
Setelah kejadian di resto kemarin dan mendengar ucapan sang suami bahwa dirinya memang tidak ada hubungan apa-apa dengan Vera, Delia sudah percaya dan yakin dengan suaminya. Delia yakin bahwa suaminya setia. Meskipun dalam hati kecil Delia masih ada yang mengganjal tapi dia tidak mau terlalu memikirkannya. Mengingat dirinya tengah hamil. Dan tidak mau juga dicap sebagai istri pencemburu.
Hari ini Delia berencana akan mendaftarkan Kay ke sekolah toddler. Karena usia Kay yang sudah 3,5 tahun menurutnya sudah waktunya untuk bersosialisasi dengan dunia luar. Setelah beberapa hari yang lalu dia sudah browsing tentang sekolah toddler yang berkualitas bagus dan sudah mendapat persetujuan dari suami.
“sayang maaf ya nanti nggak bisa antar soalnya aku ada meeting pagi ini” ucap Radit pada istrinya di sela-sela kegiatan sarapan pagi.
“iya mas, nggak apa-apa. Nanti aku juga nggak sendirian ko’. Kan ada Bi Santi juga jadi mas Radit nggak usah khawatir”
“kamu jangan terlalu capek ya. Ingat jaga kondisi kamu”
Delia hanya mengangguk sambil tersenyum.
Dia sangat senang sekali melihat suaminya yang begitu perhatian padanya apalagi saat hamil anak keduanya. Delia tahu suaminya ingin menebus semua kesalahannya saat hamil anak pertama dulu tidak bisa seperhatian ini. Jangankan perhatian, tahu istrinya hamil saja tidak. Bahkan sampai melahirkan pun Radit juga tidak tahu.
Setelah selesai sarapan, Delia mengantar suaminya ke depan untuk berangkat kerja.
“hati-hati mas!”
“iya sayang. Nanti kamu juga hati-hati ya”
Setelah Radit berangkat kerja, Delia masuk ke dalam rumah. Dia masuk ke kamar Kay untuk melihat apakah sudah bersiap. Kemudian Delia segera pergi.
Dalam perjalanan Kay sangat antusias sekali. Semalam mommynya sudah menceritakan bahwa Kay akan bersekolah. Delia mengatakan pada Kay bahwa nanti di sekolah akan mempunyai banyak teman dan bermain bersama. Maka dari itu pagi ini Kay sangat bersemangat sekali.
Kini Delia sudah sampai di sekolah. Hari ini Delia hanya ingin mendaftarkan Kay dulu sambil memperkenalkan tentang lingkungan sekolah barunya.
Sepertinya Kay juga sangat tertarik sekali. Delia juga senang kalau anaknya merasa nyaman. Jadi tanpa pikir panjang, akhirnya Delia mengisi formulir pendaftaran dan membayar administrasinya. Minggu depan Kay sudah diperbolehkan masuk.
***
Sementara itu, Radit sedang ada meeting di kantornya. Lagi-lagi meetingnya dihadiri juga oleh Vera. Karena perusahaan Vera sudah terikat kontrak kerjasama dengan perusahaan Radit, jadi mau tidak mau Radit selalu bertemu dengannya.
__ADS_1
Seperti hari ini, entah disengaja atau tidak. Penampilan Vera berbeda dengan biasanya. Dia lebih berpenampilan mencolok dengan memakai pakaian yang terbilang sangat seksi dan make upnya yang biasanya natural, hari ini sedikit lebih menyala.
Semenjak kejadian kemarin, Radit memilih bersikap datar jika berhadapan dengan Vera. Dia tidak ingin sikap baiknya disalah artikan oleh Vera. Mengingat ucapan mamanya tempo hari yang mengatakan bahwa Vera menyukainya. Sebenarnya Radit juga tidak mau terlalu percaya diri apakah Vera menyukainya. Tapi yang terpenting bagi Radit adalah hanya Delia istri yang sangat dia cintai tidak ada wanita lain.
Mengetahui dandanan Vera yang berbeda dari biasanya, dan selama meeting berlangsung Radit merasakan bahwa Vera sering mencuri pandang pada dirinya. Radit membenarkan apa yang diucapkan mamanya. Tidak. Dirinya tidak boleh tergoda dengan Vera.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya meeting pun selesai. Semua orang yang ikut dalam meeting satu persatu meninggalkan ruangan. Kini hanya tersisa Radit, Kevin, dan Vera. Radit masih duduk di kursinya menunggu Vera keluar terlebih dahulu namun Vera tidak juga beranjak dari duduknya. Tiba-tiba saja Vera berdiri dan berjalan kea rah tempat Radit duduk.
