Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 75 Pulang


__ADS_3

Keesokan harinya Radit menemani sang istri jalan-jalan dan bebelanja oleh-oleh sebelum nanti malam pulang ke kota J. seharian kemarin Delia benar-benar istirahat dan tidak keluar kemana-mana. Radit pun juga demikian. Dia tidak menjaili istrinya lagi karena melihat istrinya yang sangat kecapekan membuatnya tidak tega jika ingin meminta jatah lagi.


Sekarang mereka berdua sedang berada di pusat perbelanjaan oleh-oleh dan souvenir yang tempatnya tidak jauh dari pantai. Sejak tadi radit menemani istrinya membeli oleh-oleh. Delia membeli berbagai macam souvenir dan makanan khas untuk teman-teman kantornya dan tak lupa juga buat mertuanya.


“sayang, kamu jangan kemana-mana ya. Aku ke toilet sebentar”


“iya mas, aku tunggu disini sambil lihat-lihat dulu”


Radit meninggalkan Delia ke toilet sebentar untuk buang air kecil. Sementara Delia masih asyik cuci mata dengan pernak-pernik yang dijual disana. Namun tiba-tiba ada seorang anak kecil sedang berlari-lari dan menabrak Delia.


“aww…… hiks…hiks…hiks…” anak kecil itu nangis karena setelah tak sengaja menabrak Delia, dia terjatuh.


“aduhhh!! Ayo sayang bangun. Udah jangan nangis lagi ya”


Delia berusaha menenangkan anak kecil itu sambil nengok kanan kiri mencari keberadaan orang tuanya. Namun anak itu masih menangis.


“sudah ya sayang jangan nangis lagi. Kemana mama kamu?”


anak itu masih menangis dan menggelengkan kepalanya. Dan membuat Delia semakin tidak mengerti.


“kamu sama siapa kesini? Mama kamu kemana?”


“mama di surge tante”


Deg


Delia sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Dia bingung apa yang harus dia lakukan saat ini.


“Vito!!” panggil seorang laki-laki yang sepertinya sangat panik.


“papa…”


“vito sayang kamu kemana saja dari tadi papa nyariin kamu. Kenapa lutut kamu?”


“ehm.. maaf itu tadi dia tidak sengaja terjatuh” ucap Delia kemudian.


Dan seketika itu laki-laki yang ternyata papa dari anak kecil yang bernama Vito menoleh kea rah Delia.


“Nona De lia?”


“eh.. mas-?”


“Gio. Yang tempo hari kita pernah bertemu di mall”

__ADS_1


“oh iya. Maaf saya lupa. Ini tadi anak anda berlari dan menabrak saya, setelah itu terjatuh. Dan saya tanyai kemana mamanya, dia bilang-“


“ehm… iya maafkan Vito. Dan memang benar mamanya sudah meninggal. Nona ko’ bisa berada disini? Dengan siapa?” Gio tidak menyangka bakal bertemu lagi dengan perempuan yang tempo hari pernah dia tolong.


“SAYANG. Sudah belanjanya?” tiba-tiba Radit menghampiri istrinya. Sejak dari toilet Radit melihat istrinya sedang berbicara dengan seorang laki-laki, dan itu membuat amarah Radit seakan ingin meledak. Dia buru-buru menghampiri istrinya.


“eh, mas sudah selesai?”


“sudah. Ayo kita kembali ke resort” ajak Radit dengan memasang wajah dinginnya.


“mas Gio, perkenalkan ini mas Radit suamiku, mas Radit ini mas Gio dia dulu-“


“sudah nggak penting ayo buruan”


Gio yang tadi sudah mengulurkan tangannya, kini dengan terpaksa menariknya lagi karena Radit tidak mau menjabat tangannya.


Gio merasa sedikit kecewa karena ternyata Delia sudah bersuami. Kemudian Gio menggendong anaknya dan segera pergi meninggalkan Delia. karena tidak baik jika dia berada di tengah-tengah pasangan suami istri itu terlalu lama.


“ya sudah nona Delia, saya permisi dulu”


“iya mas Gio” Delia mengangguk kemudian Gio pergi dengan anaknya.


Radit segera mennggandeng tangan istrinya dan mengajaknya untuk kembali ke resort. Lagi-lagi Radit terbakar api cemburu. Hingga tanpa sengaja dia berjalan cepat sambil mencengkeram kuat tangan istrinya.


“sudah jangan banyak bicara”


“tapi mas-“


“kamu bisa diam tidak?” tanpa menoleh ke arah istrinya, Radit terus saja berjalan.


Dan Delia yang merasakan pergelangan tangannya sakit karena ulah suaminya hanya bisa diam. Tidak berani berbicara lagi setelah Radit membentaknya.


Kini mereka sudah sampai di resort dan segera masuk ke kamar. Radit menghempaskan istrinya begitu saja. Untungnya Delia mampu menjaga keseimbangan tubuhnya.


