
Setelah mengantar Viviane ke kampus, Radit langsung meninggalkannya. Hari ini dia tidak menunggu sang keksasih karena tadi pagi mamanya telepon menyruhnya untuk datang ke butik. Ya begitulah saat dia pulang, selalu ada aja kerjaanya.
Sebenarnya mamanya sudah memintanya untuk menghandle butiknya saja daripada harus ikut kerja dengan papanya. Toh Radit juga tidak mau dinaikkan jabatan oleh ayahnya. Dia lebih nyaman menjabat sebagai manager pemasaran. Maka dari itu mamanya selalu mempengaruhinya agar mau tinggal dengan mamanya dan menghandle butik. Padahal seumpama dia mau menuruti keinginan mamanya, Radit juga punya kesempatan lebih banyak untuk bertemu dengan Viviane, dan tidak LDR lagi. Tapi nggak tau apa alasan Radit melakukan itu semua, yaitu lebih memilih LDR.
Karena Radit tidak ikut ke kampus, jadi ada kesempatan Viviane untuk bertemu dengan Delia. Beberapa hari sejak kepulangan Radit, Viviane harus menahan rindu dengan sang sahabat. Sebenarnya Viviane masih merasa aneh dengan sikap Radit yang pernah mengatakan bahwa Delia bukan sahabat yang baik buat dirinya. Dia tidak tau apa alasannya.
Di sinilah Delia dan Viviane sekarang berada. Di kantin kampus. Setelah saling bertukar pesan, mereka memutuskan untuk makan siang berdua di kantin kampus. Sambil menikmati makan siangnya mereka juga asyik mengobrol melepas rindu. Padahal cuma beberapa hari saja tidak bertemu tetapi sudah rindu berat. Ck..dasar lebay😜😂
Mereka saling menanyakan keadaan dan kesibukannya. Itulah yang mereka lakukan sejak dulu, saling tukar pendapat, berbagi kebahagiaan dan kesedihan. Di tengah-tengah perbincangan mereka, tiba-tiba Radit datang menghampiri. Hal itu membuat Delia dan Viviane sangat terkejut. Pasalnya tadi Radit bilang ke Viviane kalau dia akan lama dan kemungkinan tidak bisa menjemputnya, dan menyuruh naik taksi saja kalau pulang. Tapi sekarang malah tiba-tiba muncul dihadapan dua orang sahabat yang sedang bercengkrama. Layaknya orang yang sedang ketahuan selingkuh, Delia dan Viviane sama-sama gugup. Viviane juga tidak merasa dapat pesan dari Radit kalau urusannya sudah selesai dan akan menjemputnya. Disamping itu dia takut Radit akan marah kalau dia masih bertemu dengan Delia, karena Radit pernah mengatakan bahwa Delia bukan tipe sahabat yang baik. Entahlah, Viviane jadi merasa tidak enak.
Sedangkan bagaimana dengan Delia dengan kedatangan Radit yang secara tiba-tiba? Dia jadi gugup dan salah tingkah karena dia sudah menyadari akan perasaannya terhadap Radit bahwa dia sudah jatuh cinta padanya. Pernah dengar kan kalau kita sedang jatuh cinta, pasti tiap kali bertemu rasanya kita akan sangat gugup dan salah tingkah.
“eh baby… maaf aku tadi ada urusan sebentar sama Delia jadi aku ngajak dia sekalian makan siang disini” ucap Viviane menyambut kehadiran Radit sambil mengecup keningnya sebentar untuk mencairkan suasana. Melihat kemesraan Viviane dan Radit, Delia hanya bisa membuang muka, sebisa mungkin menekan perasaanya agar tidak cemburu tentang apa yang terjadi di hadapannya saat ini. Radit sekilas hanya melirik Delia yang membuang muka. Setelah itu dia duduk disamping Viviane sambil memegang tangan Viviane. Radit memang tipe cowok romantis yang tidak tahu tempat untuk bermesraan. Bahkan di hadapan seorang jomblo. Atau Radit memang sengaja menunjukkan sikap romantisnya di hadapan Delia hanya untuk memancingnya? Tidak ada yang tahu jawabannya.
