Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 30 Sebuah Petunjuk


__ADS_3

Di sebuah taman bunga yang sangat indah dan begitu luas, ada sepasang kekasih yang sedang bercengkrama melepas rindu. Mereka berdua sudah lama tidak bertemu. Dan di taman itulah tempat favorit mereka jika bertemu.


“Sayang aku kangen banget sama kamu” ucap manja si gadis sambil bergelayut di lengan kekasihnya.


“Aku juga kangen banget sama kamu sayang” balas sang kekasih sambil mencubit kedua pipi gadisnya gemas


“Sayang kamu jangan pergi lagi ya? Aku nggak punya teman, aku kesepian” rajuk si gadis


“Maaf sayang tapi ini saatnya aku harus pergi lagi, percayalah suatu saat nanti kita pasti bersatu dan kita akan bersama seperti ini selamanya” ucap sang kekasih sambil beranjak pergi


“Tidakkk jangan tinggalkan aku lagi. Tolong aku sayang aku nggak mau sendirian” dan sang kekasih terus pergi.


“Jangan tinggalkan aku Radiiiiiiiiitttttt!!!!”


“De’ bangun! Sayang bangun!!” ucap ibu Delia membangunkan anaknya yang sedang mimpi buruk.


Ibu Delia tadi saat mengetuk pintu kamar anaknya dan mendengar suara teriakan, sehingga ibunya langsung masuk ke kamar. Delia terbangun dengan keringat bercucuran dan nafas memburu.


“dede’ mimpi buruk? Ini minum dulu” Delia meminum air putih yang diberikan ibunya.


Setelah beberapa saat ibunya meninggalkan Delia tanpa menanyakan perihal mimpi yang dialami anaknya. Ibunya sebenarnya penasaran dengan nama yang disebut anaknya dalam mimpi. Sedangkan Delia bingung, kenapa dia bermimpi Radit? Sudah lama dia tidak pernah mengingat nama itu, bukan berarti lupa tapi dia tidak mau mengingatnya lagi. Dan kenapa tadi tiba-tiba dia muncul dalam mimpinya. Dalam mimpinya pun dia dan Radit adalah sepasang kekasih. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimanakah kabar Radit sekarang?. Delia tiba-tiba gelisah gara-gara mimpinya. Apakah petunjuk dari mimpinya tadi?.


Setelah menyelesaikan segala ritual paginya, kini Delia bersiap untuk berangkat kerja. Dan di depan rumah sudah ada abang ojol yang sudah menunggunya.


***

__ADS_1


Radit juga pagi ini bersiap untuk ke butik. Radit memberitahu Surya bahwa hari ini urusannya sudah selesai, dan besok akan pulang ke kota J. Surya cemberut mendengar kabar tersebut karena waktunya dengan Angel juga nggak bisa lama.


“kenapa sih masalah butik nyokap loe harus selesai secepat itu dit?” tanya Surya


“Gila loe ya, gue udah capek-capek nyelesaiin masalah ini malah loe bilang kaya' gitu?” Radit benar-benar kesal sama Surya.


“Udah gue berangkat dulu, ntar malam kita pulang” Radit segera meninggalkan Surya.


Dalam perjalanan ke butik, Radit kembali lagi lewat arah rumah Delia, siapa tahu pagi-pagi gini dia bertemu dengannya. Ternyata nihil. Rumahnya terlihat sepi. Dan Radit pun menyerah.


Tetapi saat berhenti di lampu merah, Radit tiba-tiba melihat seorang gadis yang sedang naik ojol. Dia berhenti di sebelah kanan mobil Radit. Radit merasa kenal dengan gestur tubuh gadis tersebut tapi wajahnya tidak terlalu jelas karena terhalang oleh helm. Radit yang penasaran akhirnya menurunkan kaca jendelanya, dan bertepatan gadis itu juga menoleh ke arah kaca mobil yang baru saja terbuka. Benar dugaan Radit. Beberapa detik pandangan mata mereka bertemu.


