
Vito mengerjapkan matanya sambil tangannya meraba sekeliling tempat tidurnya yang ternyata kosong. Kemudian dia membuka matanya. benar saja dia tidak menemukan keberadaan istrinya karena sekarang sudah jam 8. Vito segera mandi setelah itu akn menyusul istrinya ke bawah.
“Bagaimana keadaan kamu Sayang?” Tanya Delia saat melihat Vito baru saja turun.
“Vito sudah baikan Mom. Kay kemana Mom?” Tanya Vito balik.
“Oh istri kamu tadi habis sarapan langsung pergi ke butik. Katanya ada sesuatu yang sangat penting. Mommy disuruh menyampaikan kalau kamu sudah bangun dan sarapan, kamu diminta untuk menyusul ke butik.” Jawab Delia.
Akhirnya Vito segera keluar rumah untuk menyusul istrinya ke butik. Entah kenapa dia sangat tidak bisa jauh dengan istrinya walau hanya satu jam saja. Bahkan teriakan Mommynya menyuruh makan dulu pun tidak ia pedulikan. Karena saat ini Vito sudah sangat merindukan istrinya.
Sesampainya di butik Vito segera masuk. Dia melihat suasana butik sangat ramai. Banyak pelanggan Kay yang mayoritas kaum hawa empat terpesona saat melihat kedatangan Vito. mereka menatap Vito dengan mata berbinar. Sebagian ibu-ibu yang melihatnya pun juga sangat terpana dengan ketampanan Vito. andai saja salah satu karyawan Kay tidak mengatakaan kalau pria tampan yang baru saja masuk ke dalam butik itu adalah suami dari pemilik butik, pasti sebagian ibu-ibu itu akan meminta berkenalan dengan Vito.
Vito yang seakan mengerti dengan tatapan kaum hawa padanya, dia hanya cuek dan tidak terlalau mempedulikan. Kemudian Vito bertanya pada salah satu karyawan istrinya untuk menanyakan keberadaan Kay, Vito segera naik ke lantai 2 ruang kerja istrinya.
Vito melihat pintu ruang kerja istrinya tidak tertutp, dan sepertinya sedang bersama seseorang. Perlahan Vito mendekati ruang kerja istrinya, namun telinganya menangkap pembicaraan seseorang yang tak lain seoarng wanita yang berada di dalam ruang kerja istrinya.
“Non, saya hampir lupa. Minggu kemarin ada yang mencari Non Kay.” Ucap Desi.
“Siapa yang mencari istriku???”
“Mas? Mas ko’ nggak bilang kalau mau datang kesini?” Tanya Kay gugup.
Kay dan Desi sangat terkejut dengan kedatangan Vito yang tiba-tiba. Apalagi saat Desi mengatakan ada seseorang yang mencarinya. Bahkan Kay juga belum tahu siap orang yang mencarinya. Tapi tetap saja dia gugup saat melihat ekspresi suaminya yang berbeda dari biasanya.
“Katakan siapa yang mencari istriku?” Tanya Vito lagi yang kini sduah menatap tajam ke arah Desi.
Desi kesusahan menelan ludahnya saat mendapati pertanyaan dari suami bosnya. Apalagi dengan tatapan yang sangat tajam. Desi bingung harus menjawab apa. Kalau dia berbohong pasti mimic wajahnya dpat terbaca. Tapi kalau berkata jujur, dia takut terjadi pertengkaran antara bos dan suaminya.
“Oh, pasti salah satu pelanggaan butik kita kan Des?” jawab Kay berusaha menghilangkan aura mencekam dalam ruangan itu.
“Oh, ehm ii iya Non.” Jawab Desi gugup.
“aku Tanya pada asisten kamu. Jadi dia yang menjawab bukan kamu. Paham?” ucap Vito tegas.
Kay tersentak saat mendengar ucapan suaminya yang tidak seperti biasanya. Entah kenapa Kay merasa bahwa suaminya akhir-akhir ini sangat sensitive.
“Coba katakan! Siapa orang yang menari istriku. Dan kamu diamlah.” Ucap Vito.
__ADS_1
“Mas Rey.” Jawab Desi pasrah.
“Ya sudah kamu bisa keluar sekarang.” ucap Vito kemudian.
Kini hanya ada Vito dan Kay dalam ruangan itu dengan pintu yang sudah terkunci. Kay bingung kenapa suaminya mengunci pintu ruangannya. Tapi Kay hanya diam saja. Dia takut salah bicara.
“Kamu mau menutupi semuanya dariku?” Tanya Vito kemudian.
“Maksud Mas apa? Kay nggak ngerti.” Jawab Kay bingung.
“Tadi Desi mengatakan kalau mantan kamu seminggu yang lalu datang kesini dan mencari kamu. Dan sebelum Desi menjawab, kamu seolah menutupinya dariku agar Desi tidak mengatakan yang sebenarnya. Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dariku? Katakan!! Apa kamu masih menyimpan perasaan pada dia?” Tanya Vito dengan suara pelan namun tegas.
