Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Putri Yu Mirai


__ADS_3

Yuan Lin berkeliling ke istana sembari memperhatikan para prajurit yang tengah sibuk latihan di lapangan. suasananya nampak begitu nyaman. ia terus berjalan jalan kemudian tak sengaja melihat seorang gadis cantik yang tengah bermain pedang sendiri. Yuan Lin hanya melihat sekilas saja kemudian lanjut berjalan.


Tak di sangka gadis itupun juga melihat Yuan Lin sehingga dia bertanya-tanya siapakah itu. kemudian gadis itupun memutuskan untuk menghampiri Yuan Lin.


"Tunggu!!!" teriak gadis cantik itu pada Yuan Lin tapi justru Yuan Lin tetap berjalan tanpa menghiraukan panggilan gadis itu.


Gadis itupun melemparkan pedangnya ke arah Yuan Lin tapi dengan sigap Yuan Lin menahan ujung pedang itu hanya dengan dua jarinya saja. ia pun berbalik dan melihat siapa yang telah berani menyerangnya.


"Apakah kau tuli ku panggil tidak berhenti hah." bentak gadis tersebut dengan kesalnya.


Yuan Lin pun melihat sekelilingnya dan hanya ada mereka berdua saja. kemudian ia menatap gadis yang ada di depannya itu kemudian menunjuk dirinya sendiri.


"Aku? kau memanggilku?" tanya Yuan Lin.


"Ck lupakan saja. siapa kau kenapa kau ada disini sendirian?" tanya gadis itu dengan menatap Yuan Lin penuh selidik.


"Aku tamu di istana ini." jawab Yuan Lin dengan ekspresi datarnya.


"Benarkah begitu? tapi sebelumnya aku tidak pernah melihat ada seorang gadis yang menjadi tamu di istana ini " ujar gadis itu yang membuat Yuan Lin berdecak kesal.


"Terserah kau saja." kata Yuan Lin yang sudah malas meladeni perkataan dari gadis tersebut.


"Aku tidak percaya jika ayah mengundangmu kesini." kata gadis itu dengan menyilangkan tangannya ke dada

__ADS_1


Mendengar ucapan gadis itu seketika Yuan Lin pun mengurungkan niatnya untuk pergi. dia menatap gadis yang ada di depannya itu dengan seksama. siapa yang di panggil ayah oleh gadis itu? apakah kaisar Liu? tapi jika benar berarti gadis ini adalah putri Kaisar Liu mengapa penampilannya seperti ini. ia bahkan tadi menyangka jika gadis yang ada di depannya ini adalah pelayan wanita yang sedang berlatih.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya gadis itu dengan herannya.


"Putri Kaisar Liu. benar begitu putri." kata Yuan Lin


"Aku tidak suka kau memanggilku seperti itu. panggil namaku, Yu Mirai." ujar gadis itu yang bernama Yu Mirai dengan menekan kata-katanya.


Tentu saja perkataan Yu Mirai membuat Yuan Lin heran. bagaimana mungkin seorang putri kaisar tidak suka di sebut sebagai putri. wah Yuan Lin tidak berkaca diri. ia tidak sadar Jika dirinya sama seperti Yu Mirai.


Dari arah lain beberapa gadis muda juga tengah berjalan ke arah mereka berdua dengan berlenggak-lenggok. mereka adalah putri Qiu Mei dan teman-temannya.


"Wahh siapa ini? apakah temanmu hahaha?" tanya putri Qiu Mei dengan tertawa mengejek.


"Aku tidak percaya ini kau mempunyai teman yang sama denganmu. apakah dia adalah pelayan baru disini? ataukah seorang gelandangan hahaha upss maaf aku memang sengaja berbicara." kata putri Qiu Mei yang membuat putri Yu Mirai hanya menatapnya datar saja sedangkan Yuan Lin menatap gadis itu dari atas sampai bawah.


"Ayah mempunyai tamu seperti ini hahaha jangan bercanda dengan ku Yu Jiejie. dia tidak pantas menjadi tamu ayah dia lebih pantas menjadi seorang pelayan sama seperti mu juga. ohh iya kebetulan aku sedang membutuhkan pelayan baru apakah kau bersedia menjadi pelayanku." kata putri Qiu Mei pada Yuan Lin.


"Apakah kau mau menjadi pelayan ku?" tanya Yuan Lin balik.


"Hei dasar tidak tahu sopan santun. apakah kau tidak tahu siapa aku hah!" bentak putri Qiu Mei dengan marahnya.


"Siapa kau? putri kaisar, perdana menteri atau bahkan putri seorang dewa pun aku tidak takut denganmu. jangan membuat masalah denganku. aku disini tidak ingin membuat kekacauan jadi kau pergi saja atau aku akan hilang kesabaran menghadapi sifatmu." kata Yuan Lin dengan dinginnya.

__ADS_1


"Kau. berani-beraninya berkata seperti itu padaku." seru Putri Qiu Mei dengan marahnya kemudian mengeluarkan senjatanya dan bersiap untuk menyerang Yuan Lin.


"Hentikan Qiu Mei apakah kau tidak waras hah." bentak putri Yu Mirai.


Putri Qiu Mei tidak mendengarkan apa yang di katakan putri Yu Mirai. ia tetap ingin menyerang Yuan Lin sedangkan gadis itu hanya diam saja sambil menatap datar ke arah putri Qiu Mei.


Baru saja Yuan Lin memuji nya jika di kekaisaran ini sangatlah nyaman tapi muncul juga masalah yang membuatnya harus ekstra menahan kesabaran. sangat tidak penting jika dia meladeni perkataan putri Qiu Mei.


Yuan Lin pun langsung saja pergi tanpa berkata-kata sehingga membuat putri Qiu Mei menjadi semakin marah dan dia mengancam akan melaporkan ini pada kaisar Liu karena telah di hina dan di permalukan oleh seorang gadis yang tidak di kenal. Yuan Lin sendiri yang mendengar ancaman itupun hanya mengangkat bahu acuh saja.


Ia pun pergi dari sana dan memutuskan untuk menunggu di ruangan rapat saja dari pada harus berjalan-jalan lagi dan bertemu dengan serangga pengganggu itu. sesampainya di ruangan rapat, didalam belum ada siapa siapa itu artinya jamuan makan belum selesai dan ia pun akhirnya memilih duduk saja di dalam.


Pintu ruangan terbuka yang membuat Yuan Lin menoleh. dilihatnya putri Yu Mirai mengikutinya sampai kesini.


"Aku minta maaf atas kejadian tadi." kata putri Yu Mirai.


"Kenapa kau yang meminta maaf? memangnya siapa dia?" tanya Yuan Lin.


"Dia adikku. dia memang seperti itu. aku saja tidak pernah suka dengannya karena sikapnya yang sangat sombong dan angkuh. sekali lagi aku minta maaf." ucap putri Yu Mirai.


"Siapa namamu?" tanya putri Yu Mirai yang membuat Yuan Lin menoleh.


"Aku Yuan Lin." jawab Yuan Lin dengan singkatnya.

__ADS_1


"Ku lihat kau memiliki tingkat kepekaan yang sangat tinggi." kata putri Yu Mirai dengan tersenyum.


"Ya tentu saja jika tidak aku sudah mati karena mu." ujar Yuan Lin yang membuat putri Yu Mirai tersenyum canggung.


__ADS_2