Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 252


__ADS_3

Beberapa hari setelah acara tasyakuran kembalinya Alana. Kini wanita sudah tidak diperbolehkan lagi bekerja oleh suaminya. Alana hanya disuruh duduk diam di rumah menjalani kewajibannya sebagai seorang istri. Charles seolah masih takut jika kehilangan lagi wanita yang sangat dicintainya. Alana pun menuruti kemauan sang suami. Dia juga ingin menebus waktu kebersamaannya dengan keluarga setelah beberapa lama pergi. Bahkan Charles tak segan-segan meminta istrinya untuk ikut ke kantor. yah, anggap saja pria itu sedang mengalami puber kedua.


“Mas, hari ini aku nggak ikut ke kantor ya.” Ucap Alana saat sedang memakaikan dasi Charles.


“Kenapa?” Tanya Charles sambil menautkan kedua alisnya.


“Aku mau bantu Viera mempersiapkan keperluannya untuk butik barunya yang akan dibuka akhir pekan lusa.” Jawab Alana.


“Kan bisa suruh orang. Kenapa harus kamu?” Tanya Charles.


“Iya Mas, meskipun sudah meminta bantuan orang tapi aku tetap menemani Viera. Nggak mungkin lah aku tinggalin dia sendirian. Ibu macam apa aku.” jawab Alana sambil mencebikkan bibirnya.


“Ya sudah terserah kamu saja.” Jawab Charles pasrah.


Setelah selesai memakaikan dasi untuk suaminya, kini Alana dan Charles segera turun untuk sarapan bersama dengan anak-anak dan menantunya yang sudah terlihat duduk di ruang makan. Carissa dan Barra sudah kembali tinggal di rumah orang tua Carissa. Keduanya juga telah sepakat untuk membagi waktunya tinggal bergantian di rumah orang tua masing-masing.


“Pagi Ma, Pa!” Sapa Carissa.


“Pagi Sayang. Tumben kalian sudah lebih dulu duduk disini?” jawab Alana sekaligus bertanya pada anaknya.


“Bukan kita yang tumben disini terlebih dulu. Tapi Mama dan Papa yang terlalu lama di kamar. lagian ngapain juga sih lama sekali.” Ucap Xavier menimpali.


“Mau tahu saja urusan orang tua. Makanya sana cari istri!” Jawab sang Papa acuh.


Xavier hanya mendengus kesal dengan ucapan sang Papa. Memang benar juga sih, kalau sekarang dirinya sedang berada diantara dua pasang suami istri dan dirinya sendiri yang jomlo. Kemudian mereka berlima segera sarapan tanpa berbicara karena waktu sudah siang.


Setelah selesai sarapan, ketiga laki-laki itu pergi ke kantor. sedangkan Carissa dan Mamanya segera bersiap untuk pergi ke butik barunya untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Carissa juga sudah mengatakan pada Barra kalau dirinya tidak bisa datang ke kantor membawakan makan siang seperti biasanya.


Kini Carissa dan Mamanya sudah dalam perjalanan ke butik. Butik itu tidak jauh dari rumah. Mungkin dengan menempuh perjalanan 10 menit sudah sampai butik.


“Ma, Papa apa nggak terlalu berlebihan dengan ini semua?” Tanya Carissa pada sang Mama.


Sebelumnya Carissa sudah tahu sekilas tentang butik barunya itu. Butik itu sangat besar dan luas. Berbeda dengan butik lamanya. Dan bagi Carissa itu sangat berlebihan.


“Nggak sayang. Lagipula kamu juga designer ternama kan. Jadi menurut Mama, Papa tidak salah dan tidak berlebihan.” Jawab Alana.

__ADS_1


Setelah itu keduanya langsung masuk ke dalam. Disana sudah ada beberapa orang yang tampak sibuk menata ruangan itu dan meletakkan gaun-gaun yang telah dipindahkan dari butiknya yang lama. Butik itu memiliki dua lantai. Lantai atas terdapat dua ruangan. Satu ruangan khusus untuk Carissa bekerja, dan satu lagi ruangan yang sangat luas untuk menyimpan bahan-bahan.


Seharian penuh Carissa dan mamanya berada di butik. Tidak terasa waktu sudah sore. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk pulang. Persiapannya juga sudah selesai seratus persen. Tinggal menunggu acaranya saja yang akan dimulai akhir pekan lusa.


Sesampainya di rumah, mereka berdua sudah melihat 3 mobil terparkir di garasi rumah. Itu tandanya ketiga pria penghuni rumah itu sudah pulang dari kantor. Carissa merasa sangat bersalah karena pulang terlambat dan suaminya yang mendahuluinya.


“Ma, Viera langsung masuk kamar ya?” pamit Carissa dengan wajah cemasnya.


“Iya.” Jawab Alana.


Carissa langsung masuk ke dalam kamarnya dengan tergesa-gesa. Dia melihat kamarnya tampak sepi dan hanya terdengar suara gemericik air di dalam kamar mandi. Carissa semakin bersalah karena selain tidak menyambut kepulangan sang suami, dia juga tidak mempersiapkan air hangat untuk mandi.


Carissa masih duduk di bibir ranjang dengan diliputi rasa bersalah. Bagaimana nanti caranya meminta maaf pada suaminya. Apakah suaminya akan marah karena baru pertama kalinya dia tidak dilayani.


