Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 120


__ADS_3

Keesokan harinya Kay dan keluarganya memutuskan untuk pulang ke kota B. Karena mereka semua juga masih mempunyai kesibukan. Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju bandara. Tak lupa Vito juga ikut mengantar keluarganya ke bandara.


Kay yang kini berada satu mobil bersama Vito dan Nathan, sejak tadi hanya diam tanpa mengucapkan sesuatu. Nathan heran dengan sikap kakaknya yang hari ini berbeda tidak cerewet seperti biasanya. Sedangkan Vito seolah menyadari akan kesalahannya kemarin yang mungkin membuat Kay sedikit berbeda dari biasanya. Namun Vito pun tidak mau meminta maaf pada Kay. Dia sengaja agar Kay benar-benar mendengarkan dan menuruti perintahnya kemarin.


Akhirnya mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di bandara. Setelah turun dari mobil, Kay langsung berjalan menuju pesawat tanpa berpamitan terlebih dahulu pada Vito. Kedua orang tua Kay kelihatan bingung dengan sikap putri sulungnya. Dan Delia menatap Nathan seolah minta penjelasan apa yang sebenarnya telah terjadi, namun Nathan hanya mengendikkan bahunya tidak tahu.


“Hati-hati ya Mom, Dad!” ucap Vito pada Delia dan Radit.


“Iya. Kapan-kapan berkunjunglah ke kota B ya Sayang.” Ucap Delia.


“Baik, Mom. Akan Vito usahain.” Jawab Vito.


Setelah itu mereka bertiga segera masuk ke dalam pesawat. Disana terlihat Kay sedang duduk menyendiri sambil pandangan matanya menatap arah luar. Radit adalah sosok yang paling dekat dengan anak perempuannya sedang mendekati Kay. Dia berusaha menghibur Kay yang terlihat moodnya sangat buruk.


“Anak daddy sekarang sudah nggak cantik lagi.” Ucap Radit yang baru saja duduk disamping Kay.


“Berarti Daddy sama saja dengan mengatakan kalau mommy jelek.” Jawab Kay namun tidak menoleh ke arah Daddynya.


“Pengecualian. Mommy kamu meskipun marah masih cantik.”


“Kay nggak marah. Jadi Kay juga masih cantik.”


“Nggak marah, tapi bibirnya maju lima cm.”


“Ihhhh Daddy!!!”


Akhirnya Kay mendorong tubuh daddynya sambil memukul pelan karena tidak tahan dengan cemoohannya. Kay akui memang daddynya itu paling bisa membuat dirinya yang bad mood kembali jadi good mood. Seperti sekarang saja, akibat ulah daddynya, Kay sudah melupakan apa yang telah membuat moodnya berantakan.


Setelah beberapa saat kemudian, pesawat yang mereka tumpangi sudah sampai dengan selamat. Setelah itu mereka segera pulang dengan sopir yang sudah menjemputnya. Setelah sampai rumah, Kay segera masuk ke kamarnya untuk mengambil sesuatu kemudian dia pergi lagi.


“mau kemana Kay?” Tanya Delia.


“Kay mau ke butik Mom.”


“Astaga kamu nggak capek?”


“Nggak Mom. Kay udah ada janji dengan customer.”


Setelah itu Kay langsung berangkat ke butik dengan mengendarai mobilnya sendiri. Kay teringat saat di pesawat tadi kalau hari ini dia mempunyai janji dengan seseorang yang akan memesan baju pengantin dengan gambar rancangan yang telah ia berikan beberapa hari yang lalu.


Kay sudah sampai di butiknya. Dan asistennya sudah menyambutnya dan mengatakan bahwa sedang ada tamu yang menunggunya di dalam. Kay segera masuk ke ruangannya, karena tidak mau membiarkan customernya menunggu terlalu lama.


“Maaf Nona Kania membuat anda menunggu lama.”

__ADS_1


“Oh nggak apa-apa Nona Kay. Saya senang melihat baju-baju rancangan anda jadi saya betah berada disini.”


“Terima kasih.”


Setelah itu keduanya Nampak sibuk membahas gaun pengantin yang akan dipesan oleh Kania salah satu pelanggan setia Kay. Kania sudah memantapkan pilihannya pada design yang kemarin sudah diberikan oleh Kay. Setelah selesai menyelesaikan administrasinya Kania segera pulang.


Drt drt drtt


Ponsel Kay berdering, kemudian dia mengangkatnya.


“Iya halo?”


“Hai Kay apa kabar?”


