Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 118


__ADS_3

Setelah pesta ulang tahunnya beberapa waktu yang lalu, kini Delia sudah kembali menjalani kehidupan barunya di kota B bersama keluarga kecilnya. Delia memutuskan untuk merawat Nathan sendiri tanpa bantuan baby sitter. Karena Kay sudah tidak perlu pengawasan ketat saat sudah masuk sekolah di taman kanak-kanak. Delia dan radit telah mempercayakan anaknya pada pihak sekolah dengan tidak menunggui Kay seperti saat masih menjalani pendidikan toddler dulu.


Sedangkan untu distronya, Delia telah mempercayakan pada Naira yang tak lain adalah istri dari Kevin. Delia merasa beruntung bisa mengenal Naira. Naira adalah sosok wanita yang sangat bisa dipercaya sama seperti suaminya. Naira juga berasal dari kota B. jadi, anaknya yang masih kecil ia percayakan pada orang tuanya saat dirinya bekerja di distro milik Delia.


Sebenarnya Delia sudah melarang Naira untuk tidak bekerja di distronya mengingat anaknya juga masih kecil dan seusia Nathan. Namun, Naira tetap pada keinginannya yaitu ingin bekerja. Lagian kedua orang tuanya sangat senang dan sama sekali tidak keberatan jika menjaga cucunya saat Naira bekerja. Pekerjaan Naira juga tergolong santai. Hanya saja akan sangat sibuk jika stok barang datang bersamaan.


Sedangkan Radit juga disibukkan dengan kantor cabang dari perusahaannya yang saat ini dia pimpin. Perusahaan Radit semakin lama semakin berkembang pesat. Hal itu tak luput dari doa sang istri. Dan juga bantuan sang asisten setia yaitu Kevin.


***


20 tahun kemudian


Seorang gadis cantik berambut lurus sebahu Nampak sedang terlelap dalam tidurnya meskipun jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Gadis berusia 24 tahun itu kini menjadi seorang designer di butik milik Omahnya. Maka dari itu dia sangat santai karena bekerja di tempat milik keluarga sendiri. Tapi bukan karena itu yang menjadi dia malas-malasan bangun pagi. Gadis yang dulunya sangat imut dan kini sudah menjelma sebagai gadis dewasa, masih saja tetap manja dan suka malas-malasan apalagi jika disuruh bangun pagi. Sangat tidak bisa ia lakukan.


Tok tok tok


“Kay bangun Kay sudah siang!” teriak sang Mommy pada Kay yang masih sibuk dengan mimpinya.


“Kay bangun!!!!” sekali lagi Mommynya berteriak sambil menggedor pintu kamar Kay dengan gagang sapu.


Seketika Kay terbangun akibat rasa terkejutnya mendengar gedoran yang sangat keras dari arah luar kamarnya. Kay segera bangun dengan mata yang masih sedikit terpejam dan membuka pintu kamarnya.


“Astaga anak perempuan jam segini baru bangun. Kamu tahu sekarang jam berapa?” cerocos Delia pada anak perempuannya.


“Masih juga jam 7 Mom. Kay masih sangat ngantuk nih. Semalam Kay menyelesaikan hasil design baju pengantin sampai larut malam.” Ucap Kay membela diri.


Delia menghela nafasnya. Dia juga tidak memungkiri dengan pekerjaan Kay yang memang sangat sibuk. Namun Delia juga merasakan bahwa Kay memang sangat manja dan bahkan sering malas-malasan. Dia sedikit kecewa dan menyayangkan pada pola asuh yang diberikan pada mertuanya terhadap Kay. Semenjak lulus dari SMP, mama mertuanya meminta Kay agar tinggal disana dan melanjutkan sekolah SMAnya disana.


Mamanya mengatakan alasannya karena tidak mempunyai teman di masa tuanya bersama suaminya, oleh karena itu meminta salah satu cucunya untuk tinggal disana. Setelah Radit meyakinkan istrinya, akhirnya Kay diperbolehkan tinggal dan bersekolah di kota J. lagian Radit juga tidak khawatir dengan Kay, karena ada Vito yang menjaganya. Yang saat itu Vito masih duduk di bangku kuliah.


“Banyak alasan kamu. Cepatan mandi sana! Nanti pesawat akan take off satu jam lagi.” Ucap Delia.

__ADS_1


“Memangnya kita mau kemana sih Mom?” Tanya Kay sambil mengucek matanya.


“Astaga!!! Jangan bilang kamu lupa kalau hari ini kita semua akan berangkat ke kota J untuk menghadiri acara peresmian perusahaan Vito.” Ucap Delia kemudian segera pergi meninggalkan Kay yang masih terkejut.


“Apa???”


