
Vito melenggang pergi meninggalkan Kay yang sendirian di café. Entahlah bagimana perasaan Vito saat ini setelah memberi ijin Kay untuk boleh dekat dengan pria lain.
Kemudian Vito melajukan mobilnya ke suatu tempat yang jauh dari keramaian. Dia membelah jalanan kota B yang ramai akan hiruk pikuk kegiatan orang-orang di hari minggu.
Disinilah sekarang mobil Vito berhenti. Di sebuah danau kecil ujung kota yang tak begitu banyak orang mengunjunginya.
Bayangan Vito kembali ke masa lalu dimana saat dirinya pertama kali ditinggal Kay pindah ke kota ini. Dia mengingat betul saat itu usianya masih 9 tahun. Kehilangan sosok adik yang sudah sangat ia sayangi sejak masih bayi sangatlah membuat Vito sangat sedih kala itu. Namun seiring berjalannya waktu, Vito sudah bisa sedikit demi sedikit melupakan kesedihannya. Itu karena Papanya juga sering memberikan ijin untuk bertelepon baik via suara ataupun video dengan Kay.
Dan memasuki sekolah menengah pertama, Vito pun tak pernah absen untuk menghubungi Kay. Dia memang seperti seorang kakak kandung yang benar-benar mencintai adik kandungnya. Selama itu mereka tidak pernah bertemu langsung. hanya melalui sambungan teleponlah komunikasi mereka terjalin. Hingga akhirnya Kay saat itu setelah lulus dari SMP dan akan melanjutkan sekolah ke jenjang SMA di kota J membuat Vito sangat terkejut dan sangat senang.
Saat itu Vito yang sedang duduk di bangku kuliah sudah tidak sabar menunggu kedatangan Kay di kota J. Vito ingin sekali memeluk adik kecilnya yang sangat lama ia rindukan. Bahkan Vito saat itu harus rela bolos kuliah hanya karena ikut Papanya ke bandara menjemput Kay.
“Papa!!!!” teriak Kay yang baru saja melihat figure Papa Gio yang sedang menunggunya di pintu kedatangan.
“Kay!! Papa kangen banget sama putri cantik papa ini.” Ucap Gio sambil memeluk Kay.
Sementara itu Vito yang masih terdiam mengamati papanya sedang memeluk seorang gadis cantik berusia 15 tahun. Vito selama ini hanya melihat wajah Kay saja jika melakukan video call. Tapi sekarang dia bisa melihat secara langsung bagaimana postur tubuh adiknya yang usianya beda 5 tahun dengannya itu.
“Kak Vito??” panggil Kay pada Vito yang masih terdiam.
“Kay!” balas Vito.
Sedetik kemudian Kay segera berhambur memeluk Vito. Di saat itulah saat pertama kalinya Vito memeluk gadis cantik yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri. Namun saat itu juga pertama kalinya Vito merasakan ada seseuatu yang berbeda dengan hatinya. Pelukan yang ia rasakan seperti bukan pelukan kakak ke adik tapi pelukan antara laki-laki dan perempuan.
Dan mulai saat itulaah Vito dapat merasakan ada yang beda dengan sikapnya pada Kay. Dia tetap menjalankan perintah Papaanya agar menjaga dan melindungi Kay namun bukan lagi seperti kakak kepada adiknya. Melainkan sebagai orang yang sangat ia sayangi dan cintai. Bahkan Kay pun tidak menolak akan perlakuannya. Dia juga sangat nyaman. Jadi hubungan keduanya semakin dekat. Vito tidak peduli jika Kay menganggapnya sebagai kakak.
**
Setelah cukup berdiam diri di danau, Vito segera kembali memasuki mobilnya. Dia segera pulang ke rumah Mommy dan Daddynya. Karena nanti sore dia akan pulang ke kota J.
Sedangkan Kay, setelah kepergian Vito tadi mendapat telepon dari Rey yang ingin mengajaknya bertemu. Dan akhirnya Rey mendatangi Kay di café itu.
“sendirian saja dari tadi?” Tanya Rey yang baru saja datang.
__ADS_1
“Iya. Maaf Rey saat pesta semalam aku ninggalin kamu.” Ucap Kay kemudian.
“Nggak masalah. Ehm, kalau boleh tahu apa cowok kemarin itu pacar kamu?” Tanya Rey.
“Bukan. Dia kakakku.” Jawab Kay.
“oh kirain pacar kamu. Berarti ada kesempatan buat aku dong?” goda Rey.
“Kesempatan apa?” Tanya Kay polos.
“Ya kesempataan buat jadi pacar kamu.”
