
#flashback on
“duh banyak banget sih ini revisinya” kesal Viviane. Karena ternyata banyak kesalahan dalam penulisan skripsinya. Padahal sebelumnya saat mengerjakan beberapa hari yang lalu, dia sangat yakin pada bab analisisnya sudah benar. Tapi nyatanya ini banyak kesalahan. Viviane jadi merasa pusing sendiri. Padahal semalam setelah acara pertunangannya, dia masih merasa capek dan kurang istirahat. Sekarang malah dibuat pusing dengan dosennya.
“lama nggak ya ini selesainya?” batin Viviane cemas. Dia takut dengan Radit yang sudah menunggu sejak tadi. Viviane tadi bilang kalau bimbingannya mungkin hanya sebentar. Ternyata di luar dugaannya. Viviane berpikir sejenak, lebih baik dia mengirim pesan saja pada Radit agar pulang duluan saja. Dia juga tahu bahwa Radit pun capek. Lantas Viviane segera mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada Radit.
“duhhh… sial banget sih” gerutunya. Ternyata ponselnya kehabisan daya. Tadi pagi dia lupa tidak mengecek daya pada ponselnya. Akhirnya dia memasukkan lagi ponselnya ke dalam tas. “semoga saja nanti Radit tidak marah dan bisa memahami” batinnya.
Sekitar dua jam kemudian, akhirnya Viviane menyelesaikan bimbingannya. Dia langsung menuju tempat dimana Radit tadi menunggu. Tetapi dia tidak menemukan Radit ada disana. Melihat jam tangannya sebentar, yang menunjukkan waktunya makan siang, mungkin Radit sedang berada di kantin. Viviane segera ke sana. Dan lagi-lagi dia tidak menemukan Radit di sana. Dia bingung harus kemana lagi. Dia semakin takut kalau Radit akan marah karena lama menunggunya. Apa Radit sudah pulang duluan karena tidak bisa menghubunginya. Pusing Viviane memikirkan Radit akhirnya memutuskan ke parkiran saja. Barangkali masih ada mobil Radit disana. Kalau tidak ada, dia akan pulang naik taksi saja.
Sesampainya di parkiran, dari jauh Viviane melihat ada seorang cewek yang kelihatannya sedang marah pada seorang cowok. Kemudian cewek tersebut menampar cowok yang ada di hadapannya. Kemudian mata Viviane tertuju ke arah mobil yang tidak asing berada dekat dengan cewek tersebut. Dia juga melihat ada lagi seorang cowok yang ada di samping cewek itu tetapi posisinya agak jauh. Langkah Viviane terus menuju arah mereka bertiga yang kelihatannya sedang bertengkar. Jarak Viviane semakin dekat tatkala melihat siapa sebenarnya mereka bertiga itu.
Dia sangat terkejut saat pada jarak dekat melihat semuanya, yaitu Delia sahabatnya. Yang saat ini tiba-tiba pingsan. Beruntung dengan sigap cowok yang berada di samping Delia tadi menangkap Delia dengan segera. Dan dia adalah Radit. seseorang yang sejak tadi dia cari, ternyata ada disini. Vivane merasa lega, Radit tidak pulang meninggalkan dia begitu saja, dia melihat malah kekasihnya itu menolong sahabatnya yang sedang pingsan.
“sayang…!” ucap Viviane tiba-tiba. Sedetik kemudian dia melihat seorang cowok yang tidak asing di depannya.
“pergi sekarang kamu dari sini!! Aku nggak mau terjadi sesuatu dengan sahabatku” usir Viviane pada David. Viviane ingat betul dengan David. Lelaki yang sudah membuat Delia patah hati karena penghianatannya. Viviane tidak tahu selama ini kalau David adalah sepupu dari kekasihnya. Sedangkan David tahu kalau Viviane adalah sahabat dari seseorang yang sangat dicintainya. Dia mengetahuinya baru semalam saat acara pesta pertunangan. Sayangnya David tidak bertemu langsung dengan Viviane.
“sayang… aku bisa jelasin semuanya. Tadi ak-“ jelas Radit terpotong.
“sayang lebih bih baik kita segera bawa Delia ke rumah sakit. Aku takut terjadi sesuatu dengan Delia” ucap Viviane.
#flashback off
__ADS_1
---
Kini Viviane dan Radit sudah berada di kantin rumah saki dimana Delia tadi dilarikan. Setelah Viviane berhasil menghubungi Ibu Delia dan mengabarkan tentang apa yang terjadi dengan Delia, Viviane dan Radit meninggalkan Ibu Delia menunggui anaknya yang masih terbaring di atas brankar rumah sakit.
Viviane hanya diam saja sambil mengaduk-aduk minumannya. Pikirannya melayang, membayangkan akan terjadi hal buruk pada sahabatnya seperti kejdian beberapa tahun yang lalu.
Dulu Delia juga pernah mengalami hal yang sama seperti ini. Dimana dia baru putus dengan pacarnya yang diakibatkan oleh penghianatan dan itu terjadi di depan mata kepala sendiri. Viviane dulu tidak menyangka bahwa setelah Delia putus dari pacarnya dia sudah baik-baik saja. Ternyata salah, Delia dulu juga pernah dilarikan ke rumah sakit sesaat setelah tiba-tiba pingsan di kamar mandi. Dan menurut diagnose dokter Delia mengalami depresi.