Kay benar-benar lupa bahwa hari ini dia akan pergi ke kota J untuk mengahdiri peresmian perusahaan Vito. Padahal kemarin Vito sudah meneleponnya agar tidak terlambat datang. Bisa-bisanya dia melupakan hal itu dan justru semalam waktunya dia gunakan untuk menyelesaikan rancangan baju pengantin yang sudah dipesan oleh salah satu pelanggannya.


Kay segera masuk ke kamar mandi. dia harus segera bersiap dan berangkat ke kota J. dia tidak boleh terlambat menghadiri acara Vito. Seseorang yang sangat istimewa bagi Kay. Bagaimana tidak istimewa, sejak dirinya tinggal di kota J dulu, Vito sangat protektif padanya. Bahkan kemana saja dia pergi, Vito selalu siaga mengantarnya. Alasan Vito hanya satu yaitu dia teringat dengan pesan Papanya agar menjaga dan melindungi Kay. Karena beberapa tahu yang lalu, Gio lebih memutuskan untuk menikmati masa tuanya di Thailand. Di negeri diamana mendiang istrinya berasal.


Setelah beberapa saat kini Kay sudah bersiap untuk segera berangkat ke kota J. Nathan yang melihat kakaknya sangat terburu-buru mendadak tersenyum geli.


“Ngapain kamu senyum-senyum nggak jelas?” Tanya Kay pada adiknya.


“Kakak mau kemana ko’ buru-buru sekali? Kaya’ mau kencan saja. Oops aku lupa kalau Kakak itu jomblo akut.” Cibir Nathan.


“heh apa kamu bilang? Jomblo akut? Perlu kamu tahu ya, kalau kakak kamu yang cantik ini meskipun jomblo tapi jomblo terhormat.” Ucap Kay sambil tertawa jumawa.


“sudah-sudah!! Apa-apaan sih kalian ini masih pagi sudah berantem.” Ucap Radit tiba-tiba.


“Lho Dad? Ko’ Daddy belum bersiap sih?” Tanya Kay.


“Memangnya mau kemana. Terus kamu mau kemana ko’ tumben anak Daddy sudah rapi begini.” Tanya Radit balik pada anak gadisnya.


“bagaimana sih Daddy ini, kita kan mau menhadiri acara peresmian perusahaan Kak Vito. Apa Daddy juga lupa?”


“kalau lupa sih nggak. Cuma kita kan nanti berangkatnya jam 11 siang. Sekarang masih jam 7.30.” Ucap Radit tanpa beban.


“Apa??? Tadi Mommy bilang pesawat akan take off satu jam lagi.” Ucap Kay yang masih tidak percaya.


Seketika itu Nathan tertawa terbahak melihat kakaknya yang berhasil dikelabuhi oleh Mommynya sendiri. Nathan sangat yakin kalau Mommynya sengaja bilang seperti itu agar kakaknya itu bisa bangun pagi.

__ADS_1


Kini Kay Nampak cemberut setelah merasa dirinya dikelabuhi oleh Mommynya. Tahu gitu dia tadi melanjutkan tidurnya. Setelah itu dia pergi kembali ke kamarnya. Moodnya jadi berantakan. Padahal tadi dia sudah sangat semangat akan segera bertemu dengan Vito. Tapi sekarang kecewa karena harus ditunda dulu acaranya untuk bertemu dengan kakak kesayangannya.


Akhirnya setelah menunggu beberapa jam dan sudah melewati perjalanan udara. Kini Kay bersama keluarganya sudah tiba di kota J. Vito sudah menjemputnya di bandara.


“Dad, Mom, apa kabar?” Tanya Vito sambil memeluk Radit dan Delia.


“Kami semua sehat sayang. Mommy nggak nyangka kalau anak Mommy sudah sukses sekarang.” Ucap Delia menyambut pelukan hangat dari Vito.


“Ayo, lebih baik kita pergi sekarang. Nanti saja kangen-kangenannya dilanjut lagi.” Ucap Radit kemudian.


Kini mereka sudah berjalan menuju mobil jemputan yang sudah menunggu. Nampak Kay yang sedang bergelayut manja di lengan Vito.


“ingat usia. Tingkah masih kayak bocah!” cibir Nathan yang sedang berjalan di belakang kakaknya.


“Biarin. Suka-suka aku dong!”


“Iya, kakak suka. Bagaimana kalau ceweknya kak Vito tahu? Pasti kakak akan kena damprat.”


Seketika Kay melepas pegangan tangannya dari lengan Vito.


Deg deg deg deg……


.


.


.


*TBC


Yuk ah kasih like, gift, sama vote kalian. biar author makin semangat. tahu nggak kalau org pelit itu kuburannya sempit lho😂😂😂✌️✌️

__ADS_1


Love u all😘😘💕💕💕


__ADS_2