
Pagi ini Delia dan Radit bangun tidur dengan badan yang sudah kembali segar. Seperti yang sudah diminta oleh Radit bahwa setiap hari Delia harus memandikannya atau lebih tepatnya mandi bersama. Kali ini mereka benar-benar hanya mandi saja tanpa melakukannya lagi.
Setelaah selesai mandi, Delia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Delia tidak memasak, dia hanya memanggang roti dan diolesi dengan selai. Untuk minumnya dia membuat dua gelas susu hangat untuk dirinya dan suaminya.
Saat ini keduanya sedang menikmati sarapan di meja makan yang satu tempat dengan dapur.
“sayang, apa nggak sebaiknya kamu resign saja?” Tanya Radit tiba-tiba, dan Delia menghentikan kunyahannya.
“kenapa memangnya mas?”
“aku nggak mau kamu kecapekan”
“terus kalau aku nggak kerja aku, aku di rumah sendiri juga ngapain mas?”
“ya nemenin suami kamu ini di kantor. biar makin semangat kerjanya”
“ishh yang ada nanti mas Radit pikirannya mesum mulu. Maaf ya mas tapi aku belum bisa untuk resign sekarang. Aku masih terikat kontrak”
“hmmm… ya udah nggak apa-apa”
Sebenarnya Radit meminta istrinya untuk resign bukan karena takut istrinya kecapekan bekerja, namun dia tidak mau kalau istrinya akan sering bertemu dengan para lelaki di luaran sana yang yang lebih tampan dari dirinya. Sayangnya dia tidak berani untuk mengungkapkannya secara langsung, takut istrinya nanti akan tersinggung.
Kemudian mereka melanjutkan sarapan. Dan setelah selesai, Delia mengambil tas kerjanya dan milik suaminya. Setelah itu berangkat menuju kantor. seperti biasa Radit mengantar istrinya dulu. Kini mereka sedang dalam perjalanan.
“mas, kemarin saat mas melihat aku di restaurant sebenarnya-“ ucap Delia terpotong
“udah nggak usah dibahas lagi sayang. Aku udah lupain masalah kemarin”
“ihh dengerin dulu, aku nggak bahas tentang kak Fadhil” Lagi-lagi Radit cemburu saat istrinya menyebut nama laki-laki lain di hadapannya.
“terus apa?”
“kemarin sebenarnya aku meeting dengan klien baru. Beliau adalah Pak Wijaya” ucap Delia dan Radit sangat terkejut
“apa?? kenapa kamu nggak bilang?”
“ini sekarang aku bilang sama mas Radit” ucap Delia sambil tersenyum, dia mengerti kekhawatirannya. Kemudian Delia menceritakan semua yang dikatakan oleh Pak Wijaya kemarin.
Delia juga mengatakan bahwa beliau meminta maaf atas kelakuan anaknya beberapa waktu lalu. Dan akhirnya Radit bisa bernafas lega kalau ternyata istrinya sudah tidak memikirkan lagi kejadian itu.
“sebenarnya memang Om Wijaya orang yang sangat baik dan berwibawa. Beliau juga rekan kerja papa”
“iya mas, aku juga bisa melihat itu semua”
“ya sudah yang terpenting sekarang, kamu sudah melupakan maslah itu. Kalau pun suatu saat nanti kamu tidak sengaja beretmu dengan Surya. Kamu jangan takut lagi”
“iya mas”
Beberapa saat kemudian mobil Radit sudah berhenti di depan perusahaan dimana Delia bekerja. Sebelum turu, Delia mencium tangan suaminya dan Radit mengecup kening istrinya.
__ADS_1
“Delia berangkat dulu ya mas”
“ya sayang hati-hati”
Kemudian Delia masuk ke kantornya, dan Radit melajukan mobilnya ke perusahaannya.
***
Hari ini aktivitas Delia di kantor seperti biasanya. Dia bersama tim editor menyelesaikan iklan yang sudah disepakati dengan kliennya kemarin.
Sementara itu, Radit di kantor sedang sibuk menandatangani beberapa dokumen. Tiba-tiba dia mendapatkan email dari seseorang. Radit membukanya. Dia tersenyum sinis membaca laporan dari orang suruhannya itu.
Beberapa hari yang lalu Radit sudah mendapat informasi tentang kedatangan Viviane yang secara tiba-tiba di acara pernikahannya. Dan setelah itu, Radit meminta pada orang suruhannya untuk menyelidiki apa saja kegiatan Viviane selama menempuh studinya di Singapore. Dan orang suruhan Radit melaporkan semua yang dilakukan Viviane, hanya saja tidak secara detail. Namun bagi Radit itu sudah cukup.
Radit melakukan itu semua bukan karena dia masih perhatian atau menyimpan perasaan pada sang mantan kekasih. Dia hanya berjaga-jaga saja jika suatu saat nanti Viviane melakukan tindakan yang akan mengecewakan istrinya, setidaknya dia sudah mempunyai senjata.
Setelah selesai dengan dokumennya, Radit mengambil ponselnya. Dia mengirim pesan kepada istrinya. Entah kenapa belum ada sehari berpisah rasanya Radit sudah sangat merindukan istrinya itu. Andai istrinya mau resign, dia akan mengajak istrinya ke kantor tiap hari. Dia akan lebih mudah meminta jatah jika istrinya selalu ada di dekatnya. Mengingat pergulatan mereka semalam, rasanya Radit ingin sekali saat ini mengungkung tubuh seksi istrinya itu.