Bayangan Viviane tentang Delia dulu telah menghantuinya. Dia takut Delia akan depresi lagi setelah tadi melihat masa lalunya tiba-tiba datang lagi.
“sayang… kamu jangan salah paham ya. Aku tadi Cuma menolong Delia” ucap Radit menyadarkan Viviane dari lamunannya. Karena Radit melihat Viviane sejak tadi hanya melamun sambil mengaduk-aduk minumannya. Dia takut Viviane melihat semua yang terjadi sebelum Delia pingsan. Apalagi saat dia sedang berdua dengan Delia di dalam mobil.
“hmm… iya. Makasih ya sayang tadi kamu datang tepat waktu dan segera menolong Delia” ucap Viviane yang mengejutkan sekaligus membuat Radit merasa lega karena ternyata Viviane hanya melihat Delia saat sudah pingsan.
“aku nggak tau gimana Delia tadi seandainya kamu tidak menolongnya, dan aku tidak mengetahuinya. Apalagi ada bajingan itu yang menyebabkan Delia pingsan” ucap Viviane dengan penuh amarah. Radit mengerutkan dahinya bingung.
“bajingan? Maksud kamu Satya?” Tanya Radit. “kamu kenal dengan David? Cowok bajingan yang telah menghianati Delia?” Tanya Viviane penasaran karena Radit mengenal cowok yang membuat Delia pingsan. Dan Viviane semakin bingung karena Radit menyebut cowok itu dengan nama Satya bukan David.
“iya.. Satya. Namanya memang David Satya Nugraha. Dia sepupuku sayang. Anak tante Ratna” ucap Radit
“apa???????” Viviane sangat terkejut.
Viviane tidak menyangka bahwa David, cowok kurang ajar yang telah menghianati sahabatnya beberapa tahun lalu ternyata adalah sepupu dari kekasihnya sendiri. Akhirnya Viviane menceritakan semuanya tentang masa lalu Delia. Viviane menceritakan bahwa David yang notabene adalah sepupu Radit telah menghianati Delia. David adalah cinta pertama Delia. Dia menjalani hubungan sejak masih duduk di bangku SMA. Delia memergoki David dengan mata kepalanya sendiri sedang bercinta di dalam mobil yang terparkir di parkiran kampus. Delia tidak menyangka akan penghianatan David yang telah ia percaya selama menjalin hubungan. Dan sejak penghianatan yang dilakukan David, Delia menutup rapat hatinya akan hadirnya laki-laki dalam hidupnya. Dia masih trauma dengan yang namanya penghianatan.
__ADS_1
Radit sangat terkejut mendengarkan fakta yang sesungguhnya. Radit tidak menyangka bahwa Delia selama ini telah memendam rasa traumanya seorang diri. Selama ini dia telah salah sangka. Dia mengira yang menyebabkan kandasnya hubungan Delia dengan sepupunya adalah karena kesalahan Delia. Ternyata salah, justru sepupunya lah yang menghianatinya. Radit sangat marah mendengar itu semua. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan membuat perhitungan dengan Satya karena telah menyebabkan Delia pingsan.
“kita doakan saja yang terbaik buat Delia, semoga dia tidak apa-apa” ucap Radit menenangkankekasihnya yang sejak tadi bersedih.
“iya” jawab Viviane singkat.
“bukannya Delia sudah punya kekasih ya sayang? Karena aku pernah lihat dia diantar cowok waktu ke kampus” Tanya Radit penasaran.
“semenjak penghianatan yang dilakukan oleh David, Delia tidak lagi menjalin hubungan. Kalau kamu pernah lihat dia diantar oleh cowok, itu pasti bang Ade. Kakak kandung Delia” jawab Viviane
“apa???” teriak Radit yang mengejutkan Viviane. Sedangkan Radit yang sadar akan keterkejutannya segera menormalkan sikapnya.
“ehh maksudku yang ngantar Delia ke kampus itu ternyata kakak kandungnya. Aku kira pacarnya” ucap Radit.
mengingat kejadian saat Delia yang kelihatannya manja dan ganjen pada seorang cowok , dan saat Delia menceritakan pada Viviane bahwa dia akan mengantar bang Ade ke bandara. Ternyata cowok itu adalah kakak kandung Delia. Dia ingat dulu dia tidak mendengarkan penjelasan Viviane tentang siapa Ade. Karena saat itu Radit sudah terlanjur berpikiran buruk tentang Delia. Kini dia sudah merasa lega, bahwa Delia belum punya kekasih.
“iya. Karena hanya bang Ade yang bisa menjadi sandaran untuk Delia. Yuk sayang sebaiknya kita pulang dulu” ucap Viviane dan segera beranjak dari tempat duduknya.
Akhirnya Viviane dan Radit pulang, setelah mereka berpamitan terlebih dahulu pada Ibu Delia.
*TBC
*salam _author newbie_💕💕
__ADS_1