Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 72 Puasa 7 Hari


__ADS_3

Lagi-lagi pasangan pengantin baru itu mengahabiskan malam panas mereka di rumah orang tua Radit. entah sudah berapa kali pelepasan, sepertinya mereka berdua juga tidak ada bosan-bosannya.


Dan keesokan harinya mereka terbangun dengan badan yang sedikit letih karena kuranag istirahat. Bagaimana tidak kurang istirahat, sudah hampir menjelang subuh mereka baru bisa tidur.


“sayang, lebih baik kamu ijin aja dulu ya. Istirahat aja disini nanti pulang kerja aku jemput”


“nggak mas, aku nggak bisa karena ada pekerjaan yang penting hari ini” jawab Delia dengan muka cemberut. Dan Radit merasa bersalah.


“maafin aku ya sayang. Aku janji deh nanti aku nggak kaya’ gitu lagi sampai kita berangkat honeymoon nanti” ucap Radit menenangkan istrinya yang sedang merajuk.


“awas kalau bohong” kemudian Radit mencium kening istrinya, setelah itu keluar dari kamar untuk sarapan bersama orang tua mereka.


Setelah selesai sarapan. Mereka berdua berpamitan dan segera berangkat ke kantor. mereka berdua mengucapkan terima kasih pada mama dan papanya atas kado pernikahannya. Mereka berdua berencana akan berangkat seminggu lagi setelah urusan pekerjaan Radit beres.


Kini Radit sedang perjalanan mengantar istrinya bekerja. Dalam mobil, Delia sedang terlihat kurang sehat. Sejak tadi pun Radit juga memperhatikan. Namun istrinya itu keras kepala tidak mau menuruti perintahnya untuk tidak bekerja.


“sayang, kita beli vitamin dulu ya biar badan kamu fit”


“terserah mas saja”


Radit mengehla nafasnya pelan. Dia harus bersabar menghadapi istrinya yang sedang bad mood. Setelah itu Radit membelokkan mobilnya ke apotek. Dia turun dan masuk ke apotek untuk membeli vitamin.


Selesai membeli vitamin, Radit segera keluar karena tidak mau istrinya menunggu terlalu lama di dalam mobil. Namun, tiba-tiba tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seseorang.


“maaf mas, saya nggak sengaj-“ ucap lelaki yang bertabrakan dengan Radit.


“Surya?” lirih Radit


Mereka berdua saling diam, tidak tahu apa yang harus diucapkan.


“ehm… Dit maafin gu-“


“gue duluan, sedang terburu-buru” Radit segera pergi meninggalkan Surya.


Saat ini Radit sudah berada di dalam mobil dan segera menjalankan mpbilnya.


“lama banget sih mas?”


“iya sayang tadi agak antre, nih minum dulu vitaminnya”


Radit tidak ingin menceritakan pada istrinya kalau dirinya habis bertemu Surya. Radit yang sudah tahu mood istrinya sedang buruk, tidak ingin lagi memperburuknya dengan menceritakan bahwa dia habis bertemu mantan kekasih istrinya.

__ADS_1


Huh.. memang sih Surya mantan kekasih istrinya, taapi istrinya kan tidak pernah mencintai Surya selama mereka menjalin hubungan. Lantas harus menyebutnya apa.


Radit sudah sampai di depan kantor istrinya. Delia segera mencium tangan suaminya dan segera masuk ke kantor. kemudian Radit meljukan mobilnya ke kantornya sendiri.


Radit masih teringat pergulatan panasnya semalam. Entah mengapa istrinya itu seperti candu yang ingin selalu dihisap tanpa henti. Rasanya dia juga tidak kuat kalau lama-lama tidak menyentuh istrinya. Radit merutuki kebodohannya atas janji yang diucapkan tadi sewaktu sebelum kerja. Bisa-bisanya dia berjanji tidak akan melakukan peergulatan sampai nanti berangkat honeymoon.


Radit menggelengkan kepalanya, dia harus mencari cara agar istrinya mau menerima pembatalan janji itu. Sekarang saja, belum ada satu jam rasanya dia sudah merindukan tubuh istrinya.


“siallll! Kamu pakai guna-guna apasih Del? Sejak pertama kali bertemu tanpa sadar kamu sudah membuatku gila” Radit bergumam sambil mengacak rambutnya. Namun setelah itu dia merapikannya lagi karena sudah sampai kantornya.


Tanpa terasa waktu pun berlalu. Seharian Radit dan Delia sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mereka berdua hanya bertukar pesan saling mengingatkan untuk makan siang saat jam makan tiba. Dan kini sudah waktunya untuk pulang. Radit sudah menunggu istrinya di depan perusahaan sejak sepuluh menit sebelum jam pulang kantor.


