
"Akhhh..." ringis putri Jiang He dengan memegangi perutnya.
"Dan kau selir tidak tahu malu. apakah kau ingat bagaimana kau membuat ibuku tiada dan juga membuatku sampai di asingkan? aku rasa jika aku memberikan hukuman seperti itu padamu itu terlalu ringan." kata yuan Lin dengan menyilangkan tangannya ke dada.
"Apa yang kau lakukan pada putriku hah." bentak selir Xu Qin dengan marahnya kemudian dia mengeluarkan binatang kontraknya untuk menyerang Yuan Lin yaitu seekor rubah bewarna merah.
"Kali ini aku akan menghabisimu dasar gadis tidak tahu diri." kata selir Xu Qin yang membuat Yuan Lin tersenyum kecil.
"Cih binatang lemah seperti itu mau melawanku." ucap Yuan Lin kemudian mengeluarkan serigala ekor sembilan.
Semua orang di buat terkejut melihat binatang langka yang saat ini ada di depan Yuan Lin. binatang kontrak milik selir Xu Qin langsung gemetaran ketika melihat itu. tentu binatang itu mengenal aura yang di keluarkan oleh serigala ekor sembilan.
"Serang dia dan habisi sekarang juga." kata selir Xu Qin tapi rubah miliknya tidak melakukan apapun bahkan bergerak saja dia tidak.
"Kau sudah membuat nonaku marah itu artinya kau sudah mencari masalah denganku. dan siapa saja yang menyinggung nona maka dia akan berhadapan langsung denganku. hei kau rubah jelek kenapa kau masih berdiri di sana. kau di suruh wanita bodoh itu untuk menyerangku bukan." kata serigala ekor sembilan.
"Sa saya tidak berani menyerang. tolong bebaskan saya dari wanita ini." jawab rubah itu yang membuat selir Xu Qin terkejut.
"Tidak akan ku biarkan kau harus menuruti perintahku. lakukan sekarang dan cepat habisi dia." kata selir Xu Qin.
Serigala itu yang melihat rubah akhirnya dia paham apa yang selama ini rubah itu rasakan. dengan kekuatan yang dia miliki akhirnya diapun membebaskannya. selir Xu Qin terkejut ketika melihat binatangnya hilang secara tiba-tiba.
Kemudian dia pun mengeluarkan satu binatang lagi yaitu seekor elang dengan tingkatan perak. ia sudah sangat percaya diri jika kali ini Yuan Lin tidak akan bisa mengalahkannya.
Semua orang yang melihat binatang kontrak milik selir Xu Qin langsung berdecak kagum. bagaimana tidak seekor elang dengan tingkatan perak tidak semua orang memiliki karena itu merupakan binatang tingkat tinggi.
"apakah dia ingin menunjukkan seberapa kuatnya dia begitu hahaha sangat lucu hanya binatang rendahan saja dia sudah berani sombong di hadapanku. baiklah eleng halilintar kau keluarlah dan kalahkan kesombongan wanita itu." batin Yuan Lin.
__ADS_1
Tiba-tiba saja angin berhembus dan muncullah seekor burung elang besar yang membuat semua orang menatapnya dengan kagum dan juga terperangah.
"Tidak mungkin." seru selir Xu Qin dengan terkejut.
Pangeran Han Tian menatap Yuan Lin dengan sulit di artikan. ia tidak tahu darimana gadis itu mendapat burung yang sangat langka itu bahkan sangat melegenda.
"Bagaimana apakah kau masih ingin bertarung melawanku?" tanya Yuan Lin dengan senyum remehnya.
"Kau pikir aku akan percaya dengan elang palsumu itu. Serang dia" kata selir Xu Qin dengan memerintahkan elangnya untuk menyerang elang milik Yuan Lin.
Dalam satu kepakan sayap saja elang milik selir Xu Qin sudah mati mengenaskan. orang-orang yang berada agak dekat dengan mereka dan terkena kepakan sayap dari elang halilintar terpental mundur.
"Tidakkk...dasar jal*** kau sudah mengahabisi binatang milikku. kau akan merasakan akibatnya." teriak selir Xu Qin dengan menyerang Yuan lin menggunakan pedangnya.
