Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 42 Zouk and Arround


__ADS_3

Di saat weekend, di Zouk and Arround yang merupakan tempat clubbing yang paling terkenal seantero Singapore, tempat berkumpulnya kaula muda menghabiskan malam panjang mereka. Apalagi tempat tersebut juga terkenal akan guess star dari berbagai manca negara yang sering manggung di sana.


Entah sejak kapan atau sudah berapa lama, clubbing menjadi tempat favorit seorang perempuan cantik berambut pirang yang sedang menjalani studinya di National University of Singapore. Mungkin karena banyaknya tugas perkuliahan yang sangat banyak dan membuatnya stress jadi solusinya adalah ke tempat clubbing. Tapi lebih tepatnya, pergaulan dia lah yang sudah salah. Ya, Viviane seorang gadis namun sudah tidak gadis, sudah hampir kurang lebih dua tahun dia tinggal di negara Singapore, dimana dia melanjutkan studi S2.


Mungkin karena beban atau tuntutan dari perkuliahannya yang harus mengejar nilai maksimal dan harus mempertahankannya maka membuat Viviane menjadi stress. Hingga setahun terakhir ini, clubbing menjadi tempat favorit dia. Berawal dari ajakan salah satu temannya, Viviane jadi ketagihan untuk mencari hiburan disana.


Padahal kalau kita masih bisa berpikiran positif, mencari hiburan tidak harus pergi ke tempat hiburan malam seperti itu. Kita bisa refreshing ke pantai, nonton bioskop, atau yang paling sederhana dibuat istirahat tidur di rumah. Namun berbeda dengan Viviane, sepertinya memang dia sudah salah pergaulan. Bahkan dia yang awalnya enggan mencicipi minuman beralkohol, kini dia menjadi peminum handal.


Hampir setiap malam minggu dia selalu menghabiskan waktunya disana. Sepertinya dia sudah menjadi pelanggan tetap di club tersebut. Dan berganti-ganti teman kencan pun sudah biasa baginya. Apalagi disana memang sangat bebas. Viviane akan pulang ke apartemennya jika kondisinya sudah mabuk berat dengan diantar temannya.


Selama menjalani studinya, semua biaya perkuliahan ditanggung oleh pihak universitas karena dia mendapatkan beasiswa. Dan untuk kebutuhan hidup dia mengandalkan uang tabungannya saat dulu masih bekerja sebelum lulus pendidikan S1 nya. Dan juga masih ada uang pemberian dari Radit dulu. Terkadang orang tuanya juga mengirim uang padanya tapi tidak bisa rutin tiap bulan. Dan satu tahun di awal perkuliahannya, Viviane juga masih sempat untuk bekerja part time. Untuk tahun berikutnya sudah resign karena tugasnya semakin berat.


Dan sekarang, melihat kebiasaannya yang suka sekali dugem, lama-lama uang tabungannya juga menipis. Awalnya teman yang pertama kali mengajaknya ke club mau mentraktirnya, tapi lama-lama Viviane harus memakai uangnya sendiri, atau gantian mentraktir temannya. Jadi jalan satu-satunya agar bisa mempertahankan hidup, dia harus rela jadi teman kencan para pria bule yang ada di club.


***


Hari ini Delia sudah kembali bekerja. Kemarin sore dia baru saja sampai di kota J. selama seminggu cuti rasanya sangat lama sekali, Delia sudah merasakan rindu berat dengan kota dimana tempatnya ia bekerja. Entah sebenarnya rindu dengan teman kerjanya, kekasihnya, atau pada seseorang. Hanya hati Delia yang bisa menjawab.

__ADS_1


“nanti pulang kerja langsung aku jemput ya sayang, sekalian jalan. Aku udah kangen banget.”


Di sela-sela jam kerjanya Delia mendengar notif pesan dari ponselnya. Ternyata itu dari Angga, kekasihnya. Delia menghela nafas dalam. Membaca pesan dari Angga nyatanya tidak membuat hatinya merasa senang. Harusnya dia senang karena sudah lama tidak pernah bertemu. Tapi kenapa rasanya beda sekali. Justru Delia berharap yang mengirim pesan itu bukan Angga, melainkan Radit. tidak, Delia menggeleng pelan. Ngapain juga berharap pada Radit. toh orang yang diharapkan justru sedang menunggu kehadiran seseorang yang telah lama meninggalkannya.