Radit mengirim pesan pada istrinya untuk mengajak makan siang diluar. Sekalian dia ingin melepas rindu. Dan tidak lama kemudian Delia membalas pesannya. Radit sangat senakng karena istrinya mau diajak makan siang diluar.
Dan saat ini mereka sudah berada di sebuah restaurant. Radit sudah memesan makanan untuk dirinya dan juga istrinya. Sambil menunggu pesanan datang, Radit memanfaatkan waktunya untuk bermanja dengan istrinya.
“tumben sih mas ngajak makan diluar?”
“iya sayang. Karena suamimu ini sangat merindukanmu”
“ihh gombal” Delia mencebikkan bibirnya
S
etelah itu pesanan mereka datang. Kemudian mereka menikmati makan siangnya. Kemudian selesai makan, Radit mengantar Delia kembali ke kantornya.
“sayang nanti kita pulang ke rumah mama ya? Mama tadi telpon, meminta kita agar tidur disana”
“iya. Tapi mas, kita ke apartemen dulu ya aku nggak bawa baju ganti”
“nggak usah. Buat apa?”
“terus aku nanti pakai apa mas?”
“kamu nanti nggak usah pakai apa-apa kalau sudah di dalam kamar” bisik Radit tepat di telinga istrinya,
“Mas mesum banget sih”
“hahaha…. Mesum sama istri apa salahnya. Nanti kita beli baju aja sebelum ke rumah mama”
“ya udah kalau gitu”
Dan kini Radit sudah sampai di depan kantor Delia bekerja. Delia membuka pintu mobilnya, namun tangannya dicekal oleh Radit. Delia menoleh.
__ADS_1
“ada apa mas..mmmmppphhhh” tanpa aba-aba Radit membungkam bibir istrinya dengan bibirnya.
Radit sudah tidak tahan melihat bibir merah muda itu. Radit sedikit menekan kepala Delia untuk memperdalam ciumannya. Setelah beberapa saat ciuman itu terlepas. Mereka berdua saling terengah-engah.
“sayang bibir kamu sangat menggoda sekali. Aku tidak tahan melihatnya”
“sabar mas. Nanti kita lanjutin kalau sudah di rumah ya”
Delia berusaha meredakan gairah suaminya. Pasalnya pandangan suaminya saat ini sudah dipenuhi nafsu. Tidak mungkin juga mereka akan melakukannya di dalam mobil. Waktunya juga sangat terbatas.
“janji ya sayang. Nanti kita lanjutin kalau sudah di rumah mama”
Delia menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia keluar dari mobil, namun sebelumnya dia sudah membenahi lipsticknya yang sedikit belepotan karena ulah suaminya.
Saat ini Delia sudah kembali bekerja. Jujur saja Delia juga sebenarnya tidak tahan dengan ciuman tadi. Dia juga ingin melakukan lebih dari ciuman. Namun dia harus bisa menahannya.
***
Saat ini sudah jam pulang kerja. Radit dan Delia sudah berada di dalam mobil sedang perjalanan ke rumah mamanya. Namun sebelum itu Radit menghentikan mobilnya di sebuah toko pakaian.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di rumah. Mereka segera masuk dan disambut bahagia oleh mama dan papa Radit. orang tua Radit sangat senang sekali melihat anaknya bahagia dengan istrinya. Apalagi mamanya yang sejak dulu sudah menginginkan Delia sebagai menantunya.
Setelah mandi, kin Radit dan Delia sudah bergabung di meja makan untuk makan malam bersama. Saat makan tiba-tiba mama Radit memberikan sebuah amplop kepada menantunya. Delia bingung tidak mengerti maksudnya.
“apa ini ma?”
“buka saja!”
Akhirnya Delia membuka amplop itu. Dan karena penasaran, Radit merebut amplop itu dari istrinya. Dia mengambil isi dari amplop itu. Radit terkejut tidak percaya.
“apakah ini benar ma, pa?” Tanya Radit pada mama dan papanya
“apa sih mas?” Delia juga penasaran.
“itu paket hanoeymoon buat kalian berdua kado pernikahan dari mama dan papa” Radit sangat senang, karena rencana dia memang ingin mengajak Delia honeymoon ke pulau B. Dan ternyata dikabulkan oleh mama papanya. dia memeluk istrinya dan menunjukkan 2 lembar paket honeymoon itu.
Delia juga tak kalah senang. Karena tujuannya yaitu ke pulau B. pulau yang sangat terkenal dengan hamparan pantai yang indah dan terkenal. Dan pulau itu juga berada dekat dengan selat karimata. Delia belum pernah pergi kesana.
“makasih banyak ya ma, ma” ucap keduanya.
Setelah selesai makan malam mereka berdua masuk ke dalam kamar. Kedua orang tua mereka paham kalau anaknya ini pengantin baru. Jadi memakluminya saat setelah makan malam mereka berpamitan masuk ke kamar dengan alasan capek.
Setelah masuk ke dalam kamar. Tidak butuh waktu lama,Radit segera menerjang istrinya tanpa ampun. Sejak tadi dia sudah berusaha mati-matian menahan gejolak dalam balik celananya. Ckckck
😂😂
*TBC
Semoga kalian tidak bosan dengan ceritaku ini ya. mohon maaf utk beberapa eps akan bahas tentang ke'uwuan si pengantin baru dulu sebelum ke konflik, eh🙊😂😂
__ADS_1
yang bosan skip aja gpp asal tinggalkan jempol kalian. ok👌👌
*salam lope-lope sekebon kaspe _author newbie_💕💕