Delia jadi merasa canggung dan serasa jadi obat nyamuk. Dia segera menghabiskan minumannya dan segera meninggalkan pasangan yang lagi mabuk asmara itu.
“ehm,, Vi aku cabut dulu ya, soalnya tadi udah janjian sama bang Ade mau nganter dia ke bandara”
Pamit Delia pada Viviane. “lho bang Ade udah mau balik del?” Tanya Viviane.
“iya, dia nggak bisa lama karena ada kerjaan mendadak katanya” balas Delia. “ya udah nggak apa-apa, nitip salam aja yak e bang Ade” ucap Viviane
“ok, nanti aku salamin deh. Aku cabut duluan ya Vi, ehm Dit..” ucap Delia sambil melirik ke arah Radit dan hanya diangguki.
“oh nama cowoknya Ade, cih samapi segitunya harus diantar ke bandara. Emang apa hebatnya dia sih daripada aku” batin Radit tanpa dia sadari bahwa dia cemburu dengan Delia.
“sayang??.... halooo baby?..” panggil Viviane berulang kali pada Radit yang sedang melamun.
“ehm,, sorry. Sayang aku kan udah bilang hati-hati sama Delia. Bisa saja dia akan membawa dampak buruk pada kamu. Apa tadi itu sampai kamu nitip salam segala ke siapa itu tadi?” protes Radit.
“oh bang Ade, dia kan ab-“ jawab Viviane yang langsung dipotong oleh Radit. “siapapun itu, aku nggak mau kamu nyebutin nama cowok lain saat sedang bersamaku, meskipun tidak bersamaku kamu jangan coba-coba untuk memikirkan cowok lain. Ingat itu.” Jawab Radit mengingatkan.
__ADS_1
Dia tidak mau mendengarkan dulu penjelasan Viviane. Ya begitulah sifat posesifnya yang kadang membuat Viviane kurang nyaman. Akhirnya Viviane hanya bisa menghela nafasnya, lebih baik diam dan mengalah dalam mengahadpi sikap kekasihnya yang sangat over protektif itu.
Sedangkan Delia, setelah mengantar Ade ke bandara dia langsung ke mall untuk ke butik mengambil pesanan ibunya. Karena tadi ibunya sudah menyuruhnya agar setelah dari bandara mampir sebentar ke butik langganannya untuk mengambil baju yang suda dipesan beberapa hari yang lalu. Di dalam mobil Delia hanya diam saja sambil mendengarkan lagu yang sedang diputar.
Hm yeah
Ku menunggu
Ku menunggu kau putus dengan kekasihmu
Tak akan ku ganggu kau dengan kekasihmu
Ku kan selalu disini untuk menunggumu
Cinta itu
Ku berharap kau kelak kan cintai aku
Saat kau telah tak bersama kekasihmu
Haruskah ku bilang cinta
Hati senang namun bimbang
Ada cemburu juga rindu
Ku tetap menunggu
Haruskah ku bilang cinta
Hati senang namun bimbang
__ADS_1
Dan kau sudah ada yang punya
Ku tetap menunggu
Datang padaku
Ku tahu kelak kau kan datang kepadaku
Saat kau sadar betapa ku cintaimu
Ku kan selalu setia tuk menunggumu
Na na na na
Haruskah ku bilang cinta
Hati senang namun bimbang
Ada cemburu juga rindu
Ku tetap menunggu
Haruskah ku bilang cinta
Hati senang namun bimbang
Dan kau sudah…
Voc by : teh Ocha😍😍
Lagu yang sangat cocok dengan kondisi Delia saat ini. Bahkan tanpa sadar dia ikut bernyanyi. Setelah menyadarinya, dia hanya menggelengkan kepalanya sambil senyum-senyum tidak jelas menangkap makna dari lagu yang didengar itu. "Gila... jatuh cinta pada kekasih orang. sampai harus menunggu putusnya dia dengan kekasihnya. Duhh... jangan sampailah" monolognya dalam mobil. Karena mobilnya sudah memasuki parkiran mall, Delia segera mematikan musiknya dan segera pergi menuju butik.
__ADS_1
*TBC
_author newbie_😘😘