Mengingat kata-kata Radit yang sedang menunggu seseorang membuat hatinya merasa sakit lagi. Bagaiman caranya agar dia tidak terus-tererusan memikirkannya.


Semenjak kepulangannya kemarin sampai saat ini Radit belum mengirim pesan padanya. Biasanya dia selalu mengirim pesan meskipun hanya basa-basi. Padahal Delia kemarin juga berharap Radit menjemputnya di bandara. Karena saat itu Angga katanya sangat sibuk sekali jadi tidak bisa menjemputnya. Akhirnya Delia kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas dan kembali bekerja.


Di lain tempat, Radit sedang melakukan meeting dengan klien. Beberapa hari ini Radit sangat sibuk sekali dengan urusan kantornya. Ditinggal beberapa hari saja pekerjaan sudah menumpuk. Dan meeting yang dilakukan hari itu harus dijadwal ulang menunggu kepulangannya dari kot B.


sebenarnya bisa saja meeting tetap dilakukan dengan diwakili oleh Kevin, namun kliennya tidak mau. Dan harus dengan Ceonya lansung.


Hari ini dia berharap bisa pulang tepat waktu karena ingin menemui Delia dan meminta maaf atas kesibukannya sehingga tidak bisa memberi kabar. Dia tidak mengirim pesan atau meneleponnya, lebih baik nanti langsung saja bertemu orangnya. Pasalnya Radit juga kangen sekali dengan Delia.


Jam sudah menunjukkan waktunya untuk pulang kerja. Setelah membereskan pekerjaannya, Delia ke toilet sebentar untuk mencuci mukanya setelah itu pulang.


Sesuai dengan janjinya tadi, Angga sudah menunggu kekasihnya tepat di depan perusahaan.

__ADS_1


“sayang… aku kangen banget nih” Angga menghampiri Delia dan dengan langsung memeluk Delia sambil menciumi wajahnya. Delia sangat kaget dengan perlakuan Angga seperti itu di depan umum.


“malu ihhh kak dilihat banyak orang”


“oops sorry, habisnya aku kangen banget sama kamu. Yuk masuk” Angga segera menuntun Delia masuk ke dalam mobil dan segera pergi.


Tepat di depan perusahaan seorang lelaki yang sejak tadi melihat kemesraan Delia, dan ada mobil lain di belakang mobil yang Delia tumpangi. Dia tahu pemilik mobil tersebut karena kaca jendelanya terbuka.


“persaingan ketat akan terjadi. Untung aja gue ga ikut jadi pesertanya” gumam Fadhil dan segera pergi meninggalkan kantor.


Kini Angga dan Delia sudah berada di sebuah resto terkenal di kota J. mereka berdua melepas rindunya sambil menikmati makan malam. Sebenarnya buka mereka berdua, mungkin hanya Angga saja yang sangat merindukan Delia. Delia sebenarnya bingung, sampai kapan dia akan menjalani hubungan ini dengan Angga. Akankah dia bisa membuka sepenuh hatinya buat Angga. Dan apakah Angga benar-benar serius menjalani hubungan ini.


‘aaa… sayang” lamunan Delia buyar ketika Angga menyodorkan sendok didepan mulutnya. Delia menerima suapan yang diberikan Angga sambil membalas senyum Angga. Orang yang melihat kemesraan Angga dan Delia pasti sangat iri, dan menginginkan berada di posisi seperti itu.


Namun tidak untuk seorang laki-laki yang duduk tidak jauh dengan tempat duduk ngga dan Delia yang sejak tadi mengawasi gerak-garik pasangan yang sedang dimabuk asmara itu. Ya, Radit tadi mengikuti mobil Surya hingga sampailah dia di sebuah resto dimana saat ini sedang menonton gratis drama romantis. “bikin muak! lihat aja loe Sur, gue akan rebut Delia dari bajingan kaya’ loe” gumam Radit dalam hati.


*TBC

__ADS_1


*salam _author newbie_💕💕


__ADS_2