Yuan Lin hanya tersenyum kecil saja dan dia menerima serangan itu dengan tangan kosong. wanita itu tersungkur ketika Yuan Lin melayangkan tendangan di bagian perutnya.
"Aku tidak akan mengampunimu." kata putri Jiang He kemudian menyerang Yuan Lin dengan membabi buta.
Sedangkan pangeran Huang hun saat ini sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. dia juga sangat kecewa dan tidak menyangka jika ibunya bisa berbuat seperti itu. dia tidak bisa apa-apa karena yang di lakukan Yuan Lin semuanya adalah benar.
"Cih kau baru sadar jika kau itu lahir dari rahim wanita gila itu." kata Chen Zu pada pangeran Huang Hun.
"Akhhh..." putri Jiang He tersungkur dan seketika semua orang terkejut ketika melihat darah yang keluar dari kakinya.
"Putriku." teriak perdana menteri yang sudah kembali pada kesadarannya.
"Apa yang kau lakukan hah aku tidak akan mengampuni." seru perdana menteri dengan memanggil semua prajurit yang berada di pihaknya.
__ADS_1
"Tangkap dan bunuh gadis tidak tahu diri itu." kata perdana menteri.
Kaisar Wei tentu terkejut melihat banyaknya perajurit yang mengepungnya saat ini begitupun kedua pangeran.
"Perdana menteri apa yang kau lakukan." tanya Kaisar Wei.
"Aku menginginkan mu turun dari jabatanmu sekarang juga dan sebagai gantinya aku Akan melepaskan anak-anak mu." kata perdana menteri yang seperti sudah kehilangan akalnya.
"Apa kau sudah gila. kau sadar dengan ucapanmu itu." timpal kaisar Wei.
"Aku sangat sadar dan semua prajurit ini juga ada di pihakku. jadi kaisar Wei tentukan pilihanmu sekarang juga. kau akan merelakan singgasanamu atau mereka yang akan menjadi korban ke egoisanmu." kata perdana menteri dengan membantu selir Xu Qin bangun.
"Jadi kau bermaksud untuk mengkudeta ku begitu. aku benar-benar bodoh selama ini telah percaya padamu dan tidak menyadari apapun yang kau lakukan Dong Wu." kata Kaisar Wei dengan marahnya.
"Hahaha apakah kau baru sadar kaisar. sekarang katakan kau mau memilih yang mana." ujar Dong Wu dengan tertawa.
"Apa yang akan kau lakukan perdana menteri?" tanya Yuan Lin yang membuat pria itu menoleh.
Betapa terkejutnya ketika pria itu melihat semua prajuritnya yang sudah terkapar di tanah. dia menatap Yuan Lin dengan tajamnya. serangan Yuan Lin Dan Chen Zu memang tidak bisa di anggap enteng. bahkan orang-orang yang menyaksikan itu saja tidak tahu kapan mereka mengalahkan semua prajurit itu.
"Bahkan semua prajuritmu sudah tumbang semua." kata Yuan Lin kemudian melotokan matanya dan membuat perdana menteri terpental hingga mengeluarkan darah.
"Berani-beraninya kau melukainya hah." bentak selir Xu Qin yang juga ingin menyerang Yuan Lin tapi seketika Yuan Lin mengeluarkan sulurnya dan mengikat wanita itu dengan eratnya.
"Setelah apa yang kau lakukan aku tidak akan membiarkan mu hidup begitu saja. kau sudah membuatku menelan pahitnya kehidupan sedangkan kau menikmati semua kemewahan yang ada disini. kau sudah melenyapkan ibuku dengan racun yang kau berikan. hukuman apa yang kau mau?" kata Yuan Lin dengan dingin dan tajamnya.
Selamat malam man teman. maaf ya mulai besok mungkin author bakal sibuk banget dan ngga sempet up. kalian tahu sendiri kan betapa sibuknya ketika menjelang hari raya idul Fitri tapi author usahain deh bakal up walaupun cuma 1 eps. jangan lupa dukung terus karya author dan kasih like rate vote dan komen yang banyak. kasih juga hadiah setangkai bunga juga nggak papa hehehe.
__ADS_1
Oke see you... author sayang kalian๐๐๐