Blush
Wajah Kay kini sudah merona merah karena ucapan Rey yang ingin mendapatkan kesempatan menjadi pacarnya. Wajah Kay menjadi berbunga-bunga. Inikah rasanya bahagia saat memiliki seorang kekasih. Eh belum sih..
“kenapa wajah kamu memerah Kay?” Tanya Rey.
“Nggak ko’, aku nggak apa-apa. Eh kamu mau minum apa Rey?”
“loh kamu nggak haus?”
“Nggak. Dahagaku sudah hilang saat melihat kesegaran yang ada di depan mataku ini.” Gombal Rey dan semakin membuat Kay berbunga-bunga.
Akhirnya mereka berdua hanya memesan minuman saja. Mereka berdua juga sangat asyik berbincang-bincang. Rey tidak menyangka bahwa Kay adalah seorang designer. Dia sunggu sangat terpesona dengan sikap dan tingkah laku Kay. Ditambah lagi Kay juga sangat cantik. Sungguh wanita yang sangat sempurna menurut Rey.
***
Sementara itu Vito sedang duduk bersantai di ruang keluarga bersama mommynya. Beberapa jam lagi dia akan pulang ke kota J, namun rasanya enggan sekali. Dia ingin berlama-lama tinggal disini tapi pekerjaaannya tidak bisa ia tinggalkan begitu saja.
“Sudah sejauh mana hubungan kamu dengan Melly?” Tanya Delia tiba-tiba.
Vito terdiam saat mendengar pertanyaaan Mommynya. Dia bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
“Kalian saling mencintai kan? Mommy harap kamu tidak mempermainkan perasaan wanita.”
“Iya, Mom.” Jawab Vito singkat.
Sebenarnya Vito ingin sekali menceritakan pada Mommynya tentang hubungannya dengan Melly. Vito dan Melly sudah menjalani hubungan selama kurang lebih lima bulan. Melly adalah anak tunggal dari salah satu rekan bisnisnya. Yaitu anak dari Tuan Andreas Firmansyah. Pertama kali Vito mengenal Melly yaitu saat ulang tahun perusahaan Tuan Andreas. Dimana saat itu ada orang jahat yang mempunyai niat buruk akan menculik putri tunggal Andreas. Dan penculikan itu digagalkan oleh Vito.
Dari semenjak kejadian itulah Melly sudah jatuh cinta pada Vito. Dan dengan kekuasaan Papanya, Melly meminta bagaimana caranya agar Vito mau menjadi kekasihnya. Dan sejak saat itu mereka semakin dekat, namun Vito juga belum pernah menyatakan perasaannya pada Melly.
Menurut Vito Melly merupakan wanita yang baik dan pintar. Bahkan orang tuanya pun salah satu investor di perusahaannya. Jadi Vito hanya mengikuti saja alurnya nanti bagaimana. Apalagi semenjak Melly menjadi sekretarisnya, dia juga banyak membantu perusahaannya yang baru saja ia rintis.
Sebenarnya juga tidak masalah bagi Vito jika nantinya memang harus menikah dengan Melly. Tapi saat mengetahui Kay dekat dengan pria lain saat di pesta peresmian perusahaannya tempo hari membuat hati Vito semakin kacau. Niatnya ingin serius menjalin hubungan dengan Melly agar bisa lepas dari jerat bayang-bayang cinta semunya dengan Kay justru semakin membuat Vito tidak rela melepaskan Kay.
Terdengar suara mobil Kay yang baru saja memasuki garasi. Vito tahu kalau Kay baru saja selesai berkencan dengan pria yang bernama Reyhan. Ya, orang suruhan Vito sudah memberikan informasi tentang pria yang saat itu sedang bersama Kay. Dan bahkan Vito juga tahu setelah kepergiannya tadi, Rey mendatangi Kay ke café.
“Ciee yang habis kencan!” celetuk Nathan yang baru saja menuruni anak tangga.
“Ciee yang jones iri!!” balas Kay.
Kay tidak tahu kalau Vito sekarang sedang duduk di sofa dan melihat ekspresi bahagia Kay setelah bertemu dengan pria yang bernama Rey.
“Benarkah anak Mommy yang cantik ini habis berkencan?” Tanya Delia, dan seketika Kay menoleh ke mommynya.
Deg
“Kak Vito??” lirih Kay terkejut.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Hello...hello...hello.... seneng nggak sih author up 3 bab sekaligus. kalau ada yg nggak seneng sungguh terlalu😭😭. apalagi nggak kasih Vote, Gift, & like nya. sungguh keterlaluan sekaliiiii😭😭😭
Semoga masih suka dg ceritanga ya😘😘😍😍🤗🤗