Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 117


__ADS_3

Delia tidak percaya pada sosok pria yang kini tengah menyambut kedatangannya di rumah baru ini. Entahlah perumpamaan apa yang cocok untu Kevin. Apakah ibarat kaki dan sandal, dimana kaki melangkah pasti sandal itu setia menempel. Ataukah ibarat upil sama hidung? Dimana upil selalu setia menempel pada hidung. Kedua perumpaan itu meskipun tidak enak didengar namun memiliki makna mendalam yaitu, setia dan melindungi😂😂


“Mas bagaimana Kevin juga bisa berada disini? Sejak kapan dia disini? Lalu bagaimana anak dan istrinya?” Delia membrondong banyak pertanyaan pada suaminya karena penasaran dengan kehadiran Kevin. Delia pikir Kevin akan tetap berada di kota J dan menjadi asisten Papanya, namun kenyataannya tidak seperti itu.


“Sayang, nanti ya aku jawabnya. Karena pertanyaan kamu membutuhkan waktu tujuh hari tujuh malam untuk menjawabnya. Lebih baik kita masuk dan melihat rumah baru kita.” Jawab Radit santai dan tiba-tiba mendapat cubitan pada perutnya dari Delia.


“aww…. Iya-iya nanti aku akan jawab.” Ucap Radit sambil mengusap-usap perutnya.


Sementara Kevin hanya tersenyum melihat tingkah laku kedua pasangan suami istri di hadapannya itu. Dalam lubuk hati terdalam Kevin, dia juga merasakan bahagia karena kini Tuan dan Nyonyanya sudah kembali mesra dan hidup bahagia setelah badai besar yang sempat menghantam rumah tangganya.


Setelah mempersilakan sang pemilik rumah masuk, Kevin meminta ijin untuk pergi ke perusahaan.


**


Kini Delia sudah berada di dalam kamar barunya yang berada di lantai dua. Dia meletakkan Nathan di box bayi yang juga berada satu kamar dengannya. Sementara Kay ditemani Daddynya masuk ke kamarnya yang berada tepat di sebelah kamarnya.


Setelah menidurkan Nathan, Delia berjalan menuju ke arah balkon. Sesaat setelah membuka pintu, Delia kini sudah berada di balkon dan dapat melihat pemandangan indah kota B.


“Akhirnya aku bisa kembali lagi di kota ini.” Lirih Delia sambil menghembuskan nafasnya.


Delia duduk di kusi yang ada di balkon. Sejenak dia menikmati waktunya karena Nathan juga sedang tidur. Bayangannya kembali ke masa lalu. Sama seperti saat di rumahnya dulu, dia sering menghabiskan waktunya sendiri di balkon rumahnya yang ada di lantai dua.


“Sayang? Kenapa malah diam disini?” ucap Radit tiba-tiba sambil memeluk istrinya dari belakang.


“Mas? Kay mana?” Tanya Delia ambil menoleh pada suaminya.


“Sepertinya Kay sangat capek. Baru saja dia tidur setelah minta dibuatin susu.” Jawab Radit yang kini sudah duduk berhadapan dengan istrinya.


“Maaf, Mas aku sampai lupa belum membuatkan susu buat Kay.”


“Nggak apa-apa sayang.”


Mereka berdua sangat asyik ngobrol di balkon. Keduanya juga terlihat sangat bahagia akhirnya bisa tinggal bersama di kota kelahiran ini.


Setelah puas berbincang-bincang, Delia memutuskan untuk mandi terlebih dulu. Dan meminta suaminya agar menjaga Nathan yang masih tidur. Dan setelah Delia selesai mandi, baru bergantian Radit yang mandi. Nathan juga sudah bangun kehausan.

__ADS_1


Malam harinya, Radit mengajak anak istrinya untuk makan malam di luar. Kay pun terlihat sangat senang sekali tinggal di rumah barunya. Saat ini dia belum teringat dengan Vito. Entahlah apa yang akan terjadi jika dia mengingat kakaknya dan meminta bertemu dengan Vito.


“Kay senang tinggal di rumah baru?” Tanya Radit saat mereka sudah berada di dalam mobil.


“Cenang Daddy, Kay cenang cekali.”


“Daddy becok kita ke lumah Kak Pito lagi ya. Kay akan celita kalau Kay punya lumah balu.”


Delia dan Radit sama-sama saling menatap dan terdiam. Baru saja Delia memikirkan tentang Kay dan Vito, kini Kay sudah mengajak untuk main bersama Vito.


“Hmm… iya sayang.” Jawab Delia. entahlah bagaimana dia besok akan mengalihkan perhatian Kay tentang Vito.