“maaf Tuan Radit, besok malam saya mengundang anda makan malam dalam rangka ucapan terima kasih saya karena perusahaan anda menerima kerjasama dengan perusahaan saya. Saya harap anda bisa datang”
“mohon maaf sekali nona Vera. Sepertinya saya sangat sibuk”
“ini undangan saya pribadi. Anda bisa mengajak istri anda bahkan asisten anda juga tidak maslah. Jadi saya harap anda bisa memenuhi undangan saya. Besok malam saya tunggu di kediaman saya”
“saya tidak bisa janji. Saya Tanya istri saya dulu bisa atau tidak”
“iya nggak apa-apa kalau begitu saya permisi dulu” Vera menundukkan badan. Karena pakaiannya sangat seksi otomatis saat menunnduk, belahan dada yang terbalut blazernya terlihat jelas. Radit segera memalingkan mukanya. Namun berbeda dengan Kevin. Dia melongo melihat pemandangan indah itu.
Setelah Vera keluar dari ruangan meeting, Radit membenarkan posisinya lagi. Namun Kevin masih tercengang.
“ah iya tuan. Masih besar punya istri saya juga” ucap Kevin tanpa sadar.radit terkejut mendengar ucapan asistennya itu.
“apa kamu bilang?”
“oh nggak tuan. Maaf. Anu… ehm istri saya kan sedang masa menyusui jadi lebih besar daripada punya nona Vera tadi” ucap Kevin polos.
“kamu lihat??” Tanya Radit memastikan
Sementara Kevin hanya mengangguk malu.
“ingat kamu sudah punya anak istri. Jangan sampai tergoda dengan perempuan macam nona Vera yang hanya berniat memamerekan lekuk tubuhnya”
__ADS_1
“iya tuan. Maaf. Terima kasih sudah diingatkan”
Setelah itu Radit kembali lagi ke ruangannya. Dia melanjutkan lagi pekerjaannya.
***
Kini sudah waktunya jam pulang kerja. Radit segera pulang karena dia sudah sangat merindukan anak dan istrinya. Itulah yang dirasakan oleh Radit setiap hari. Jika saat jam pulang kerja dia sangat bersemangat karena akan bertemu lagi dengan anak istrinya di rumah.
Saat sudah sampai rumah dan membuka pintu, Radit sudah disambut dengan teriakan Kay yang sangat kegirangan. Kay langsung meminta gendong ke daddynya. Radit pun juga sangat senang. Dalam gendongan daddynya Kay bercerita dengan antusias tentang kegiatannya tadi pagi saat didaftarkan ke sekolah barunya.
Delia yang melihat kedekatan anak dan suaminya dari jauh tersenyum bahagia. Rasanya kebahagiaan dalam keluarganyaa saat ini sudah sempurna. Dia mengusap lembut perutnya sambil meneteskan air mata. Namun bukan air mata kesedihan melainkan air mata bahagia.
“sayang?” Radit mempercepat langkahnya menghampiri istrinya. Radit melihat istrinya yang tiba-tiba menangis menjadi cemas. Apa yang terjadi dengan istrinya hingga menangis seperti ini.
“kamu kenapa? Apa perut kamu sakit? Katakana mana yang sakit?” cecar Radit dan Delia hanya menggelengkan kepala.
“aku nggak apa-apa mas. Aku baik-baik saja. Aku sangat bahagia sekali melihat kedekatan mas dan Kay. Aku harap semoga keluarga kita nanti selalu dilimpahi kebahagiaan seperti ini seterusnya”
“aamiin. Aku janji akan menjaga keutuhan keluarga kita sampai nanti sampai maut memisahkan kita”
Delia sangat terharu dengan apa yang dikatakan oleh suaminya. Dia kembali lagi meneteskan air matanya. Delia sangat mencintai suaminya. Delia bisa melihat kesungguhan suaminya dalam membina keluarga.
Setelah itu mereka bertiga masuk ke dalam kamar. Semenjak usia kandungan Delia yang semakin membesar kamar Delia dan Radit pindah ke lantai bawah. Begitu pun juga Kay.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya. like, komen, vote, dan giftnya.😘😘
yuk kepoin story ig author @dee_k9191.. disana ada visual cast terbaru lho😘😘🤗