
Tubuh Delia sangat lemas, bahkan untuk berdiri saja dia tidak kuat. Perasaan sedih dan menyesal kini terlihat dari wajahnya. Apalagi melihat sang sahabat yang tergeletak di atas brankar rumah sakit sejak satu jam lalu belum juga membuka matanya. Dia takut terjadi hal buruk pada sang sahabat. Viviane
#flashback on
Hari ini Viviane minta tolong pada Delia untuk mengantarnya belanja gaun buat persiapan cara pertunangannya. Viviane sangat antusias sekali. Berbeda dengan Delia, sebenarnya dia malas karena selama beberapa minggu ini sudah berusaha melupakan Radit. tapi apa? Sekarang dia harus mengingatnya lagi dengan harus ikut campur urusan pertunangannya dengan Viviane. Akhirnya dengan berat hati Delia menuruti kemauan Viviane.
Kini mereka berdua menuju kompleks pertokoan terkenal di kota B yang menjual bermacam-macam pakaian ataupun gaun. Saat di sepanjang jalan, mata Viviane berbinar melihat deretan gaun yang terpampang dan terlihat dari dalam mobil.
“parkir disitu aja del, kita ke took yang di seberang sana saja. Aku lihat ada gaun yang kelihatannya cocok denganku tadi” ucap Viviane
“ck…dari mana kamu tahu kalau cocok? Belum juga dicoba” jawab Delia malas sambil memarkirkan mobilnya. Saat sudah selesai memarkirkan mobil, Delia menoleh ke sebelah ternyata Viviane sudah turun duluan. Delia hanya menggelengkan kepalanya.
“cittttt… Braaakkkkkkk” terdengar decitan suara rem mobil diakhiri dengan hantaman yang cukup memekakkan telinga. Setelah itu banyak orang berkerumun. Ternyata ada mobil yang menabrak seseorang sedang menyeberang, sesaat setelah menabrak si penyeberang jalan, mobil itu membanting setir ke kiri jalan dan menabrak tiang.
Langkah kaki Delia mengikuti arah orang-orang yang berkerumun melihat korban yang telah ditabrak mobil tadi. Delia tidak percaya dengan apa yang dilihat di depan matanya saat ini. Tubuhhnya gemetaran melihat sahabatnya tergeletak dengan bersimbah darah. Delia berusaha menguatkan diri, dan mengambil ponselnya yang sedikit pecah. Sementara orang-orang dengan sigap membawanya ke rumah sakit setelah Delia minta tolong. Sedangkan untuk si penabrak sepertinya hanya luka ringan hanya saja mobilnya yang rusak parah setelah membanting setir dan menabrak tiang listrik. Beruntung polisi segera datang dan dengan sigap menangani kecelakaan itu.
Delia bingung harus minta tolong ke siapa. Dengan tangan gemetaran dia mencari kontak di ponsel Viviane agar bisa dihubungi. Mencari nama ibunya tidak menemukan karena tidak tau disimpan dengan nama apa, akhirnya dia menemukan kontak tantenya dan langsung dihubungi, tapi ponsel Viviane tidak bisa melakukan panggilan. Entahlah mungkin karena gesekan dengan aspal atau apa.
Delia langsung menelpon tantenya dengan ponselnya sendiri, tapi sayang panggilannya berada diluar jangkauan. Tidak putus asa, dia mencari lagi kontak yang bisa dihubungi. Dia menemukan kontak dengan nama “my lovely angel”. Delia menarik nafasnya dalam-dalam, mengetik no telepon itu di ponselnya dan panggilan tersambung.
__ADS_1
Panggilan pertama sampai ketiga belum juga terhubung. Dia mencoba sekali lagi, kalau tidak dijawab juga dia akan menyerah dan segera menyusul ke rumah sakit. Dan dugaanya salah, ternyata panggilan keempat dijawab. Delia hanya diam menunggu siapakah pemilik no dengan nama “my lovely angel”
“halo… jangan ganggu saya! Saya sedang sibuk” Deg… ternyata itu Radit. delia berusaha tetap tenang. Saat Radit akan mengakhiri panggilannya, Delia segera mengatakan tentang sesuatu yang sedang terjadi.
“Ra…Radit” ucap Delia gemetaran menahan tangis
“siapa kamu?” jawab Radit ketus dan agak gugup. Bohong jika dia tidak mengenali suara itu.
“a…akuu Delia. Viviane kecelakaan. Dia sedang dilarikan ke rumah sakit” jawab Delia cepat dan segera menutup panggilannya.
“apa????? Di rumah sakit man-“ tut…tuttt..tut. belum selesai bicara, panggilan itu sudah terputus.
#flashback off
Dua jam berlalu. “ceklek” pintu ruangan dimana Viviane ditangani terbuka, bersama dengan kedatangan Radit.
“Dok, bagaimana keadaan teman saya”
“Dok bagaimana keadaan kekasih saya” ucap Radit dan Delia bersamaa. Saat Radit menyebut nama “kekasih” ada sedikit rasa sakit di hati Delia. Dia harus sadar dan menerima kenyataan yanh sesungguhnya bahwa Radit bukan siapa-siapanya. Ingat, Dia sudah memutuskan bahwa memang dia mencintai Radit tapi cinta dalam diam. jadi tidak membutuhkan balasan, ataupu pengakuan. cinta dalam diam berarti hanya bisa mendoakan yang terbaik. dan semoga saja Tuhan mampu menunjukkan jalan yang benar dari perjalanan cinta itu.
__ADS_1
“saudara Viviane mengalami pendarahan yang cukup banyak dan sekarang membutuhkan donor darah yang cocok dengannya yaitu golongan darah O” ucap Dokter menjelaskan
“ambil darah saya saja Dok, golongan darah saya juga O” jawab Radit
“baiklah, mari ikut saya dan anda saya periksa dulu” ucap dokter melangkah pergi dan diikuti oleh Radit.
Delia hanya diam dan menangis. Dia hanya bisa mendoakan untuk keselamatan Viviane. Dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Viviane hingga akhirnya terjadi musibah tadi.
Setelah itu pintu ruangan dimana Radit diperiksa kesehatannya terbuka. Keluarlah seorang dokter dan diikuti oleh Radit. “mohon maaf Tuan Radit, golongan darah anda memang O tapi rhesus negative. Sedangkan golongan darah saudara Viviane O rhesus positif. Golongan darah O rhesus positif adalah golongan darah universal. Gol. Darah O positif bisa mendonorkan kepada gol. Darah O negative dan positif, tetapi gol. Darah O negative tidak bisa mendonorkan buat gol. Darah O positif. Anda bisa segera menghubungi orang tua atau saudaranya yang memiliki gol.darah yang sama. Secepatnya” jelas dokter dan memberi perintah.
Radit bingung harus bagaimana lagi, sementara kedua orang tua Viviane tinggalnya jauh. Padahal dokter tadi bilang harus mendapatkan donor darah secepatnya. Apakah dia akan meminta tolong pada keluarganya sendiri, siapa tau golongam darah mamanya sama dengan Viviane. Dokter juga mengatakan bahwa harus secepatnya Viviane mendapatkan donor darah. Dia mau menghubungi mamanya juga takut malah kaget karena mendengar berita ini. Radit semakin pusing.
Di tengah kekalutannya, ada seseorang yang menghampiri Radit dan dokter tersebut.
“ambil darah saya saja dok, gol.darah saya juga O rhesus positif” ucap seseorang yang membuat Radit terkejut.
*TBC
_author newbie_😘💕
__ADS_1