“deg” keduanya sungguh sangat terkejut. Sepersekian detik lampu merah berubah hijau, dengan cepat Radit berusaha mengejar gadis yang naik ojol yang tak lain adalah Delia. Namun sayang sekali di pertigaan jalan mereka terpisah, ojol Delia belok ke kiri sedangkan mobil Radit belok ke kanan. Karena terlalu banyaknya kendaraan, Radit tidak berhasil untuk ikut belok kiri karena Radit tadi sudah terlanjur menyalakan lampu sign kanannya. “shit!!” umpat Radit sambil memukul setir mobilnya. Mau putar balik juga tidak mungkin karena terlalu jauh. Akhirnya Radit terus melajukan mobilnya menuju butik dengan perasaan dongkol.


***


Hari ini Surya datang lagi ke perpustakaan milik sepupunya yang tak lain tempat Delia bekerja. Semenjak kejadian kemarin Surya dengan gencarnya melakukan pdkt pada Delia. Meskipun di perpustakaan banyak sekali mahasiswi yang datang, baik untuk membaca di tempat maupun meminjam buku tetapi tidak bisa mengalihkan pandangannya terhadap Delia. Delia pun semenjak kejadian kemarin masih terus dihantui rasa bersalah karena sudah diselamatkan oleh Angga alias Surya, dia pun tidak menolak saat Angga berusaha akrab dengannya. Bukan berarti Delia sudah membuka hatinya, dia hanya ingin membiasakan dirinya untuk tidak bersikap dingin lagi dengan lawan jenis.


“Pagi Angel!!” sapa Angga


“Eh pagi kak Angga” balas Angel tersenyum


“Nanti makan siang bareng ya, aku traktir deh” ajak Angga


“Iya kak, aku kerja dulu ya” balas Angel dan segera meninggalkan Angga

__ADS_1


Selama dua hari Angga terus mendekati Angel. Sebelumnya Yudhi sepupunya memberitahukan bahwa Angel selama ini tidak pernah dekat dengan cowok, dan sikapnya agak dingin. Angga pun tidak keberatan. Tapi menurut Yudhi itu suatu kemajuan bahwa Angel sudah mau berteman dengan lawan jenis yang tak lain dengan sepupunya sendiri. Angga tidak keberatan meskipun awalnya berteman dulu, dia yakin suatu saat nanti pasti Angel akan membalas perasaannya. Perkenalan mereka yang singkat cukup berkesan bagi Angga. Meskipun Angel menganggapnya sebagai teman tapi itu cukup membuat Angga bahagia. Mereka juga sudah bertukar kontak, karena setelah Angga mengajaknya makan siang dia berpamitan pada Angel bahwa nanti malam dia sudah kembali lagi ke kota J, jadi Angga meminta no ponsel Angel agar suatu saat jika butuh apa-apa bisa langsung menghubunginya. Dasar playboy pintar sekali kalau cari alasan. Angel pun memberikan no ponselnya.


***


Sore hari Radit dan Surya sedang bersiap untuk kepulangannya kembali ke kota J. Sejak tadi Radit hanya diam saja, tidak seperti biasanya. Sebenarnya dia enggan sekali untuk pulang, karena dia ingin mencari Delia lagi. Sungguh pertemuannya tadi pagi sangat mengganggu pikirannya. Padahal tadi pagi dia bersemangat untuk pulang, sedangkan Surya yang tidak mau. Sekarang keadaannya malah berbalik. Radit yang enggan untuk pulang. Radit sangat bingung, mengingat pekerjaannya yang ada di kota J sudah menunggunya.


“Ayo jadi pulang nggak?” tanya Surya yang daritadi melihat Radit diam saja


“hmm” jawab Radit singkat dan melangkah keluar mendahului Surya


“dasar aneh!!” gerutu Surya


Dalam perjalanan menuju bandara, Surya sibuk dengan ponselnya. Dia berpamitan pada gadis malaikatnya. Padahal tadi siang sudah berpamitan.


Angga: “aku berangkat dulu ya Ngel, kamu hati² disini”


Angel: “ kak Angga yang harusnya hati²”


Meskipun balasan pesan Angel sangat singkat, padat, dan datar tapi itu sudah membuat hati Angga berbunga-bunga.


Akhirnya pesawat yang ditumpangi Radit dan Surya take off. Perjalanan mereka berdua membawa pikiran yang berbeda. Yang satu bahagia sedangkan yang satunya gelisah galau merana.


*TBC


*salam dari _author newbie_💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2