Cklek


Barra keluar dari kamar mandi langsung menuju walk in closet tanpa melihat seseorang yang sedang duduk di bibir ranjang. Barra pikir istrinya belum pulang, jadi dia akan mengambil sendiri bajunya. Sedangkan pemikiran Carissa berbeda. Dia mengira suaminya marah karena tidak menyambutnya. Ditambah lagi dirinya lupa tidak menyiapkan baju untuk sang suami.


Kemudian Carissa menghampiri suaminya yang sedang memakai baju di ruang ganti. Dia segera berhambur memeluk Barra. Carissa tidak peduli kalau saat ini suaminya hanya menggunakan celana saja dan masih bertelanjang dada. Barra sangat terkejut dengan kedatangan sang istri yang tiba-tiba memeluknya.


Barra terdiam dan masih terkejut dengan apa yang diucapkan oleh istrinya. Padahal dia biasa saja dan tidak marah sama sekali. Dia memaklumi kalau istrinya memang sedang sibuk. Tapi tidak memungkiri kalau hatinya begitu senang melihat istrinya seperti ini.


“Maafkan aku Mas. Aku janji tidak akan seperti ini lagi. Aku mohon Mas jangan marah.” Ucap Carissa lagi karena suaminya masih diam tak bereaksi.


Barra masih terdiam. Tiba-tiba saja muncul ide cemerlang dalam otaknya.


“Nggak apa-apa. Ya sudah kalau gitu kamu mandi dulu sana.” Jawab Barra dengan suara datar.


Carissa masih mengeratkan pelukannya. Dia merasakan suara suaminya berbeda dan terkesan datar. Carissa yakin kalau suaminya marah. Hanya saja berusaha untuk tetap tenang.


“Maafkan aku Mas.” Ucap Carissa lagi.


“Kamu tidak salah. Lagipula aku juga sudah terbiasa menyiapkan keperluanku sendiri. Kamu tenang saja. Selama ini kamu juga melayaniku juga sama seperti yang sudah biasa aku lakukan sendiri sebelumnya.” Jawab Barra.


Deg

__ADS_1


Entah kenapa hati Carissa seperti tercubit. Memang yang dikatakan Barra benar. Kalau dirinya selama ini melayaninya hanya sebetas menyiapkan air hangat saat mandi dan menyiapkan bajunya. Dan jika di ruang makan dia akan mengambilkan makanan untuk Barra. Dan semua itu sudah biasa Barra lakukan. Yang belum bisa dilakukan oleh Carissa hanya satu, yaitu melayaninya di ranjang.


“Ya sudah kamu mandi dulu. Aku tunggu di bawah untuk makan malam.” Jawab Barra dan segera memakai bajunya.


Carissa pun keluar dari kamar mandi dan segera masuk ke kamar mandi dengan pikiran yang masih berkecamuk. Sedangkan Barra menyunggingkan senyumnya karena telah berhasil mengerjai istrinya.


Saat makan malam pun Barra juga bersikap biasa saja pada Carissa. Carissa masih dihinggapi rasa bersalah pada sang suami, terlebih saat dirinya turun dia melihat piring di depan Barra sudah terisi makanan. Carissa semakin bersalah.


Selesai makan malam, Barra memutuskan untuk masuk ke kamarnya dengan alasan masih ada pekerjaan yang belum ia selesaikan. Carissa sedikit kecewa karena merasa diacuhkan oleh sang suami. Kemudian dia juga mengikuti Barra menuju kamarnya.


Carissa melihat Barra tampak sibuk dengan memangku laptopnya sambil duduk berselonjoran di atas tempat tidur. Carissa tidak berani mengajak bicara karena takut mengganggu keonsentrasi suaminya. Akhirnya Carisssa memilih masuk ke kamar mandi untuk menggosok giginya.


Di dalam kamar mandi Carissa mondar-mandir gugup. Seperti biasa kalau sedang gugup perutnya pasti akan terasa mulas. Carissa sudah bertekat kalau malam ini dia siap memberikan haknya pada sang suami. Tapi dia masih bingung bagaimana cara memulainya. Selain gugup, dia juga sangaat malu.


Cklek


Carissa keluar kamar mandi sudah berganti pakaian tidur. Dia melihat suaminya masih duduk berselonjoran namun sudah tidak ada laptop di pangkuannya, melainkan berganti dengan ponsel.


Carissa merapalkan macam-macam doa agar tidak gugup dan malu saat ingin mengutarakan maksudnya. Sedangkan Barra masih terlihat cuek saja dan pura-pura sibuk.


“Mas!” Panggil Carissa saat dirinya sudah naik ke atas ranjang. Dan Barra pura-pura tidak dengar.


“Mas, aku siap memberikan hakku malam ini.” Ucap Carissa mantap.


.


.


.


*TBC


Waduh mau unboxing nih. masa' othor upnya siang sih utk eps selanjutnya? kan ga pas tuh waktunya🤣🤣🤣🤣


Btw maksih yg udah vote Jenny & Xavier. tp othor blm tahu mau dibawa kemana hubungan kita, eh mereka (sambil nyanyi😂😂✌️✌️)

__ADS_1


Happy Reading🤗🤗😘😘


__ADS_2