Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 237


__ADS_3

Malam pun tiba. Semua keluarga besar Barra sudah tiba di kediaman orang tua Carissa. Keluarga besar Carissa pun menyambut hangat kedatangan calon besan mereka. Bagitu juga dengan orang tua angkat Carissa juga berada disana.


Sedangkan Carissa masih berada di kamarnya untuk menyelesaikan make upnya yang tinggal sebentar lagi selesai.


Entah kenapa saat ini Carissa sangat gugup. Bahkan sejak tadi dirinya juga bolak-balik ke kamar mandi lantaran rasa gugupnya yang membuat perutnya mulas.


Cklek


Nara, istri Alex membuka pintu kamar Carissa. Wanita itu menyusul Carissa agar segera turun karena acara akan segera dimulai.


“Sayang, ayo kita turun!” Ajak Nara.


“Ah iya Tante.” Jawab Carissa dan berusaha menghilangkan kegugupannya.


Nara menggandeng lengan Carissa menuruni anak tangga. Semua orang bisa melihatnya. Carissa mala mini memakai gaun panjang berwarna gold dengan kombinasi brukat dengan warna senada. Gaun itu memang simple namun memancarkan kecantikan dari diri Carissa yang begitu menawan.


Barra yang melihat calon istrinya itu juga terpana. Barra mengakui kalau Carissa adalah perempuan yang sangat cantik. Tidak peduli dengan gaun apapun yang dia pakai.


Senyum Barra yang sejak tadi mengembang kini perlahan sirna kala melihat tatapan datar Carissa padanya. Barra seketika ingat kalau hubungannya dengan Carissa belum membaik. Tapi dia beruntung bisa diberi kesempatan untuk melamarnya.


“Cantik sekali calon mantu Tante.” Puji Kay saat melihat Carissa sudah bergabung dengan semua orang disana.


“Terima kasih Tante.” Jawab Carissa.


Acarapun sgera dimulai. Vito selaku wali dari Barra mulai pembicaraanya untuk menyampaikan maksud kedatangannya malam ini. Yaitu ingin melamar Carissa untuk anaknya yaitu Barra. Sebelum Charles menjawab lamaran Vito, dia bertanya dulu pada putrinya dan dijawab anggukan kepala oleh Carissa.


Semua orang juga ikut bahagia dengan jawaban Carissa. Setelah itu Kay mengeluarkan sepasang cincin pertunangan sebagai symbol bahwa Barra dan Carissa sudah terikat. Kay memberikan cincin itu pada Barra agar menyematkannya di jari manis Carissa. Dan bergantian, Carissa menyematkan cincin di jari manis Barra.


Tangan Barra dan Carissa sama-sama gemetar saat saling menautkan cincin di jari manis masing-masing. Ucapan syukur keluar dari semua orang yang ada dalam acara itu. Setelah itu keduanya diminta untuk berfoto berdua sambil menunjukkan tangannya diamana ada cincin yang pengikat hubungan mereka.


Setelah acara inti selesai. kini diisi dengan acara santai dan ramah tamah. Carissa dan Barra juga berbaur dengan semua keluarga. Jenny yang sejak dulu sudah akrab dengan Carissa, perempuan itu sangat senang dengan pertunangan kakaknya dan Carissa.

__ADS_1


“Selamat ya Kak. Akhirnya Kak Carissa sebentar lagi jadi kakak iparku.” Ucap Jenny.


“Iya, terima kasih.” Jawab Carissa tersenyum.


Kemudian mereka berdua melanjutkan obrolannya. Sedangkan Barra juga terlihat sedang berbincang-bincang dengan Xavier dan juga sepupunya.


“Akhirnya cucu kita bisa bersatu. Meski dulu kita telah gagal menjalin hubungan.” Seloroh Angga disertai candaan yang kini sedang bergabung dengan sahabatnya.


“Mungkin ini memang sudah bagian dari rencana Tuhan. Dan aku pun tidak menyesalinya.” Jawab Radit.


Dua pasang Oma dan Opa itu tampak bahagia melihat cucu mereka bersatu. Mengingat masa lalu mereka dulu yang penuh liku. Dimana Radit yang pernah menjalin hubungan dengan Viviane, bahkan sudah bertunangan dan hampir menikah.


Sedangkan Angga yang juga pernah menjadi kekasih Delia yang akhirnya putus juga karena Angga telah berselingkuh.


