Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 163


__ADS_3

Setelah berhasil menurunkan istrinya di atas ranjang, Vito segera mengungkung tubuh istrinya sambil mencum buinya. Tang tinggal diam, tangan Vito juga bergerak aktif melepas kancing blouse yang dipakai Kay. Biasanya Vito akan melepas bajunya sendiri jika sudah selesai membuka baju istrinya.


Namun kali ini tidak. Kay juga ikut berperan aktif dengan ikut membuka kaos yang dipakai suaminya. Dan kini bereka berdua sudah sama-sama telan jang. Vito menelan ludahnya dengan susah payah kala melihat perut istrinya yang membuncit dan semakin kelihatan sek si. Dan jangan lupakan dengan dua buah yang semakin besar dan padat itu. Vito tidak tahan jika melihatnya lama-lama. Dengan posisi setengah duduk, Vito segera melahap dua buah itu secara bergantian dengan sangat rakus. Hingga suara desa han Kay lolos begitu saja dan membuat Vito semakin menggila.


Perlahan Vito melepaskan rok yang dipakai Kay, setelah itu baru dia melepas celananya sendiri. Kini mereka berdua sudah sama-sama telan jang bulat. Vito semakin tidak tahan. Dia ingin sekali segera melakukan penyatuan. Tapi saat melihat wajah istrinya yang menggeleng pelan, Vito menjadi bingung.


“Tenang Sayang, aku akan pelan-pelan dan janji tidak akan melukai anak kita” ucap Vito.


Namun sayang perkataan Vito tidak dihiraukan oleh Kay. Kay sedikit khawatir dengan perutnya jika nanti tertindih.


Perlahan Kay turun dari ranjangnya dan berjalan menuju sofa diikuti oleh Vito yang sedikit penasaran dengan apa yang akan dilakukan istrinya.


Tanpa aba-aba, Kay mendorong suaminya hingga terduduk di sofa itu. Kay berjongkok, dan memegang senjata milik suaminya yang sudah tegang itu. Vito terlonjak kaget saat lagi-lagi melihat tindakan agresif istrinya. Kemudian perlahan Kay memainkan senjata itu dengan memasukkannya ke dalam mu lut. Desa han dari bibir Vito keluar begitu saja saat merasakan sensasi yang berbeda. Kali ini istrinya yang lebih mendominasi permainan.


Setelah cukup melakukan pemanasan, Kay segera naik ke atas pang kuan suaminya dengan mengarahkan senjata itu tepat pada lubang intinya. Dengan perlahan Kay menekannya hingga bisa melesat penuh. Rasanya Kay sudah merasa terbiasa dengan senjata milik suaminya yang katanya dulu kebesaran. Nyatanya kini dia sendiri dibuat menggila dengan ukuran itu.


Permainan di atas sofa diakhiri dengan kembali lagi di atas ranjang. Dengan Vito yang mendominasi permainan hingga mencapai pelepasan.


Cup


Vito mengecup kening istrinya di saat keduanya sudah terbaring di balik selimut tebal.


“Maksih Sayang. Maafkan aku terlalu cemburu. Aku takut kehilangan kamu.” Ucap Vito.


“Mas, aku sangat mencintaimu. Jadi percayalah sampai kapanpun hanya kamu pria yang ada dalam hatiku. Tolong cemburu kamu jangan membutakan mata hati kamu.” Balas Kay.


“Iya, Sayang. Aku minta maaf. Aku janji tidak akan seperti tadi. besok akan aku belikan ponsel baru. Maafkan aku.” ucap Vito.


“sudahlah Mas, yang terpenting kita saling percaya.” Ucap Kay kemudian memeluk tubuh kekasr suaminya.

__ADS_1


Tanpa sadar Kay menempelkan dua buah kenyal itu di dada bingan suaminya yang membuat Vito mengeram tertahan. Ingin sekali dia menyerang istrinya lagi tapi harus dia tahan karena tidak ingin membuat istrinya yang sedang hamil kelelahan.


“Sayang, kamu semakin pintar dan agresif ya sekarang. belajar dari mana?” Tanya Vito menggoda.


Kay sangat malu dengan pertanyaan suaminya. Dia menggelang pelan dan menenggelamkan wajahnya di balik ceruk leher suaminya. Sungguh malu sekali jika dia mengakui pada suaminya bahwa dia pernah membuka browser tentang cara menyenangkan suami. Entah kenapa malam ini Kay bisa mempraktekkannya langsung.