Setelah beberapa saat kemudian, mobil Radit sudah sampai di suatu tempat. Delia bingung dengan suaminya. Padahal rencananya mereka akan makan malam, tapi kenapa mobilnya berhenti di tempat ini. Tempat yang terlihat mirip dengan kompleks pertokoan. Dan sangat sepi. Memangnya ada restaurant disana. Begitu yang ada di pikiran Delia.


“ayo sayang turun!” ajak Radit dan Delia hanya bisa menurut.


Radit menggendong Kay sambil menggandeng tangan istrinya. Sedangkan Nathan digendong oleh Delia.


“Mas yakin kita mau makan disini? Disini sangat sepi.” Tanya Delia ragu.


“Surprise!!!!!” ucap semua orang yang berada di dalam ruangan itu.


Happy birthday to you


Happy birthday to you


Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you


Seketika air mata Delia tumpah. Dia benar-benar tidak ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Bahkan dia tidak menyangka dengan kejutan yang dia terima saat ini.


Sebelum pindah, suaminya sering mengatakan bahwa semua itu adalah kejutan. Dan Delia pun masih tidak menyadari bahwa kejutan itu adalah untuk menyambut hari ulang tahunnya. Delia melihat suaminya yang kini sedang tersenyum hangat. Dan tanpa mengucapkan sesuatu dia langsung memeluk tubuh suaminya sambil menggendong Nathan. Air mata Delia masih terus mengalir. Lidahnya kelu tak dapat mengucapkan sepatah kata.


Nathan pun tiba-tiba terbangun karena merasa tidurnya terganggu, kemudian mamanya mengambil alih untuk menggendong Nathan. Dan Delia dapat memeluk erat tubuh suaminya sambil terisak.


“Selamat ulang tahun ya sayang.” Ucap Radit mengecup puncak kepala istrinya.

__ADS_1


Delia masih menangis dan tidak mampu menjawab ucapan suaminya.


“Hey sayang, sudah jangan menangis. Nggak malu apa dilihat semua orang?” bisik Radit pelan.


“Maaf. Terima kasih Mas” jawab Delia pelan dan mengeratkan pelukannya sebentar setelah itu melepasnya.


Delia mengusap air matanya. Kemudian melihat semua orang yang yang kini sedang berbahagia menyambut pesta ulang tahunnya yang ke 28. Sekali lagi air mata Delia mengalir. Dia tidak percaya dengan kehadiran orang-orang di hadapannya. Disana ada kedua orang tuanya, mertuanya, abang beserta anak istrinya, dan tak lupa Kevin beserta anak istrinya. Bahkan Bi Marni pun juga sudah disana.


Setelah semuanya memberi ucapan ulang tahun satu persatu, selanjutnya mereka mengadakan pesta kecil-kecilan dalam ruangan itu. Delia tidak begitu paham dengan tempat yang sedang ia pijaki saat ini. Ruangannya sangat luas dan kini disulap dengan meriah untuk menyambut pesta ulang tahunnya.


“Mas, kenapa memilih tempat ini? Kenapa tidak di restaurant atau di rumah saja?” Tanya Delia yang kini sedang duduk berdua dengan suaminya.


“Kenapa memangnya? Apa kurang mewah sayang?”


“Ah bukan begitu mas, hanya saja kenapa memilih tempat yang sepi seperti ini.” Jawab Delia pelan, dia merasa bersalah dan takut suaminya akan tersinggung dengan pertanyaannya.


Kemudian Radit menarik tangan istrinya dan mengajak berjalan mengelilingi ruangan luas itu. Delia hanya mengikuti saja. Di dalam ruangan itu terdapat beberapa rak besar yang sepertinya untuk menyimpan barang-barang. Radit membuka salah satu rak itu dan menunjukkan pada iatrinya.


“Apa ini Mas maksudnya?” Tanya Delia semakin bingung karena melihat isi rak tersebut adalah beberapa baju yang masih dalam bungkusan plastic.


“Sayang, tempat ini nanti akan jadi distro pakaian. Dan ini resmi menjadi milik kamu sebagai kado ulang tahun kamu dari suamimu ini.”


“Mas serius?” Tanya Delia sambil menutup mulutnya.


Delia benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh suaminya. Suaminya memberi hadiah ulang tahunnya dengan membukakan sebuah distro pakaian.


Memang dari dulu Delia ingin sekali memiliki ruko kecil untuk berjualan baju. Dan saat itu permintaannya dikabulkan dengan suaminya namun, saat itu baru diketahui bahwa dirinya tengah hamil Nathan jadi suaminya menunda untuk membukakan took pakaian. Dan sekarang, Delia tidak menyangka bahwa suaminya mengabulkan permintaannya sekarang, di saat hari ulang tahunnya.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2