Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 217


__ADS_3

Pembicaraan mereka terputus lantaran pelayan resto sudah datang membawakan pesanan makanan mereka. Jenny pun sudah kembali bergabung setelah melihat-lihat pemandangan.


Niat Barra ingin memberitahukan sebuah kenyataan pada Carissa telah gagal. Mungkin memang belum saatnya Barra membuka kebusukan Dhefin pada Carissa. Atau memang Barra tidak diijinkan untuk itu. Namun yang pasti Barra akan tetap mengambil hati Carissa. Tidak peduli dengan Dhefin lagi. Nyatanya laki-laki yang sudah dia anggap sahabatnya itu telah menusuknya dari belakang.


Barra nggak habis fikir dengan Dhefin. Ibaratnya maling teriak maling. Dia yang telah berselingkuh dengan Astrid entah berapa lama, tapi dia juga seolah menuduh Barra yang berusaha merebut Carissa.


Sedangkan pikiran Carissa masih dihinggapi rasa penasaran karena ucapan Barra yang belum selesai. dia hanya mendengar kalau Barra putus dengan kekasihnya karena Astrid selingkuh. Carissa masih belum percaya penuh akan kebenaran itu. Setahu Carissa berdasarkan dari cerita Dhefin, bahwa Barra sudah menjalin hubungan dengan Astrid hampir kurang lebih 3 tahun. Dan sekarang putus karena Astrid selingkuh. Apa benar begitu, lantas apa penyebabnya. Semua pertanyaan itu telah bersarang pada otak Carissa.


Mereka bertiga menikmati makan siang di resto tersebut sekaligus beristirahat sejenak di sana sebelum melanjutkan perjalanan menuju festival. Barra memulai lagi mode jaga jaraknya dengan Carissa. Barra sempat berpikir lagi kalau tadi dia mengatakan perihal perselingkuhan Astrid dengan Dhefin belum tentu Carissa akan percaya. Jadi dia memilih untuk bersikap seperti semula saja.


Kini Jenny, Carissa, dan Barra sudah sampai di lokasi tempat diadakannya pestival peragaan busana. Acaranya memang sangat besar dan banyak tamu yang kebanyakan model sekaligus designer dari beberapa kota juga ikut hadir disana.


“Kalian berdua saja yang masuk. Biar aku tunggu diluar saja.” Ucap Barra pada Carisa dan Jenny.


“Iya Kak. Ya udh yuk Kak Carissa kita masuk sekarang.” Ajak Jenny menggandeng tangan Carissa.


Carissa sempat kecewa karena Barra tidak ikut masuk ke dalam. Entah kenapa Carissa tidak ingin jauh dari Barra. Padahal dia sendiri juga tahu akan posisinya. Terlebih dirinya juga sudah mempunyai kekasih. Namun hati Carissa seperti ada yang mengganjal. Sejak kejadian Barra memintanya putus dengan Dhefin hingga saat ini laki-laki it uterus saja menghindarinya.


“Kenapa dari tadi bengong terus sih Kak?” Tanya Jenny tiba-tiba.


“Ah, nggak apa-apa kok Jen.” Jawab Carissa.


Jenny sedikit heran dengan sikap Carissa yang tida seceria biasanya. Begitu juga dengan sikap kakaknya yang menurutnya cenderung dingin dan menghindar pada Carissa. Ada apa sebenarnya. Jenny sepertinya telah melewatkan sesuatu yang belum ia ketahui.


Acara fesitival berlangsung sangat meriah. Setelah selesai, Jenny dan Carissa segera keluar mencari Barra. Namun Jenny tidak menemukan keberadaan kakaknya. Dia juga sudah menghubungi ponsel kakaknya namun tidak ada jawaban.


“Kita ngadem disana dulu yuk Kak. Siapa tahu Kak Barra memang nunggu disana!” ajak Jenny menuju salah satu foodcourt yang ada di sekitar tempat festival.

__ADS_1


“Ya udah ayo!” jawab Carissa.


Dan benar saja saat mereka berdua akan duduk di salah satu kursi, Carissa tanpa sengaja melihat Barra sedang duduk disana dengan secangkir kopi di depannya. Tapi Barra tidak sendirian, melainkan bersama seorang perempuan cantik yang kelihatannya sangat akrab. Carissa juga bisa melihatnya sendiri kalau Barra berbicara dengan perempuan itu sambil menyunggingkan senyum.