“Tapi aku sangat suka.” Ucap Vito kemudian.


Setelah itu mereka berdua segera tidur. Karena rasa lelah yang mendera sudah berubah menjadi rasa kantuk yang sangat tidak bisa ditahan lagi.


***


Beberapa hari pasca keluar dari rumah sakit, hubungan Kay dan Vito sudah kembali seperti biasa. Justru mereka berdua terlihat semakin mesra. Vito menepati janjinya pada istrinya kalau tidak akan terlalu cemburu lagi. Vito sudah sangat percaya bahwa istrinya sangat mencintainya.


“Sayang, aku berangkat dulu ya. Ingat jangan terlalu capek!” ucap Vito.


“Iya, Mas. Oh iya nanti siang aku akan bawakan makan siang ke kantor ya. Sekalian aku juga ingin makan siang bersama Kak Arsa.” Jawab Kay.


Selepas kepergian suaminya ke kantor, Kay segera masuk ke ruang kerja suaminya. Dia ingin membuat sketsa buat baju rancangannya. Meskipun hamil, Kay masih produktif dengan menggambar beberapa gaun pengantin. Tapi dia tidak terlalu memforsir tenaganya, karena dia juga teingat dengan kesehatan janinnya.


Sementara Vito di kantor sudah mulai disibukkan dengan beberapa dokumen yang harus ia periksa dan ditanda tangani. Sejak menegtahui perbuatan Evan pada istrinya, Vito menjaga jarak dengan pria itu. Kalau ada meeting dia meminta Arsa yang mewakilinya.


“Bos, nanti habis makan siang ada meeting dengan perusahaan Evan dan kali ini bos yang harus hadir.” Ucap Arsa saat menyerahkan dokumen ke ruang kerja Vito.


“Kenapa harus aku? bukannya kamu yang biasanya hadir dalam meeting itu?” Tanya Vito.


“karena nanti siang saya akan melakukan audit dengan divisi keuangan, jadi bos yang hadir dalam meeting dengan perusahaan Evan. Tenang saja, nanti yang hadir adalah asisten Evan karena setahu saya Evan sedang ada kepentingan ke luar kota.” Ucap Arsa.


“Baiklah.” Jawab Vito singkat.

__ADS_1


Kini Kay sudah bersiap untuk pergi ke kantor suaminya setelah menyelesaikan kegiatan memasaknya. Seperti biasa Kay selalu memakai baju yang longgar karena perutnya yang semakin membesar. Dia juga tidak terlalu memoles wajahnya dengan make up yang terlalu tebal. Tipis tapi sudah terlihat anggun dan cantik.


Kay sudah tiba di kantor suaminya, dia segera masuk ke dalam ruang kerja Vito dengan menenteng paper bag yang sudah berisi makanan.


Ceklek


“sayang!” Vito terkejut saat melihat istrinya sudah tiba di kantornya padahal jam masih menunjukkan pukul 11 siang.


“Maaf Mas belum waktunya makan siang ya?” ucap Kay takut mengganggu suaminya.


“Nggak apa-apa. Ayo sini, tunggu disini dulu. Arsa juga sepertinya tadi masih keluar.” Ucap Vito.


Kay membiarkan suaminya untuk melanjutkan pekrjaannya dulu. Dia menunggu sambil membaca majalah bisnis yang ada di meja ruang kerja suaminya.


Kini jam makan siang pun tiba. Vito sudah memanggil Arsa untuk masuk ke ruangannya dan makan siang bersama. Arsa sangat senang bisa makan bersama dengan adiknya karena jujur saja Arsa sangat suka dengan olahan masakan Kay, yang menurutnya hampir mirip dengan masakan mamanya.


“Enak banget Kay, sering-sering deh kamu bawain suami kamu makan siang kesini biar aku juga ikut makan.” Celetuk arsa setelah selesai makan.


“Enak saja. Dikasih gratisan malah ngelunjak.” Ucap Vito tidak terima dan Arsa hanya mencebik kesal.


“Tenang saja Kak. Pasti Kay akan sering kesini bawa makan siang buat Mas Vito dan Kak Arsa.” Ucap Kay kemudian.


“Nah gitu dong. Itu baru adikku yang manis.” Ucap Arsa merasa menang.


Selesai makan siang, Kay segera pamit pulang. Dan Vito juga melanjutkan pekerjaannya karena setelah ini dia akan meeting.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2