Kay mengernyit bingung dengan suara seorang pria yang kini sedang meneleponnya. Apalagi pria itu memanggil namanya seperti sudah lama kenal. Kay seketika melihat id pemanggil itu yang tak lain adalah Rey. Pria yang semalam baru saja mengajaknya berkenalan saat pesta di perusahaan Vito. Kay sangat senang sekali saat pertama kalinya mendapat telepon dari seorang pria.


“Halo?? Kay?? Kamu masih disitu? Apa aku mengganggu?”


“Eh iya, eh nggak maksudku. Kamu nggak ganggu sama sekali.” Ucap Kay gugup.


“Ah syukurlah. Apa kita bisa bertemu?” Tanya Rey.


“Hah? Aku sudah pulang Rey. Maaf.”


“ish kamu ini. Aku tinggal di kota B. tadi pagi aku pulang.”


Rey terkejut mendengarnya. Dia kira Kay tinggal di kota yang sama. Jadi mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit jika harus menemui Kay. Rey sedikit kecewa namun berusaha ia tutupi. Lagian jarak kota J dan kota B tidaklah jauh. Mungkin suatu saat dia akan datang menemui Kay untuk mengajaknya jalan-jalan.


Setelah ngobrol panjang lebar, keduanya juga terlihat saling nyaman. Rey yang sejak pertama kali bertemu dengan Kay juga sangat terpesona dengan kecantikan Kay. Sedangkan Kay juga mersakan hal yang sama. Secara dari dulu Kay tidak pernah berkenalan dengan sosok pria lain selain Nathan, Vito, dan Arsa yang tak lain adalah kakak sepupunya.


Tok tok tok


“minumannya Non. Maaf tadi masih banyak pelanggan jadi agak telat membawakan jus pesanan Non Kay.” Ucap Desi.


“nggak apa-apa Des. Terima kasih. Oh iya Des, apa kamu sudah punya pacar?” Tanya Kay tiba-tiba.


“hmm… sudah non.” Jawan Desi malu-malu.


Desi heran dengan Kay yang tiba-tiba menanyakan hal itu. Sedangkan Kay sangat terkejut dengan jawaban Desi. Dia yang berusia empat tahun lebih tua dari Desi saja belum pernah memiliki seorang pacar. Sedangkan Desi yang masih berusia 20 tahu sudah memiliki pacar.


“bagaimana sih rasanya punya pacar Des?” Tanya Kay.


“hah maksudnya Nona?”

__ADS_1


“bagaimana rasanya punya pacar. Gitu saja bingung jawabnya.”


“oh, rasanya sangat senang sekali nona. Kita bisa bercanda bersama, berbagi cerita bersama, bersenang-senang bersama, makan bersama, dan jalan-jalan bersama.” Jawab Desi.


“Oh begitu. Kamu cinta nggak sama pacar kamu?” Tanya Kay sambil manggut-manggut.


“sangat cinta Nona.”


“emang apa sih itu cinta Nia?”


“hmm.. cinta itu adalah rasa kasih sayang yang sangat kuat dan ketertarikan pada diri kita untuk seorang laki-laki dan membuat kita untuk memilikinya.” Ucap Desi sambil menghayalkan wajah kekasihnya.


“Oh begitu ya. Terima kasih ya Des. Kamu boleh keluar sekarang.”


Setelah itu Kay mencerna kata-kata Desi tentang arti cinta yang sudah dikatakan oleh Desi tadi. Kay membayangkan wajah Rey dengan senyum senyum sendiri.


“Apa iya aku sedang jatuh cinta pada Rey?” gumamnya pelan.


***


Sementara itu, sekarang Vito dan Melly sedang makan siang bersama di salah satu restaurant yang dekat dengan perusahaannya. Melly sejak tadi bingung dengan sikap Vito yang berbeda dari biasanya. Ditanya pun Vito hanya menjawab dengan singkat.


Sedangkan Vito sejak tadi memikirkan Kay. Gara-gara semalam dia membentak Kay, setelah itu meninggalkannya. Tanpa sepengetahuan Kay, Vito sebenarnya mengintip Kay dari balik dinding. Vito menyesal saat melihat Kay menangis tanpa suara. Namun apa yang dia ucapkan tidak ada salahnya. Dia tidak mau Kay bergaul bahkan berkenalan dengan pria sembarangan. Apalagi yang baru dia kenal.


“Kita balik aja yuk Kak! Jam makan siang juga sebentar lagi juga habis.” Ucap Melly dan segera berdiri.


“Tunggu Kay!”


“Kay????”


“Ah maaf Mel.”


.


.


.


*TBC


Ah kak Pito ga fokus nih. pikirannya dipenuhi sm dede Kay😂😂.


Semakin seru nggak? jgn lupa tap: like, gift, dan vote nya ya🤗😘😘👍👍

__ADS_1


__ADS_2