Radit memilih menjemputnya lebih awal karena dia tidak ingin kejadian seperti kemarin saat Fadhil menemani istrinya hanya berduaan saja.


“mas? Sudah dari tadi?” Tanya Delia saat baru masuk mobil


“nggak ko’ sayang, baru lima menit” bohong Radit


“ya udah ayo jalan”


“siap permaisuriku” Radit melihat wajah istrinya yang terlihat lebih ceria daripada tadi pagi. Dan Radit sangat senang, pasti nantinya akan menyetujui pembatalan perjanjiannya tadi pagi.


“mas, nanti mampir ke mini market sebentar ya”


“mulai deh gombalnya”


“seriusan ini nggak gombal sayang. Emangnya mau beli apa?”


“beli pembalut mas, stok pembalutku sudah habis. Untungnya tadi aku punya cadangan dalam tas”


Duarrrrr….


“maksud kamu apa sayang?” seketika itu wajah Radit terlihat pias


“aku sedang datang bulan mas, pantesan tadi pagi kepalaku pusing dan perutku sedikit nyeri” Delia terus saja nyerocos tanpa melihat perubahan raut muka suaminya.


Saat sudah berhenti di depan mini market Delia segera keluar dan pergi membeli pembalut. Setelah selesai, dia segera kembali masuk ke dalam mobil. Tidak ada pembicaraan dalam mobil. Dan lima menit kemudian mereka berdua sudah sampai di apartemen.


“mas, aku siapin air hangat dulu ya. Ehm… mas Radit hari ini mandi sendiri dulu ya”


“kenapa sayang? Kamu sudah nggak mau mandi bareng lagi?”

__ADS_1


“ishh… aku kan sedang datang bulan mas” seketika itu Radit langsung lemas. Dia lupa kalau tidak mungkin istrinya diajak mandi bareng disaat sedang datang bulan.


“sayang?” panggil Radit saat Delia akan massuk kamar mandi


“iya mas ada apa?”


“berapa lama biasanya kamu datang bulan?”


“ya sesuai janji mas Radit tadi pagi. Sampai kita berangkat honeymoon”


“arghhhhh…..” teriak Radit frustasi sambil menjambak rambutnya, dan Delia sekuat tenaga menahan tawanya.


“berarti aku harus puasa dong sayang?” Tanya Radit dengan muka melas. Dan Delia menganggukkan kepalanya.


“lebih tepatnya puasa tujuh hari mas”


Delia segera meninggalkan suaminya untuk segera menyiapakan air hangat. Dia tidak ingin lama-lama melihat suaminya yang sedang frustasi.


Setelah Radit sudah selesai mandi bergantian. Delia menyiapakan makan malam di dapur. Sedangkan Radit menunggunya di ruang tamu sambil memeriksa beberapa email yang masuk di poselnya.


Setelah selesai memasak, Delia memanggil suaminya untuk makan malam bersama. Malam ini Delia hanya memasak nasi goring seafood. Karena sangat cepat dan praktis. Radit sangat menikmati nasi goreng buatan istrinya. Sungguh paket lengkap Radit mendapat istri seorang Delia. sudah cantik, baik, dan pintar memasak pula. Sungguh beruntung sekali dirinya bisa mendapatkan Delia.


Setelah selesai makan malam, Radit pergi ke ruang kerjanya. Dia ingin menyibukkan diri biar pikirannya tidak mesum bila dekat dengan istrinya. Sedangkan Delia langsung masuk ke kamar untuk istirahat. Dia bisa merasakan kebebasannya malam ini. Bisa tidur nyenyak tanpa ada gangguan.


Sementara itu Radit di ruangan kerjanya sudah berusaha menyibukkan dirinya namun, bayang-bayang istrinya memakai lingerie seksi berlarian dalam otaknya. Kemudian Radit menutup laptopnya dan segera pergi menyusul istrinya.


Belum ada lima belas menit Delia menutup matanya, tiba-tiba ada tubuh kekar sedang memeluknya dari belakang. Dan apa itu sesuatu yang keras yang sedang bergejolak, menempel pada pantatnya. Delia menoleh ke arah suaminya.


“mas?”


“sayang aku nggak kuat. Kita main aman ya?” wajah Radit sudah sangat bergairah kala melihat bibir seksi istrinya. Delia yang kurang paham dengan maksud suaminya tentang main aman, dia menanyakannya langsung.


“maksudnya gimana mas..mmmmpphh”


Radit segera membungkam mulut istrinya. Dan malam itu nyatanya Radit tidak bisa lagi menahan nafsunya yang sudah di ubun-ubun. Meskipun main aman dan kurang memuaskan, setidaknya dia masih bisa menyentuh istrinya.


*TBC


main aman kaya' gimana sih bang Radit?😂😂


ada yang tahu? kasih tau aku dong😁😁

__ADS_1


_author newbie_💕💕


__ADS_2