“tidak Mas. Bu bukan begitu maksudku. Aku hanya tidak mau Mas salah paham.” Ucap Kay gugup.
“Salah paham bagaimana? Justru kalau kamu menutupi semuanya, kesalah pahaman ini akan terus berlanjut. Ceritakan semua padaku. Apa selama ini kamu masih berhubungan dengaan mantan kamu?” Tanya Vito dan Kay masih terdiam.
“Kay! Kamu yang menceritakan atau aku yang mencari tahu sendiri?”
Lagi-lagi Kay bingung akan menjawab pertanyaan suaminya. Dan saat Kay mendengar suaminya memanggilnya dengan nama, itu tandanya suaminya sedang benar-benar marah. Kay memutuskan untuk menceritakan semuanya. Aga semuanya jelas dan suaminya tidak curiga lagi.
“Benarkah?” Tanya Vito memastikan.
Kay menganggukkan kepalanya. Dia juga mengatakan bahwa sebelumnya Rey juga sudah pernah datang ke butik saat dirinya sedang berbulan madu. Dan Desi saat itu menjawab kalau bosnya sudah tinggal di kota J.
Vito memijit pelipisnya yang sedikit merasakan pusing. meskipun dia sudah percaya dengan ucapan istrinya tapi Vito belum tahu apa maksud kedatangan Rey mencari istrinya hingga dua kali datang ke butik. Vito akan mencari tahu sendiri tanpa memberitahu istrinya.
“Mas masih pusing?” Tanya Kay pelan.
“Hmm, pesankan aku makan. Aku tadi belum makan.” Ucap Vito kemudian.
“Baiklah. Mas mau makan apa?”
“Aku mau makan sate padang.”
Kay bingung dengan permintaan suaminya. Semalam sudah meminta sate padang. Dan pagi juga minta makanan yang sama. Apakah tidak bosan. Begitu pikir Kay.
Akhirnya Kay menuruti permintaan suaminya. Dia meminta salah satu karyawannya untuk membelikan nasi sate padang. Dan tidak lama kemudian, pesanan itu datang. Kay hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat suaminya makan sate padang dengan sangat lahap seperti orang yang seminggu tidak makan.
__ADS_1
Setelah menghabiskan satu porsi sate padangnya, Vito masuk ke kamar mandi yang ada di ruang kerja istrinya. Sedangkan Kay melanjutkan pekerjaannya.
“sayang!” panggil Vito yang kini sudah duduk di sofa.
Kay yang sedang fokus dengan pekerjaannya seketika menoleh saat suaminya memanggil. Kay sedikit lega karena suaminya sudah tidak marah lagi dan sudah kembali tersenyum padanya.
“Kemarilah!” panggil Vito.
Tanpa ada rasa curiga sedikitpun Kay mengahampiri suaminya yang sedang duduk di sofa. Dan tanpa aba-aba, Vito menarik tangan Kay hingga terduduk di atas pangkuannya. Dengan cepat Vito ******* kasar bibir manis istrinya. Kay yang sempat terkejut lama-lama akhirnya bisa mengikuti arus permainan suaminya. Dan akhirnya pagi setengah siang itu terjadilah pergulatan panas di ruang kerja Kay. Kay yang terengah-engah setelah mengalami pelepasannya, dia menyadari kalau suaminya ini seperti sedang kerasukan setan. Pasalnya Vito bermain cukup energic sesaat setelah makan sate padang saperti tadi malam.
Sore ini Kay dan Vito pulang ke kota J. karena besok Vito akan kembali bekerja. Dalam peswat, Vito tampak menempel terus pada Kay. Vito juga memperlihatkan gelagat aneh saat baru saja masuk peswat. Dia menutup mulut dan hidungnya dengan rapat. Dan saat Kay menanyakan, Vito bilang kalau tidak tahan dengan bau busuk pada tubuh pramugari. Kay melongo tak percaya. Yang bermasalah hidungnya atau hidung suaminya sih.
Kini Kay dan Vito sudah sampai kota J. mereka berdua segera pulang ke rumah karena sudah malam. Mereka memutuskan untuk makan malam di rumah saja bersama Papanya.
Saat ini mereka bertiga sudah berada di ruang makan. Tampak Kay mengambilkan nasi untuk suaminya. Gio yang melihatnya tersenyum bahagia.
“Mana sate padangnya?” Tanya Vito tiba-tiba.
“Apa Mas nggak bosan makan sate padang setiap hari?”
“Nggak. Tolong jauhkan sup itu. Aku mual sekali dengan baunya.”
Gio awalnya bingung dengan permintaan Vito untuk makan sate padang. Tapi saat Vito meminta istrinya untuk menjauhkan sup karena tidak tahan dengan baunya, Gio tersenyum penuh arti. Sepertinya sekarang Vito sedang mengalami apa yang dulu juga ia pernah alami.
“Sebaiknya besok kamu antar istri kamu ke dokter kandungan!” ucap Gio tiba-tiba.
“Memangnya kenapa Pa?” Tanya Vito heran.
“Biar tahu berapa usia kandungan istri kamu.”
.
.
.
*TBC
__ADS_1