
Setelah menyaksikan kedua mempelai pengantin yang sedang berbahagia, Viviane memutuskan untuk keluar dari ballroom. Karena hatinya benar-benar tidak kuat jika terus berada disana. Rasanya dunia Viviane sudah hancur. Entah hancur karena ulahnya sendiri atau ulah sahabat baiknya itu. Sejak Viviane memasuki ballroom hotel dan semua gerak-geriknya ternyata ada sepasang mata yang terus memperhatikan.
Viviane terus berlari keluar hotel sambil terisak. Dia tidak mempedulikan dengan orang sekililing yang memandangnya aneh.
Tak jauh dari hotel. Tepatnya di depan hotel terdapat sebuah taman yang tidak terlalu besar dan juga sepi. Viviane duduk di salah satu bangku yang ada di taman. Dia menangis. Namun kali ini tangisnya dapat terdengar meskipun tidak keras.
“Tega kamu Dit!!, kamu nggak sabar menungguku!!” umpatnya di sela-sela tangisnya yang masih menggema di taman.
“Sabar. Nasi sudah menjadi bubur” ucap seorang laki-laki yang sejak tadi duduk di belakang Viviane. Dan membuat Viviane sangat terkejut.
“Siapa kamu?” Tanya Viviane dan menghentikan tangisnya
“siapa aku itu nggak penting buat kamu. Aku juga tidak tahu pasti ada hubungan apa kamu dengan seseorang yang kamu tangisi itu. Tapi sepertinya aku mengenal orang itu”
Viviane semakin bingung dengan lelaki yang tiba-tiba muncul dari belakang itu. Entah sejak kapan lelaki itu mendengarnya dia menangis.
“apa kamu menangisi seorang laki-laki yang sedang melangsungkan pernikahan di hotel itu?” tanyanya sambil menunjuk hotel.
“kamu tahu dari mana?”
“aku Cuma memastikan. Apa kamu menangisi si mempelai pria?”
Viviane hanya mengangguk samar tanpa berkata. Dan orang tersebut mengulurkan tangannya.
“perkenalkan, namaku Angga. Aku sahabat si mempelai pria yang sedang kau tangisi sekaligus mantan kekasih dari si mempelai wanita” Viviane membelalakkan matanya seolah tak percaya. Dan perlahan dia menyambut uluran tangan Angga.
“Aku Viviane. Hmmm… kekasih yang ditinggalkan Radit” Angga mengernyit heran.
Sebenarnya sejak beberapa hari yang lalu Angga sengaja pergi ke kota B hanya untuk menyaksikan pernikahan Angel. Meskipun dia tidak diundang tapi dia tetap ingin melihat langsung pernikahan mantan kekasihnya itu.
Dalam hati Angga sebenarnya juga masih tidak rela mendengar Angel menikah dengan Radit. Namun dia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya. Karena Angel pasti sangat membencinya semenjak kejadian pelecehan waktu itu. Jadi Angga menekan kuat hatinya agar bisa mengikhlaskan Angel untuk Radit.
Sejak tadi Angga duduk di bangku taman yang berada di dekat hotel. Dia menyaksikan pernikahan Angel dengan Radit melalui beberapa tangkapan foto dan video dari sepupunya yaitu Yudhi. Karena Yudhi juga diundang dalam acara tersebut.
“maksud kamu kekasih yang ditinggalkan Radit? Bukannya Radit dulu pernah cerita kalau batal menikah karena calon istrinya lebih mengejar pendidikannya?” Viviane bingung harus darimana menjelaskannya.
“oohh… itu, emmm sebenarnya-“ tiba dering ponsel Viviane berbunyi.
“maaf aku angkat dulu” Viviane agak menjauh dan diangguki Angga
“…..”
“iya om?”
“…..”
__ADS_1
“Retha lagi di Indonesia om”
***
#back to Delia & Radit
“Deg!”
Radit sangat terkejut melihat seseorang yang juga dilihat oleh istrinya. Kenapa dia bisa ada disini. Bagaimana dia bisa masuk ke ballroom ini. Begitulah pertanyaan dalam otak Radit. Namun dia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh istrinya saat ini.
“Sayang….” Radit menggenggam tangan Delia, namun Delia menolaknya. Radit sangat terkejut.
“Mas, aku lelah. Aku masuk dulu ya. Nggak apa-apa kamu temui dulu tamu undangan kamu” ucap Delia dingin dan segera pergi meninggalkan Radit.
“Sayang tunggu!” namun Delia tidak mempedulikan teriakan suaminya.
Radit pamit ke mamanya untuk masuk ke kamar dulu karena istri sudah sangat capek. Mamanya menganggukkan kepala karena tahu memang sejak tadi menantunya itu berdiri terus.
Saat ini Delia sudah berada di dalam kamar tepatnya di depan meja rias.
