Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 59 Semakin Dekat


__ADS_3

Akhirnya hari wisuda Viviane telah tiba. Dia sangat bahagia sekali bisa sampai pada tahap ini. Dia sudah meraih gelar masternya dan mendapat predikat cumlaude juga. memang sejak dulu Viviane adalah anak yang pintar dan cerdas. Dan tidak hanya itu, setelah wisudah selesai, lusa sudah ada pekerjaan yang sudah menantinya. Orang tua Viviane sangat bangga dengan prestasi yang diraih anaknya.


Disaat Viviane sedang merayakan hari kelulusannya, jauh dalm lubuk hatinya sangat merindukan sosok Radit. sosok yang selama beberapa tahun yang lalu selalu mengisi hari-harinya dengan penuh cinta. Namun bagaimanakah perasaannya saat ini. Apakah masih sama. Viviane yakin pasti perasaan Radit terhadapnya masih sama, hanya saja mungkin Radit masih marah dengan pembatalan pernikahannya dulu.


Itu tidak masalah bagi Viviane, dia sadar dia salah. Dia nanti akan meminta maaf dengan benar dan akan memperbaiki semuanya. Radit juga pasti bangga dengan prestasi yang sudah dia capai dengan usahanya sendiri, ditambah lagi dirinya sudah mendapat pekerjaan.


Setelah acara wisuda selesai, Viviane mengantar kedua orang tuanya ke bandara untuk pulang ke negaranya. Sebenarnya Viviane ingin sekali ikut pulang dengan orang tuanya, namun itu tidak mungkin. Karena besok adalah hari pertamanya bekerja. Mungkin setelah satu bulan bekerja dia akan meminta cuti sebentar untuk pulang. Semoga saja mendapat ijin.


***


Kurang satu bulan lagi pernikahan Radit dan Delia akan digelar. Sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak keluarga, mereka akan melangsungkan pernikahannya di kota B, kota kelahiran Radit dan Delia.


Selama satu bulan itu hubungan Radit dan Delia semakin dekat dan hangat. Radit selalu setia mengantar dan menjemput Delia saat berangkat dan pulang kantor. teman-teman kantor Delia juga turut bahagia saat Delia kembali lagi bekerja, ditambah lagi dengar kabar bahwa Delia sudah bertunangan dan akan segera menikah dengan seorang Ceo yang beberapa waktu lalu perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan tempat Delia bekerja yaitu Radit.


Fadhil adalah orang pertama yang sangat senang mendengar kabar bahagia itu. Karena memang Fadhil adalah orang yang paling dekat dengan Delia. Hubungan mereka berdua sudah seperti adik dan kakak. Selama cuti pun Fadhil sering menanyakan kabar Delia. dia sangat mencemaskan Delia.


Hari ini Radit akan mengajak Delia untuk pergi ke suatu acara pernikahan rekan bisnisnya. Radit sengaja mengajak Delia sekaligus ingin memperkenalkan kepada rekan bisnisnya, bahwa Delia adalah tunangannya.


Radit saat ini sedang menunggu sang kekasih yang sedang berdandan. Radit sudah berada di apartemen sekitar 15menit yang lalu. Kemudian pintu kamar Delia terbuka, yang berarti dia sudah selesai berdandan. Delia berjalan menuju ruang tamu sambil memegang ponselnya. Niatnya ingin menghubungi Radit kalau dia sudah selesai.


“Ehh mas Radit?” kaget Delia masih menempelkan ponsel ditelinganya


“hmmm” jawab singkat Radit. karena dia fokus dengan penampilan Delia saat ini. Dress yang digunakan sederhana namun elegan. Dan ditambah make up tipisnya yang membuat dia sangat cantic dan natural.


“mas Radit sudah lama?” Delia gugup karena sejak tadi Radit memandangnya tanpa berkedip.

__ADS_1


“nggak. Baru saja ko’, kamu cantik sekali sayang!” ucap Radit sambil berdiri menghampiri Delia.


jujur Delia sangat gugup sekali dengan panggilan sayang dari Radit. padahal sudah seringkali Radit mengucapkan kata sayang, namun tetap saja membuat hati Delia berdebar-debar.


Radit memegang pinggang ramping Delia. dia mengamati seluruh penampilan Delia saat ini. Entahlah Radit seperti terhipnotis dengan kecantikan Delia.


“sayang, kamu benar-benar cantik malam ini” Radit mencondongkan wajahnya mendekati wajah Delia. Delia memejamkan matanya. Dia juga seperti terhipnotis oleh pesona Radit. hembusan hangat nafas Radit dapat Delia rasakan sangat dekat.


