...apa kau baik-baik saja?" tanya putri Mei yang membuat kaisar langit menoleh.
"Ahh kau Mei'er. entahlah aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku." ucap kaisar langit.
"Sebelumnya maafkan aku karena aku diam-diam sudah mendengar semua pembicaraan mu dan permaisuri. jika boleh tau apakah laki-laki yang bersama Lin jiejie itu yang kau maksud?" tanya Putri Mei.
"Oh apakah kau tahu laki-laki yang bersama putri Yuan Lin?" tanya kaisar langit yang di angguki oleh putri Mei
__ADS_1
"Ya saya tahu. sepertinya mereka memiliki hubungan khusus kaisar. " kata putri Mei yang membuat ekspresi kaisar langit langsung berubah
"Tidak akan lagi hubungan di antara mereka." kata Kaisar langit dengan penuh penekanan.
"Kenapa kau seperti tidak menyukai hubungan mereka berdua kaisar. ah ya maaf sebelumnya karena telah lancang menanyakan hal ini. tapi jika kau tidak ingin menjawab tidak masalah." ujar putri Mei.
"Itu karena aku tidak menyukainya. dia adalah pria yang sudah menggagalkan penyerangan ku di kerajaan neraka. aku tidak tahu jika putri Yuan Lin memiliki hubungan dengannya. tapi aku tidak akan membiarkan nya ada sangkut-pautnya dengan orang-orang dari kerajaan neraka." ujar kaisar langit.
"Ya aku rasa juga begitu. dari yang ku lihat laki-laki itu sepertinya bukan laki-laki baik kaisar. aku juga tidak tahu kenapa Lin jiejie bisa mengenal laki-laki seperti itu dan lebih parahnya lagi sampai memiliki hubungan khusus dengannya." kata putri Mei dengan tersenyum kecil ketika rencana yang dia buta berhasil
"Jika saya boleh membantu, saya akan diam-diam mengawasi mereka dan melaporkan apapun yang mereka lakukan pada anda dan akan menjauhkan mereka secepatnya." kata putri Mei yang membuat kaisar langit menoleh ke arahnya
"Apakah kau yakin?" tanya kaisar langit.
"Tentu saja aku sangat yakin. tapi sebagai balasannya anda harus membiarkan ku dekat dengan laki-laki itu bagaimana. aku yakin jika kaisar sendiri yang turun tangan itu malah akan memperburuk hubungan kalian tapi jika aku beda lagi ceritanya." kata putri Mei yang membuat kaisar langit diam dan berfikir sebentar.
"Ya kau benar. tapi ingat hanya dekat sementara saja karena aku tidak akan membiarkan siapapun yang berasal dari kerajaan Neraka disini lebih lama. setelah kau berhasil menjauhkan hubungan putri Yuan Lin dengan pria itu segera kabari aku akan memberikan mu sesuatu." kata kaisar langit.
Disisi lain Yuan Lin, Zhi Qing dan kedua bocah kecil itu sampai di istana. tapi saat sedang berjalan dia mereka melihat permainan Zinsy yang juga tengah berjalan sendirian tapi dengan terus menangis. Karena khawatir akhirnya Yuan Lin pun berlari menghampiri permaisuri Zinsy.
__ADS_1