“puas kamu sudah berkenalan dengan laki-laki lain?” Radit mengeluarkan amarahnya, namun Delia hanya diam saja.


“kenapa kamu diam? Apa kamu senang-“


“CUKUP!!!” Radit terkejut dengan teriakan istrinya, namun dia berusaha untuk tenang.


“Rantai saja aku mas, kurung saja aku di dalam kamar dan jangan biarkan aku keluar keman-mana jika itu membuatmu senang. Agar tidak ada orang lain yang bisa melihatku terutama laki-laki” ucap Delia yang tiba-tiba meluapkan amarahnya.


“kamu menyakitiku lagi mas. Hanya karena rasa cemburu kamu. Apa kamu tidak percaya dengan cintaku? Kamu tidak percaya dengan hatiku?” radit segera memeluk istrinya. Dia sadar sikapnya sudah keterlaluan poada istrinya.

__ADS_1


“sayang maafkan aku”


“lepaskan!. Aku mau kita pulang sekarang!” Delia meronta dari pelukan suaminya berusaha melepaskan diri.


“aku mohon sayang maafkan aku”


Akhirnya Delia bisa lepas dari pelukan suaminya, dia segera mengemasi baju-bajunya tanpa berbicara lagi.


Radit masih saja berusaha meminta maaf pada istrinya, dia mengikuti istrinya mengemasi baju-baju. Tanpa sengaja Radit melihat pergelangn tangan istrinya yang memerah. Radit sadar itu karena perbuatannya yang tadi mencengkeram kuat tangan istrinya.


Delia sudah selesai mengemasi bajunya. Dia segera bersiap, dan Radit hanya bisa diam dan mengikuti istrinya karena sejak tadi berbicara nyatanya Delia mengabaikannya.


Jadwal kepulangan yang harusnya malam hari kini berubah lebih awal karena Delia yang memaksanya untuk pulang. Radit hanya bisa menurutinya, dan untung saja ada penerbangan di jam itu.


Perjalanan ke bandara sampai masuk ke pesawat Delia masih mendiamkan suaminya. Delia sengaja memberika pelajaran pada suaminya agar introspeksi diri.


Di dalam pesawat Delia menutup matanya, walaupun sebenarnya dia tidak mengantuk. Namun dia menghindari suaminya agar tidak mengajak bicara. Sedangkan Radit bingung memikirkan cara bagaimana mendapatkan maaf dari istrinya.


Satu jam kemudian mereka sampai di kota J. Delia dan Radit segera pulang ke apartemen. Di dalam mobil pun Delia juga masih diam. Dia memainkan ponselnya untuk menghindari suaminya. Sesampainya di apartemen, Delia segera membawa kopernya ke kamar sedangkan Radit masuk ke ruang kerjanya.


Dia pusing, lebih baik nanti saja meminta maaf pada istrinya. Karena saat ini bukan waktu yang tepat untuk meminta maaf disaat istrinya masih emosi.


***


Di Merlion Park salah satu ikon terkenal dari negara Singapore, seorang perempuan melepaskan kalungnya dan mengambil liontin dari kalung itu. Liontin itu adalah cincin pertunangannya. Ya dia adalah Viviane. Setelah dia mendengarkan cerita dari Angga tentang Radit. vivane memutuskan mengambil cincin pertunangan itu dari kalungnya kemudian membuangnya.


Vivane harus ikhlas demi kebahagiaan mantan kekasih dan sahabatnya. Viviane mendengarkan cerita dari Angga bahwa Radit memang benar-benar mencintai Delia. Angga mengatakan bahwa sebelum mengetahui Delia adalah Angel, Radit sering menceritkan tentang Delia. seorang gadis yang telah mencuri hatinya sejak saat menjalin kasih dengan Viviane. Awalnya memang Viviane tidak terima namun Angga menceritakan kebaikan Delia yang tidak mempunyai niatan untuk merebut kekasih sahabatnya, justru berusaha menghindarinya. Kemudian Viviane mengingat itu semua.


Sungguh Delia memang sahabat yang baik. Hanya dirinya saja yang bodoh, tidak bisa menjaga miliknya dengan baik. Hanya demi egonya dia harus merelakan cintanya. Namun nasi sudah menjadi bubur. Percuma saja menyesali semua itu, toh radit tidak akan kembali lagi padanya.


“semoga kalian berdua bahagia” ucap Viviane sambil melempar cincin itu ke sungai yang menjadi ikon negara Singapore itu.


“semoga kamu juga lekas mendapat kebahagiaan” Angga memeluk Viviane berusaha untuk menenangkannya.


*TBC


Happy weekend semuanya😘😘 sampai jumpa hari senin ya, aku tunggu vote dari kalian semua.


jangan lupa like, komen, gift, dan rate bintang 5 ya...😍😍


*salam lope-lope sekebon kaspe😂😘😘😍


*_author newbie_💕💕

__ADS_1


__ADS_2