“Loh kak Barra disini?” ucap Jenny yang sudah menghampiri Barra.


Sedangkan Carissa memilih duduk sendiri karena merasa tidak enak jika mengganggu kebersamaan Barra dengan wanita itu. Entah kenapa hatinya terasa aneh saat melihat Barra dekat dengan perempuan. Padahal saat Barra dekat dengan Astrid dulu, Carissa biasa saja.


Barra mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Jenny. Namun pandangannya beralih pada Carissa yang sedang duduk seorang diri, tidak bersama Jenny.


“Ya udah yuk Bar, aku duluan ya. Pasti Mama juga sudah nungguin aku.” ucap perempuan itu.


“Iya. Salam saja sama Tante.” Jawab Barra.


“Jangan lupa datang ya ke acara reuni bulan depan.” Ucap perempuan itu lagi dan diangguki oleh Barra.


Samar-samar Carissa mendengar percakapan antara Barra dan perempuan itu yang mengatakan bahwa Barra titip salam pada mamanya. Mungkinkah ada hubungan special antara Barra dengan perempuan itu. Wajar saja sih, lagi pula status Barra saat ini single.


“Ah nggak apa-apa Jen. Nggak enak aja nanti ganggu” Jawab Carissa sambil membuang muka karena Barra menatapnya.


Jenny tidak terlalu menanggapi jawaban Carissa, kemudian langsung duduk untuk memesan minuman. Sementara Barra juga ikut duduk bergabung. Namun entah kenapa hatinya sangat senang saat mendengar jawaban Carissa baru saja. Apakah Carissa cemburu saat melihatnya sedang bersama seorang perempuan. Padahal perempuan itu adalah teman semasa kuliah dulu. Barra sangat gemas sekali melihat Carissa yang cemburu seperti itu. Andai saja dia bukan milik orang, pasti dirinya sudah tidak tahan lagi untuk mencium bibir ranum Carissa itu.


Selesai istirahat sejenak, mereka bertiga memutuskan untuk pulang. Saat ini Carissa yang bergantian duduk di kursi belakang. Sedangkan Jenny duduk di depan bersama dengan Barra. Karena waktu sudah malam, ditambah lagi Jenny dan Carissa yang sudah kelelahan. Akhirnya dua perempuan itu tertidur dalam perjalanan.


Barra dapat melihat pantulan wajah Carissa yang sangat terlelap melalui rear mirror. Wajah yang cantik natural dan damai dalam tidurnya membuat hati Barra bergejolak. Entah sampai berapa lama dirinya akan bersabar untuk mendapatkan hati perempuan itu. Namun yang pasti, Carissa akan putus dengan Dhefin.


Akhirnya mobil Barra sudah tiba di kota J. dan saat ini Barra sudah berhenti tepat di depan rumah Carissa saat jam menunjukkan pukul 9 malam. Barra melihat kedua perempuan itu masih tertidur lelap. Dia bingung bagaimana cara membangunkan Carissa.

__ADS_1


Enghhh


Tiba-tiba saja terdengar suara lenguhan dari bibir Carissa dan setelah itu matanya terbuka. Carissa terkejut saat mendapati mobil Barra sudah berhenti di depan rumahnya. Seberapa lama dirinya tertidur di dalam mobil. Kenapa Barra tidak membangunkannya. Sedangkan Jenny terlihat masih terlelap.


“Maaf Kak. Ketiduran.” Ucap Carissa.


“Hmm…” jawab Barra.


Setelah itu Carissa membuka pintu mobil dan segera keluar. Barra pun juga ikut keluar.


“Terima kasih Kak sudah diberi tumpangan.” Ucap Carissa.


“Iya. Selamat beristirahat.” Jawab Barra dan tangannya reflek mengacak rambut Carissa.


Serrrr


Carissa merasa darahnya berdesir saat mendapat perlakuan seperti itu dari Barra. Dia hanya bisa diam dan mematung setelah Barra mengacak rambutnya.


“Ada apa?” Tanya Barra heran karena Carissa hanya diam saja.


“eh, nggak kok Kak. Terima kasih.” Jawab Carissa salah tingkah dan segera berlari masuk ke rumahnya.


Barra hanya tersenyum simpul saat melihat Carissa yang salah tingkah.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2