Namun mereka tidak menyesali semua itu. Karena memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan seperti itu. Kini mereka hanya bisa mensyukurinya.


Saat ini Carissa sedang duduk seorang diri setelah Jenny memutuskan untuk mengambil makanan. Barra melihat Carissa yang sedang sendiri akhirnya menghampiri perempuan yang telah remsi menjadi tunangannya itu.


“Kamu nggak makan?” Tanya Barra.


“Jangan nunggu sampai lapar. Nanti kamu sakit. Aku ambilkan makan ya.” Ucap Barra.


“Nggak usah.” Tolak Carissa.


Barra menghembuskan nafasnya kasar saat melihat reaksi calon istrinya masih bersikap acuh padanya. Bagaimana dia akan memperbaiki kesalahannya jika Carissa masih saja seperti ini.


“Carissa, boleh aku bicara sesuatu?” Tanya Barra.


“Hmm..” jawab Carissa singkat sambil menganggukkan kepalanya.


Akhirnya Barra melangkahkan kakinya menuju tempat yang sedikit jauh dari keramaian. Carissa pun mengikutinya. Dan kini mereka sudah berada di taman depan rumah. Meskipun terlihat sepi, tapi masih bisa dilihat oleh orang-orang yang sedang bersantai di dalam rumah. Karena pintu rumah terbuka lebar, dan jendela kaca besar di ruang tengah juga bisa terlihat dari taman, dimana Carissa dan Barra sekarang berada.

__ADS_1


“Ada apa?” Tanya Carissa yang kini sudah duduk di satu kursi bersama Barra. Namun dia menjaga jarak.


“Kamu tahu kan kalau semua keluarga kita tampak bahagia dengan pertunangan kita ini?” Tanya Barra dan lagi-lagi Carissa hanya mengangguk.


“Aku mohon bersikaplah seperti biasa. Kalau kamu tidak bisa, aku minta di depan keluarga kita saja. Selebihnya kalau hanya kita berdua terserah kamu. Aku nggak mau keluarga kita berpikiran kamu melakukan ini semua karena terpaksa.


Bukankah aku hanya meminta waktu selama satu tahun untuk menebus kesalahanku? Aku tahu memang semuanya itu sulit bagi kamu. Aku mohon Carissa, hanya satu tahun. Setelah itu terserah kamu, aku pasrah.” Ucap Barra.


Carissa masih diam memikirkan kata-kataa Barra baru saja. Memang benar yang dikatakan oleh Barra. Dia juga tidak ingin membuat semua keluarganya bersedih terlebih Opa dan Omanya.


“Kamu nggak usah khawatir jika nanti kita sudah menikah, aku janji tidak akan menyentuh kamu selama waktu dimana aku ingin menebus kesalahanku dan membuktikan cintaku.” Tambah Barra.


“Baiklah.” Jawab Carissa singkat dan mampu membuat hati Barra sedikit lega.


Setelah acara ramah tamah selesai, keluarga Barra berpamitan untuk pulang. Dan acara pernikahan mereka akan diselenggarakan satu bulan lagi. Awalnya Carissa sempat menolak karena terlalu cepat. Namun itu semua adalah keinginan Oma dan Opanya. Jadi Carissa tidak bisa lagi menolaknya.


“Mama lega sekarang akhirnya Carissa akan menjadi menantu Mama.” Ucap Kay saat perjalanan pulang dari rumah keluarga Carissa.


Barra sejak tadi hanya diam saja. Bahkan apa yang dikatakan oleh Mamanya, dia seolah tidak mendengarkannya. Vito seakan mengerti apa yang sedang dirasakan oleh anak sulungnya itu. Memang sulit bagi Barra menjalani itu semua. Namun sebagai orang tua, Vito hanya bisa mendoakan kebahagiaan anak-anaknya.


“Bar, kenapa sih dari tadi melamun terus?” Tanya Kay karena merasa diacuhkan oleh Barra.


"Maaf Ma, Barra hanya capek saja. Ingin segera istirahat.” Jawab Barra.


“Mama tahu apa yang sedang kamu pikirkan. Bukankah sekarang harusnya kamu lega karena Carissa dan kamu sudah saling terikat. Sekarang tugas kamu hanya membuktikan dan menarik hati Carissa supaya bisa luluh. Kamu jangan khawatir, ada Mama yang akan siap membantu.” Ucap Kay.


“Iya, Ma. Terima kasih Mama dan Papa selalu mendukung Barra.” Jawab Barra.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2