Beberapa detik kemudian Delia merasakan bibirnya seperti ada yang menempeli, hingga dia merasakan sesuatu basah menyapu bibirnya. Radit ******* lembut bibir manis Delia. bibir yang dulu pernah ia rasakan, dan rasanya sampai saat ini masih sama. Jujur baru kali ini Radit memberanikan diri untuk mencium bibir Delia, karena selama ini dia hanya mengecup keningnya saja. Radit tadi berpikir kalau Delia menolaknya tidak masalah, dia akan bersabar karena sebentar lagi dia akan sah menjadi suami Delia. namun melihat reaksi Delia hanya diam tanpa ada penolakan, dalam hati Radit bersorak. Delia menerima perlakuannya.


Radit menyapu bibir Delia lagi yang masih tertutup rapat. Dia tidah patah semangat. Radit berusaha dengan selembut mungkin meneroboskan lidahnya di sela-sela bibir Delia. namun tetap saja. Bibir Delia masih terkunci dan mata terpejam.


Entah apa yang dia pikirkan saat ini. Akhirnya mempunyai ide. Radit melepaskan ciumannya. Dan benar saja, seketika itu Delia membuka matanya dengan bibir yang melongo. Padahal dia sangat menikmati ciuman Radit, dan tidak terima Radit melepaskan. Melihat itu, Radit tidak menyia-nyiakan kesempatan. Secepat kilat lidahnya menerobos ke rongga mulut Delia. Delia membelalakkan matanya. Radit tidak peduli, dia dengan asyik menikmati, merasakan, dan membelit lidah Delia. delia mencengkeram pinggang Radit. tangan Radit memegang kepala Delia sambil terus mengulum, dan *******.


“eehhh…..” tanpa sadar Delia mendesah. Dan itu justru membuat Radit semakin bersemangat.


Tangan Delia perlahan naik ke dada Radit. kemudian dia menepuk-nepuk dada Radit. Delia sudah tidak sanggup lagi meneruskan pergulatan bibir itu. Dia bukan seperti Radit, pencium handal. Delia masih amatiran. Seolah tahu kode yang diberikan Delia, Radit segera melepaskan tautan bibirnya.


Delia terengah-engah meraup oksigen. Sementara Radit tersenyum melihat ekspresi Delia yang seperti ikan keluar dari air. Ckckck…


😂😂


“manis sekali” goda Radit sambil mengusap lembut bekas saliva yang menempel di bibirnya dan berganti di bibir Delia.


sedangkan Delia tidak berani menatap wajah Radit karena malu.

__ADS_1


Radit mengangkat dagu Delia. Delia menggelengkan kepalanya memberi kode agar Radit tidak menciumnya lagi.


“kenapa sayang?”


“aku nggak mau lagi”


“hahahaha…. Kamu jangan GR aku akan menciummu lagi. Aku minta kamu benahin lipstikmu setelah itu kita berangkat” goda Radit dan membuat Delia semakin malu.


Delia segera masuk ke kamarnya untuk memperbaiki lipstick di bibirnya yang sudah berantakan.


***


Kini Radit dan Delia sudah berada di ballroom hotel tempat dimana rekan bisnisnya melangsungkan pernikahannya. Disana sangat ramai dan dihadiri oleh kalangan beberapa pengusaha. Sebenarnya mama dan papa Radit juga diundang, namun tidak bisa hadir lantaran sedang bepergian keluar negeri.


Setelah memberi ucapan selamat pada mempelai pengantin, sekaligus memperkenalkan Delia kini Radit dan Delia sedang menikmati hidangan pesta. Sambil menikmati hidanga, Radit juga ngobrol dengan beberapa rekan bisnisnya. Hingga tanpa sengaja Radit bertemu dengan seseorang yang sangat dia kenal.


“malam om. Apa kabar?” Tanya Radit


“baik” jawabnya singkat namun pandangannya fokus pada seorang perempuan di sebelah Radit.


*TBC


Bentar lagi Radit dan Delia akan nikah lho. Apa kalian tahu bahwa semakin dekat dengan pernikahan, akan semakin banyak halangan, rintangan, serta godaan yang datang? Bagi yang sudah menikah pasti pernah mengalaminya. Seperti pengalaman author dulu ckckck….😂😂


Yakinlah kalau kita bisa menhgadapinya, kita pasti akan berhasil menuju ke pelaminan.

__ADS_1


Semangat babang Radit dan neng Delia…💕💕


*salam lope-lope dari _author newbie_💕💕😘


__ADS_2