“belum ada satu jam kamu bilang cemburu mas. Aku sangat bahagia sekali karena aku kira kamu sudah mulai mencintaiku. Namun, dengan kedatangannya yang tiba-tiba, aku sakit mas. Apakah kamu akan meninggalkanku sekarang juga? Bahkan malam ini juga?. Apakah kamu sengaja menyuruhnya datang mas, dan sengaja ingin menjatuhkan diriku yang sudah terlalu dalam mencintaimu?” Delia menangis meratapi keadaannya.
“cklek” pintu kamar terbuka. Dan yang membuka adalah Radit yang sekarang sudah sah menjadi suaminya. Delia segera mengusap air matanya dan segera masuk ke kamar mandi.
“Sayang!!”
Setelah selesai mandi, kini gantian Radit yang mandi. Sedangkan Delia hanya minum segelas susu tanpa makan kemudia dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Radit keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya sudah tidur dengan posisi membelakanginya. Dia heran ada apa dengan sikap istrinya yang tiba-tiba berubah dingin semenjak kedatangan Viviane yang tiba-tiba tadi. Apa yang dipikirkan oleh istrinya. Padahal sudah jelas bahwa dirinya sudah tidak ada hubungan lagi dengan Viviane. Apakah istrinya ini cemburu? Radit menarik sudut bibirnya tersenyum.
“manis sekali istriku kalau sedang cemburu” batinnya senang.
Radit mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
“…..”
“aku minta sekarang juga kamu cari tahu tentang Viviane. Kenapa dia bisa berada di Indonesia”
“…..”
“aku tunggu laporan kamu secepatnya”
Delia yang sebenarnya belum tidur, dia dapat mendengar jelas apa yang dibicarakan oleh suaminya. Hatinya semakin sakit. Apakah suaminya akan segera meninggalkannya saat ini juga.
“sayang ayo kita makan malam dulu. Ucap Radit mendekati istrinya” namun tidak ada balasan. Akhirnya Radit hanya meminum air putih saja. Pikirannya saat ini masih penasaran dengan kemunculan Viviane yang tiba-tiba dan apa maksudnya dia datang kesini ke acara pernikahannya. Apakah dia tadi berniat akan menghancurkan pesta.
__ADS_1
Malam ini harusnya menjadi malam yang sangat indah bagi pasangan pengantin, namun tidak bagi pasangan Radit dan Delia.
Sebenarnya Radit ingin berbicara dengan istrinya tentang ketidak tahuannya tentang hadirnya Viviane. Namun istrinya terlihat capek dan tidur lebih dulu.
Radit ingin sekali merebahkan tubuhnya disamping istrinya dan memeluknya. Namun dia takut kalau nanti sesuatu di balik celananya begejolak ingin keluar bagaimana. Tidak mungkin dia memaksa istrinya untuk melakukan itu. Akhirnya Radit tidur di sofa.
Keesokan harinya, Delia sudah bangun lebih dulu. Dia meraba sekelilingnya ternyata dia tidur sendirian. Lantas kemana suaminyaa. Apakah suaminya sudah meninggalkannya tanpa pamit. Tanpa terasa air matanya menetes. Namun saat dia bangun, dia melihat Radit yang masih tertidur di sofa dengan posisi yang tidak nyaman. Dan itu semakin membuat hati Delia perih.
“apakah mas Radit sengaja tidak mau menyentuhku agar saat meninggalkanku, keadaanku masih suci?” batin Delia miris dan segera masuk ke kamar mandi.
Delia sudah keluar kamar mandi dan masih menggunakan bathrope. Dia berjalan ke arah lemari untuk mencari baju ganti.
“pagi sayang” ucap Radit dengan suara serak khas banguntidur sambil memeluk istrinya dari belakang
“pagi” jawabnya gugup karena Delia juga sangat kaget.
“wangi sekali istriku” Radit mengendus bau sabun di tubuh istrinya.
“ma…mas lebih baik kamu mandi sekarang setelah itu kita sarapan dan pulang” Delia segera menghindar.
“baiklah” jawab Radit lesu
Setelah mereka berdua sarapan, kini mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Radit. Dalam mobil hening tidak ada pembicaraan. Radit juga bingung kenapa istrinya ini masih mendiamkannya?.
“sayang?”
“hmmm…”
“nanti mampir ke butik mama dulu ya soalnya tadi mama mengirim pesan suruh mampir sebentar.
“iya mas”
Saat ini mobil Radit sudah berhenti di depan butik.
“ehmm… mas aku nggak ikut masuk ya. Aku tunggu di mobil saja”
“baiklah. Aku palingan Cuma sebentar”
Setelah menunggu hampir setengah jam, Delia merasa bosan akhirnya dia berniat keluar dari mobil untuk mencari udara segar. Namun saat ingin menutup pintu mobil, dia melihat Viviane yang baru saja keluar dari butik. Kemudian Delia masuk lagi ke dalam mobil. Hatinya sakit sekali. Ternyata suaminya tadi ingin menemui Viviane. Mereka sudan janjian disana.
“sebenarnya apa mau kamu mas?” lirihnya sambil terisak
*TBC
Selamat hr jumat, jangan lupa bersedekah ya😍😍😘
__ADS_1
*_author newbie_💕💕