
Yuan Lin sengaja menghindar karena ingin mencari tempat yang sesuai untuk mereka bertarung. ia sudah yakin jika orang yang sedang mengikutinya itu tidak akan bisa di ajak bicara secara baik-baik karena itu dia sudah menyiapkan sesuatu untuk di berikan padanya.
Yuan Lin menuju ke tengah-tengah hutan larangan. ia sengaja memilih tempat itu karena memang itu adalah tempat yang cocok karena jauh dari tempat yang saat ini di gunakan Liao Shan untuk berkultivasi.
"Keluarlah tidak perlu bersembunyi lagi aku sudah menunggumu." kata Yuan Lin yang membuat Wang Cung Li terkejut.
"Bagaimana bisa gadis itu tahu jika aku sedang mengikutinya." gumam Wang Cung Li yang masih belum keluar dari persembunyiannya.
"Tentu saja aku tahu. kau saja yang bodoh tidak mengenalku tapi kau mau saja di suruh untuk menghabisiku. cih kau pikir semudah itu. keluar sekarang atau aku sendiri yang akan mengeluarkan mu dari sana." kata Yuan Lin yang membuat Wang Cung Li keluar.
"Ternyata kau begitu cerdas gadis cantik. tapi bagaimana bisa kau tahu jika ada seseorang yang menyuruhku untuk menghabisimu?" tanya Wang Cung Li dengan bingungnya.
"Tidak ada aku hanya menebak." jawab Yuan Lin singkat.
"Baiklah karena kau sudah tahu maka aku akan dengan senang hati menghabisimu." kata Wang Cung Li yang melemparkan sebuah belati ke arah Yuan Lin.
Sedang sigap Yuan Lin menangkap belati itu dan melempar balik ke arah Wang Cung Li. tentu saja tindakan Yuan Lin membuat Wang Cung Li terkejut bukan main.
Ia lantas memberikan serangan berupa bola api yang sangat panas dan di lemparkan ke arah Yuan Lin tapi lagi-lagi gadis itu berhasil menghindari serangannya.
"Aku sudah salah menilaimu. sekarang aku tidak akan mencobanya lagi." kata Wang Cung Li kemudian mengeluarkan pedang hitam yang membuat Yuan Lin tersenyum kecil.
"Hah hanya pedang rendahan saja kau berani ingin menyerangku begitu?" kata Yuan Lin dengan menatap remeh.
__ADS_1
"Aku akan menutup mulutnya itu gadis lemah." seru Wang Cung Li dengan marahnya.
Yuan Lin pun mengeluarkan pedang birunnya. tentu saja pedang milik Wang Cung Li tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan pedang milik Yuan Lin. aura yang di keluarkannya saja begitu besar.
Mereka bertukar banyak jurus. tentu tidaklah mudah untuk mengalahkan seorang pemimpin sekte karena Wang Cung Li mempunyai banyak sekali jurus sedangkan Yuan Lin hanya beberapa saja. ia hanya menggunakan teknik seribu pedang saja. namun karena tingkat kultivasi Yuan Lin berada di atas Wang Cung Li hal seperti itu bukanlah masalah besar.
Ia terus menghindari setiap serangan yang di berikan oleh Wang Cung Li sampai membuat pria itu marah karena merasa di permainan olehnya. hingga Yuan Lin pun membalikkan keadaan. dia mendorong mundur Wang Cung Li dengan gerakan pedangnya yang begitu cepat bahkan membuat pria itu kewalahan menghadapi setiap serangannya.
"Siall aku kira dia memang gadis lemah. hah jika saja wanita itu memberitahuku lebih dulu tentu aku tidak akan gegabah seperti ini dan akan menyiapkan semua secara matang. jika begitu terus kau bisa kalah." batin Wang Cung Li yang membuat Yuan Lin tersenyum.
"Aku akan mengampunimu jika kau mau bekerjasama denganku bagaimana?" kata Yuan Lin di sela-sela pertarungannya.
"Cih jangan bermimpi." seru Wang Cung Li.
"Kau di suruh selir bodoh itu untuk menghabisiku tapi kau sendiri sekarang yang akan aku habisi bagaimana adil bukan." kata Yuan Lin dengan menyeringai seram.
"Sialan kau." maki Wang Cung Li dengan tidak terima.
Ia kembali berdiri dan mulai menyerang Yuan Lin kembali. dengan senang hati Yuan Lin menerima setiap serangan itu dengan santainya. ia seakan hanya sedang berlatih seperti biasanya saja.
Karena merasa sudah cukup lama bertarung dan juga ia bisa melihat jika pria yang menjadi lawannya sudah kelelahan akhirnya ia pun mengakhiri pertarungannya.
"Uhukk uhukk...ba bagaimana bisa aku di kalahkan oleh seorang gadis seperti mu. si siapa kau sebenarnya?" tanya Wang Cung Li dengan memegang dadanya.
__ADS_1
"Sudah aku bilang kau itu sangatlah payah. untuk apa kau ingin mengorbankan dirimu sendiri demi wanita ular itu. apakah dia memberitahu dirimu jika aku seperti ini? jika tidak maka kau yang sangat bodoh. dia hanya mempermainkan dirimu saja agar kau tiada di tanganku dengan begitu dia tidak akan di tekan untuk menemanimu di ranjang." kata Yuan Lin dengan melipat kedua tangannya.
"Jangan mencoba untuk mempengaruhiku dengan ucapan omong kosong mu." seru Wang Cung Li.
"Jika kau tidak percaya maka aku akan membuktikannya sendiri dan kau bisa melihat saat dirimu tiada nanti bagaimana wajah tanpa dosa yang akan di tampilkan oleh selir bodoh itu." ujar Yuan Lin.
"A apa yang ingin kau lakukan." ucap Wang Cung Li dengan gemetaran.
"Jika aku membunuhmu sekarang maka itu terlalu mudah. baiklah aku tidak akan membunuhmu tapi..." Yuan Lin langsung menotok titik tertentu sehingga membuat meridian Wang Cung Li hancur.
"Apa yang kau lakukan hah." bentak Wang Cung Li dengan marahnya karena semua kekuatan yang di milikinya kini sudah hilang.
"Aku sudah bilang aku tidak akan membunuhmu dengan cara semudah itu. bagaimana sekarang kau hanyalah sampah tidak berguna." kata Yuan Lin dengan tersenyum kecil
"Tidak itu tidak akan pernah terjadi. ku mohon kembalikanlah semua kekuatan ku aku tidak mau menjadi sampah." kata Wang Cung Li dengan memohon.
Bagaimana bisa dia kembali ke sektenya dengan keadaan seperti ini. dan lagi apa yang akan orang-orang katakan tentang dirinya. orang yang tidak memiliki kemampuan sama sekali sangat di pandang rendah disini karena disini yang kuat lah yang berkuasa.
"Mudah saja, kau hanya perlu menuruti semua perintah ku bagaimana." kata Yuan Lin .
"A aku akan menuruti semua perintah mu tapi kembalikan semuanya aku tidak mau menjadi sampah." ujar Wang Cung Li dengan putus asanya.
"Baiklah itu aku percaya padamu. tapi aku tidak bisa mengembalikan seluruh kekuatan mu. jadi secara perlahan saja." kata Yuan Lin dengan mengeluarkan sebuah pilnya.
__ADS_1
"Yang harus kau ingat satu hal, aku sangat membenci penghianatan apa kau paham. jangan berfikir ingin mengkhianatiku karena aku tidak akan pernah mentolerir perbuatan itu apa kau mengerti." kata Yuan Lin yang di angguki oleh Wang Cung Li.